Like Fanpage Bang Syaiha

Di Balik Karakter Mail Upin dan Ipin yang Harus Kamu Ketahui!

By Bang Syaiha | Friday, 25 December 2015 | Kategori:

Di Balik Karakter Mail Upin dan Ipin yang Harus Kamu Ketahui, Bang Syaiha, http://bang-syaiha.blogspot.co.id/
Mail yang di belakang
Salah satu tontonan saya setiap sore adalah serial Upin dan Ipin yang disiarkan oleh MNC TV! Bagi saya, di tengah merebaknya tontonan tak mendidik seperti sinetron dan kawan-kawannya, serial Upin dan Ipin menjadi pembeda. Ia menjadi seperti seember air dingin di tengah sahara yang menyengat ganas (ini lebay banget!). 

Jika kebanyak sinetron menjual adegan mesra, konflik menantu dan mertua, hingga rebutan harta, serial Upin dan Ipin tidak. Mereka tetap konsisten pada nilai-nilai kebaikan yang seharusnya ditanamkan kepada anak-anak: rajin belajar, ayo gemar memakan buah dan sayur, membantu teman, saling menghormati dan menghargai. Serial Upin dan Ipin semakin menarik karena hampir di setiap serinya ada adegan yang konyol, menggelitik, dan lucu. Maka tak jarang saya tersenyum sendirian, tertawa ringan, dan terhibur. 

Dan setelah menyaksikan banyak episode mereka, saya sampai pada sebuah perenungan yang dangkal (soalnya kalau dalam, saya takut tenggelam). Ada satu tokoh pada serial Upin dan Ipin yang menurut saya keren. Siapa dia? 

Mail! Ya, Mail!

Dia adalah salah satu teman Upin dan Ipin. Rambutnya belah tengah dengan warna kulit yang agak sedikit gelap. Ketika sedang ramai kasus Haji Lulung, karakter Mail ini pernah disandingkan dengan poto Haji Lulung. Katanya sih, mereka berdua mirip. 

Apa yang menarik dari karakter Mail? Bagi yang jeli dan sering menyaksikan seriap Upin dan Ipin, pasti tahu dong, kalau Mail ini gemar sekali berjualan. Apa saja dijualnya. Kadang ayam goreng, tak jarang juga buah-buahan dan makanan olahan orang tuanya. "Dua seringgit! Dua seringgit!" begitu kalimat yang sering diucapkannya. 

Disitulah menariknya. Mail mengajarkan kepada kita bahwa sudah selayaknya, setiap orang bisa mandiri sejak usia dini. Kita tidak bisa berpangku tangan saja. Tidak boleh hanya meminta kepada orang tua. Kita harus segera berpikir untuk menghasilkan uang dari kerja keras, usaha dan doa. Apalagi di tengah perekonomian yang tak jelas ini, kemandirian finansial menjadi penting dan harus segera dicapai. 

Kita harus seperti Mail, mampu melihat peluang dan mengubahnya menjadi uang. Jika kalian mahasiswa, kalian bisa berjualan apa saja: kaos kaki, baju kemeja dan celana, sepatu, bahkan menjadi kurir fotokopi seperti yang teman saya lakukan. Kalian juga bisa berjualan pulsa, jualan ebook, atau apa saja. Berpikirlah untuk menjadi kreatif dan berdiri pada kaki sendiri. 

Belajarlah pada Mail, yang walaupun setiap kali jualan selalu diejek oleh teman-teman yang lain, ia tak pernah menyerah dan akan tetap berjualan. Berjualan adalah cara halal, tidak dilarang oleh agama dan norma. Maka jalankan saja dan tak perlu malu-malu. Justru, yang selayaknya malu adalah mereka yang terus-menerus meminta tanpa pernah mau berusaha. 

Demikian 

29 komentar

avatar

Iya bgt itu bang..apalagi pas episode cerita tentang hobby disekolahnya si Mail ngejelasin kenapa hobby dia berniage..Keren

avatar

Iya bgt itu bang..apalagi pas episode cerita tentang hobby disekolahnya si Mail ngejelasin kenapa hobby dia berniage..Keren

avatar

Wih,,, kayaknya semangat wirausaha saya semakin meningkat,,, terima kasih mas syaiha.. (y)

avatar

Aku suka upin ipin, dan karakter mail yg paling gemesin hahahha

avatar

Aku suka upin ipin, dan karakter mail yg paling gemesin hahahha

avatar

Iya tuh si Mail emang begitu

avatar

Semoga kita bisa meniru semangat berdagangnya..
Aamiin

Terimakasih sudah berkunjung..

avatar

Semoga kita bisa meniru semangat berdagangnya..
Aamiin

Terimakasih sudah berkunjung..

avatar

Oke, jejaknya jangan lama-lama dititipkan yaa...
Segera ambil lagi. hehe

Terimakasih sudah berkunjung

avatar

Sama2 Bung. Semangat lah untuk hal2 yang baik, termasuk mandiri sejak usia dini..

Terimakasih sudah berkunjung..

avatar

Bener banget, Mbak. Kayaknya malah semua karakter nggemesin.. hehe

avatar

Terimakasih sudah berkunjung, mbak..

avatar

Sembilan dari sepuluh rejeki berada di perdagangan. Sepertinya mas mail ini sudah paham betul dengan pintu rejeki hihihi (y) keren

avatar

Semangatnya dia itu mantap banget bang, sambil nonton sering mikir juga, ini bocah kecil-kecil pandai cari duit sendiri, pandai cari peluang...enggak minderan. Saya kalah nih yang sudah berumur, hehe

avatar

Bener.
Jualan apa sajalah, yang penting halal.

Terimakasih sudah berkunjung

avatar

Saya juga kalah nih. Semoga saja bisa meniru si Mail dan lebih sukses. Aamiin..

Terimakasih sudah berkunjung..

avatar

Ada pesan moral ya Mas,,,dibalik sosok si Mail ini

avatar

Mantap, cerita-cerita keteladanan sangat kita butuhkan untuk pembentukankarakter anak

avatar

Tulisan Bang Syaiha tentang Mail ini mengingatkan saya pada diri sendiri jaman sekolah dulu.. hehehe.. sampai kuliah saya selalu bawa dua tas. Satu tas buku, satu tas dagangan.. :D

avatar

Kapan ya, Indonesia Tercinta punya film berkarakter...

avatar
This comment has been removed by the author.
avatar

Rindu dengan si unyil loh, Film berkarakter masa lalu...

avatar

Saya kira akan ada hubungannya dengan Mei2.....

avatar

Sama bang, saya juga ngefan sm Mail :D

avatar

Artikelnya sangat bagus bang, izin copas sedikit kata2nya untuk saya posting di blog saya bang :)

avatar

kami sekeluarga sangat suka nonton upin ipin, semua karakternya unik dan lucu

avatar

Keren, bang.

Iya, Ainayya juga suka serial ini.

Cukup menghibur dan ada nilai didiknya.

Suka ama si ipin, lucu. Hehe


EmoticonEmoticon