Like Fanpage Bang Syaiha

Banyak Hal yang Nggak Ada Gunanya di Kehidupan, Tapi Diajarkan di Sekolah!

By Bang Syaiha | Monday, 23 November 2015 | Kategori: |

Banyak pelajaran yang nggak ada gunanya dalam kehidupan
Pusing sama pelajaran sekolah 
Sejak lulus SMA dan kuliah, saya baru menyadari bahwa banyak sekali pelajaran yang nggak ada gunanya di kehidupan kita. Sebut saja, materi trigonometri dalam pelajaran Matematika. Apakah kalian menggunakan aturan sinus, kosinus, dan tangen dalam kehidupan? Nggak! Apa kalau mengukur sesuatu yang berbentuk segitiga kalian menggunakan teorema itu? Pasti nggak. 

Lalu di pelajaran Fisika, apakah kalian sekarang, yang sudah lulus SMA dan kuliah menggunakan hukum Newton untuk melakukan beragam kegiatan? Atau, apakah kalian menggunakan prinsip GLB (Gerak Lurus Beraturan) dan GLBB (Gerak Lurus Berubah Beraturan) ketika menaiki sebuah kendaraan? Tidak! 


Apakah kalian akan melakukan hal ini: misalkan kalian akan pergi ke Bandung. Titik keberangkatan kalian dari Jakarta. Lalu kalian menghitung jarak Jakarta-Bandung. Setelah dapat jaraknya, lalu kalian mulai menghitung juga akan menggunakan kecepatan berapa agar dalam waktu sekian jam sampai. Tentu kalian tidak melakukannya, bukan? 

Selanjutnya, di pelajaran kimia, kalian belajar tentang konsentrasi larutan. Ada molaritas, molalitas, persen massa, persen volume, dan sebagainya. Apakah kalian akan gunakan itu semua dalam kehidupan sehari-hari? Apakah ketika kalian akan membuat teh manis misalnya, lalu mengambil timbangan dan menghitung berapa gram gula yang harus ditambahkan jika air yang digunakan satu gelas? Tentu kalian tidak akan melakukan ini, bukan? Itu menghabiskan waktu dan sia-sia saja. 

stress sama pelajaran di sekolah
Stress karena pelajaran sekolah yang tak menyenangkan
Sama juga dipelajaran Biologi, buat apa kita belajar tentang sistem metabolisme, sistem pernapasan, dan lain-lain jika kita tak menggunakannya? Ada tukang ojeg, apakah dia akan memikirkan makanan apa yang cocok buat kesehatan dan sistem metabolismenya? Nggak! Lah wong buat makan sehari-hari aja susah, mana sempat lagi mikir ini dan itu. 

Pun sama dengan pelajaran IPS. Kita belajar ini dan itu, menghafal banyak hal. Tanggal dan bulan serta tahun kejadian beberapa peristiwa. Apa pentingnya? Toh, dengan googling saja, dalam hitungan detik kita bisa mendapatkan tanggal-tanggal itu. Nggak percaya? Silakan saja googling, "Tanggal berapa Pangeran Dipenogoro wafat?" 

Hasilnya, pasti ribuan, atau malah jutaan jawaban muncul. Mudah sekali. 

Lihat, betapa banyak materi atau pokok bahasan yang tidak penting dan tidak aplikatif yang dipelajari di sekolah. Semua itu tidak banyak digunakan di kehidupan mereka kelak. Kasihan generasi kita, belajar sepanjang waktu. Dari pagi hingga malam. Mereka benar-benar sudah ngalah-ngalahin pekerja kantoran saja. 

Pemerintah seharusnya mengerti akan hal ini dan harus berani melakukan revolusi pendidikan ke arah yang lebih baik. Pelajaran di sekolah, seharusnya lebih berguna dan aplikatif. Sehingga ketika mereka lulus nanti, mereka sudah siap bersaing dengan orang banyak dan siap menjadi leader di segala bidang. 

Untuk pelajaran IPA, sudah selayaknya, anak-anak SMA kita diarahkan hanya kepada yang mereka sukai saja. Sejak tingkat pertama di SMA, mereka seharusnya sudah diarahkan akan jadi apa dan kuliah dimana? Selanjutnya, di kelas dua, mereka diperbolehkan mengambil mata pelajaran yang mereka sukai saja dan sesuai dengan akan jadi apa mereka ke depan. 

Sekarang kan tidak demikian! Anak-anak SMA kita mempelajari semuanya. Suka atau tidak suka pada mata pelajaran Kimia, mereka diwajibkan mengikuti kelas dan ujian. Itu sama saja kita memaksa burung untuk bisa berenang di danau. Kasihan mereka! 

Semoga saja, ada yang sadar dan memikirkan hal ini. Bahwa banyak hal yang harus diperbaiki di pendidikan kita, agar kesia-siaan yang sudah berlarut-larut ini bisa dibenahi. 


EmoticonEmoticon