Like Fanpage Bang Syaiha

Lucy Australopithecus: Kera yang Berjalan Tegak dan Menakjubkan!

By Bang Syaiha | Tuesday, 24 November 2015 | Kategori: |

Ketika membuka Google hari ini, saya dikejutkan dengan tampilannya yang sedikit berubah. Ya, Google memang demikian, sering kali mengubah-ngubah penampilan Google sesuai tanggal-tanggal penting yang terjadi pada hari itu. Dan hari ini, ketika kalender di meja kerja saya menunjukkan angka 24, Google mengubah tampilan depannya dengan gambar berikut:

Lucy Australopithecus
Lucy Australopithecus
Ketika saya iseng dan mengarahkan kursor ke gambar kera, atau manusia purba yang sedang berjalan itu, muncullah tulisan: "Ulang Tahun ke 41 Penemuan Lucy." 

Awalnya, saya sempat mikir juga sih, ini Lucy siapa ya? Kalau si Lucy teman SMA saya yang kerjaannya suka ngutang dan ngupil itu kan nggak mungkin. Apa hebatnya dia sampai diapresiasi lebih sama Google?


Nah, berbekal penasaran itulah, maka saya lalu mencoba browshing. Siapa si Lucy ini? Apakah dia cantik? Apakah dia artis, pegawai seni, atau pejabat? 

Nama lengkapnya adalah Lucy Australopithecus! 

Lucy Australopithecus
Lucy Australopithecus
Ternyata, dia adalah fosil kera berjalan tegak yang ditemukan 41 tahun yang lalu di Hadar, lembah Awash, Depresi Afar, Ethiopia. Fosil ini ditemukan oleh seorang ilmuwan bernama Donald Carl Johansen. Dalam bahasa Ethiopia, Lucy memiliki arti: "Yang Menakjubkan!", sedangkan Autralopithecus berarti: "Kera yang berasal dari Selatan." 

Maka jika diartikan secara bahasa, Lucy Australopithecus adalah Kera yang menakjubkan dan berasal dari Selatan. 

Mengapa Lucy adalah kera yang menakjubkan? 

Hal ini disebabkan karena dia adalah penemuan yang diharapkan bisa mengungkapkan asal usul kejadian manusia lewat jalur Evolusi. Pemuja Darwin (atau yang biasa disebut pengikut mazhab Darwinisme) memang sudah dari dulu mencoba menelusuri proses kejadian manusia. Beragam cara meraka lakukan untuk mengungkapkannya. Maka dimulailah penelitian itu. Mencari tulang-belulang dan merangkai-rangkainya sehingga membentuk seakan-akan seorang manusia. 

Nah, penemuan Lucy sebagai kera yang berjalan tegak seperti manusia seakan memberi angin segar buat mereka. Dengan bukti ini, mereka akan dengan gampang bilang: "Ini buktinya, bahwa kera berevolusi menjadi manusia." 

Boleh jadi, ketika menemukan kerangka ini pertama kali, ilmuwan-ilmuwan dulu berteriak lantang dan spontan: "Ini menakjubkan! Sungguh, ini menakjubkan!" 

Karena itulah, makanya fosil ini diber nama Lucy yang berarti menakjubkan! 

Benarkah Lucy Australopithecus adalah nenek moyangnya manusia?

Saya pribadi, sebagai manusia yang berakal dan beragama, tentu saja menolak ini. Saya adalah ras mulia yang memiliki akal budi, keturunan Adam dan Hawa dan bukan keturunan kera. Penciptaan manusia oleh Tuhan adalah sebuah keajaiban yang luar biasa. Dan sebagai ciptaannya yang fana dan tak ada apa-apanya ini, sudah selayaknya kita meyakini penciptaan kita hanya berasal darinya. 

Manusia, sebagian kecil memang pintar, jenius, dan bisa menciptakan banyak hal. Tapi sepintar apapun kita, tentu saja tak ada apa-apanya dibandingkan kekuasaan Tuhan. Maka ada beberapa yang seharusnya cukup kita percayai saja dan yakin. Tidak perlu mengotak-ngatik dan mencari celahnya. Apalagi jika ternyata malah membawa kesesatan dan semakin menjauhi Tuhan. 

Untuk sanggahan terhadap teori Evolusi Darwin, semuanya sudah dibahas tuntas oleh Harun Yahya di koleksi bukunya. Sebuah karya yang layak dibaca dan dinikmati bersama. 


EmoticonEmoticon