Like Fanpage Bang Syaiha

Alif Suka Apa yang Orang Tuanya Pegang-pegang!

By Bang Syaiha | Sunday, 13 December 2015 | Kategori: |


Tepat di tanggal ini, 13 Desember 2015, Alif Fathul Hadi, anak saya yang pertama genap 9 bulan. Ia tumbuh menggemaskan dan sehat, Alhamdulillah. Dan saat saya menuliskan artikel singkat ini, Alif sedang asik-asiknya merangkak, menggapai-gapai sesuatu. Rasa penasarannya tinggi, sehingga apa saja yang dia lihat dan baru baginya, akan diminta dan diraihnya. 

Untuk hal itu, Alif memiliki tenaga dan semangat yang pantang menyerah. Pernah suatu kali saya sedang makan, Alif minta. Matanya memandang saya dan mulutnya bergumam. Tangannya bahkan sudah ingin menggapai piring yang saya pegang. Namun, karena yang saya makan pedas, tidak mungkin saya beri, bukan? Saya tinggikan tangan saya agar ia tak bisa mengambil apa yang saya makan. 

Eh, bukannya menyerah, Alif malah merangkak ke arah saya, lalu memanjat tubuh saya. Apa saya yang bisa dipegang, ia jadikan pegangan. Celana, baju, bahkan rambut saya dijambak-jambak agar ia bisa sampai puncak dan mengambil apa yang saya makan. 

Ketika kami sekeluarga makan, Alif juga ikut makan. Saya dan istri menggunakan piring besar, sedangkan Alif menggunakan mangkuk bayi yang kecil. Nah, disinilah letak keunikannya, Alif sering kali tidak mau makan makanannya. Malah sibuk berteriak-teriak, sambil mengulurkan tangannya, ingin minta apa yang abi dan umminya makan. 

Boleh jadi, saat itu Alif ingin bilang: "Aku nggak mau makan makananku. Lah wong ummi sama abi aja nggak makan makanan kayak yang ada di mangkukku! Jadi, pasti makananku nggak enak dan makanan ummi sama abi lebih enak. Aku minta!" 

Alif memang selalu ingin apa yang saya dan istri pegang. Saya sering membaca quran dan buku, misalnya, maka sekarang, Alif senang sekali memegang kedua benda ini. Rak buku saya diacak-acak, dibuka satu demi satu bukunya dan ia sibuk, seolah-olah sedang membaca. Salah satu al quran saya bahkan disobek beberapa lembar karena Alif benar-benar penasaran. Bagi saya, itu tak mengapa. Yang penting Alif senang dan semoga saja ia bisa semakin dekat dengan dua benda ini: al quran dan buku. 

Jadilah anak yang pintar dan membanggakan ya, Nak!

Saya bersyukur, senang bukan main karena tumbuh kembang Alif sampai sekarang benar-benar memuaskan. Tidak ada kekurangan apapun. Tidak ada cela. Alif sungguh menggemaskan. Dan doakan saya agar bisa menjadi ayah yang baik. Doakan juga istri saya agar bisa menjadi ibu sekaligus istri yang bisa diandalkan. 

Demikian. 


EmoticonEmoticon