Like Fanpage Bang Syaiha

Inilah Dua Modal Pernikahan yang Wajib Kamu Miliki!

By Bang Syaiha | Monday, 7 December 2015 | Kategori: |

Inilah Dua Modal Pernikahan yang Wajib Kamu Miliki!
Inilah Dua Modal Pernikahan yang Wajib Kamu Miliki!
Teman saya, sebut saja bernama Hendra, pernah bilang, bahwa modal menikah itu hanya dua saja: toleransi dan kesabaran. Tidak ada yang lain dan hanya itu saja. Mengapa demikian? Karena katanya, hanya dengan dua hal itu saja, maka keluarga dan rumah tangga yang diharapkan bisa terbentuk tanpa hambatan. 

Karena rasa penasaran yang mendalam, saya lalu bertanya padanya, "Mengapa hanya dua itu saja, Ndra? Bagaimana dengan ilmu? Pengetahuan agama dan yang lainnya? Apakah tidak terlalu sedikit jika hanya dua itu saja?" 

Aku bisa melihat Hendra menyunggingkan senyumannya. Berkata, "Nggak bro! Dua itu saja, toleransi dan kesabaran sudah cukup!" 

"Toleransi akan mengajarkan kita untuk saling menghargai, tidak egois, dan mau mendengarkan orang lain. Mau mendengarkan pendapat orang lain." 

"Lalu hubungannya dengan modal pernikahan apa?" aku sudah tak sabaran ingin tahu. Ini ilmu baru bagiku. 

"Begini," Hendra hendak menjelaskan sesuatu, "Ketika menikah, sejatinya kita tidak hanya menyatukan dua manusia saja, toh? Tidak hanya menyatukan si lelaki dan perempuan. Tapi juga menyatukan dua keluarga besar. Dan kau tahu, dua keluarga besar disatukan, tentu akan banyak kepala dan pendapat. Banyak masukan dan pertimbangan pada sesuatu hal. Disinilah sikap toleransi bekerja." 

Aku diam, mengunyah-ngunyah yang baru saja disampaikan Hendra. Jika disimak baik-baik, benar juga yang baru disampaikannya. 

"Lalu tentang kesabaran?" aku bertanya lagi penasaran. 

"Nanti, ketika sudah menikah," Hendra berkata, "kita pasti akan mendengar keluarga pasangan kita berkata begini dan begitu. Satu dua orang boleh jadi ada yang tidak suka dengan sikap, ucapan, atau tindakan yang kita lakukan. Mereka boleh jadi akan bilang kita pelit, tidak rapi, pemalas, atau apa saja. Disinilah kesabaran bekerja." 

Lagi-lagi, aku membenarkan. Bahwa dalam berkeluarga, akan banyak omongan yang datang. Bisa dari keluarga pasangan kita, dari tetangga, atau darisiapa saja. 

Suatu hari mungkin ada yang memanas-manasi, "Eh tadi istrimu boncengan sama laki-laki, pake pegang-pegangan tangan lagi!" 

Nah, kalau tidak sabar dan kalap kan bahaya. Kita harus calm dan tabayyun (melakukan kros cek), menyelidiki kebenarannya dengan kepala dingin. Dalam berkeluarga, kita memang tidak boleh mudah emosi. Harus hati-hati bertindak. 

"Maka," Hendra kembali bersuara, "dua itu saja cukup untuk dijadikan modal pernikahan, bro! Jika toleransi dan kesabaran sudah tertanam kuat di dalam dada, maka rumah tangga yang dicita-citakan akan mudah dicapai dengan gemilang." 

Semoga!


EmoticonEmoticon