Like Fanpage Bang Syaiha

Cicak-Cicak di Dinding

By Bang Syaiha | Monday, 23 November 2015 | Kategori:

Cicak-cicak di dinding
Cicak-cicak di dinding

Sambil minum segelas kopi kecil, aku duduk memandangi dasbor blog yang berkedip-kedip. Bingung mau nulis apa. Mau nulis tentang sesuatu yang lagi trend di google, semuanya tentang bola. Nggak seru aja, toh dari kemarin, blog ini isinya bola terus. Makanya nggak jadi nulis tentang bola lagi. 

Aku menyesap kopi hitam di atas meja. Membiarkannya masuk ke dalam kerongkongan dan menyapa lambungku yang kosong. Kata orang, kopi nggak baik untuk perut kosong. Tapi peduli setan ah, ngopi ya ngopi aja. Apalagi di pagi yang dingin seperti sekarang, ngopi adalah pilihan terbaik.

Sambil mikir mau nulis apa, mataku kemudian melihat seekor cicak. Ia diam mematung di dinding yang tak jauh dari tempatku duduk. Entahlah apa yang sedang dilakukannya. Boleh jadi ia sedang menertawakanku yang sejak tadi bengong nggak bisa nulis apa-apa, atau malah mengejek dengan bahasanya? 

Terus kuperhatikan ia disana, diam seperti patung. Tak bergerak sama sekali, seperti membeku. Ingin rasanya kusapa ia, bilang, "Cak, ngapain kau diam saja di dinding? Jalan-jalan sono, olah raga atau apalah." 

Mungkin dia akan menjawab, "Males ah, mending disini aja. Menunggu nyamuk datang. Kan enak, dingin-dingin makan darah segar." 

Dan benar saja, tak beberapa lama, ada nyamuk iseng yang datang. Ia terbang pelan dan seperti seorang tersangka menyerahkan diri begitu saja. Dalam benakku bilang, "Itu nyamuk seperti nggak ada kerjaan banget ya? Udah tahu ada cicak disana, eh malah datang mendekat. Cari mati saja." 

Beberapa detik kemudian, hap! Nyamuk itu hilang dilahap oleh cicak yang sejak tadi diam. Ia mengunyah mangsanya penuh kenikmatan, memandangku dan bilang, "Tuh, sudah kukatakan, bukan, akan ada nyamuk yang datang dan menjadi sarapanku barusan." 

Aku lagi tersenyum simpul, bergumam sendiri, "Kau hebat, Cak!" 


EmoticonEmoticon