Like Fanpage Bang Syaiha

Innalillahi, Benarkah Al Quran Dibakar di Amerika?

By Bang Syaiha | Thursday, 31 December 2015 | Kategori: |

Al Quran dibakar di Amerika, Berita HOAX, Bang Syaiha, http://bang-syaiha.blogspot.com/
Hati-hati dengan berita HOAX!
Sedang asik-asiknya menyesap kopi hitam buatan istri saya, sebuah broadcast (selanjutnya saya sebut saja BC) masuk ke BBM saya. Isinya: 
"Innalillahi wainna ilaihi roji'un. Teman-temanku semua, Al Quran jadi dibakar di Amerika pada malam Natal. Sebarkan ke semua kontakmu! Kalau tidak disebarkan kalian akan punya penyakit kelamin!" 
Membaca pesan singkat itu, saya garuk-garuk kepala (padahal nggak gatal). Saya heran, mengapa banyak sekali orang-orang yang dengan gampangnya percaya pada sebuah pesan tanpa sumber dan link yang jelas? Padahal, jika mau memperhatikan sedikit saja, pesan singkat di atas kan bisa dibuat siapa saja. Tidak ada sumber berupa nama dan nomor ponsel yang bisa dihubungi. Nggak ada link berita terpercaya juga. 

Apakah ini menjadi sebuah kemunduran, bahwa sejak media sosial dan dunia maya semakin berkembang, orang-orang kemudian menjadi malas berpikir dan bertindak kritis? Yang ujung-ujungnya, setiap ada BC yang menyerempet-menyerempet pada agama, orang kemudian latah menyebarkannya. Mereka lupa bahwa hal itu, bisa saja menjadi pemicu perpecahan umat beragama. 

Sebenarnya, BC yang meragukan dan tersebar di dunia maya ada banyak. Sebut saja tentang akan hadirnya Salim A Fillah ke sebuah gelaran nikah massal di Kaltim! Ketika mendapatkan posternya di sebuah grup Whatsapp, saya sudah tidak berniat menyebarkannya. Saya hanya senyum-senyum sendiri saja. Agak meragukan!

Dan benar saja, selang beberapa menit, datang BC balasan mengenai poster itu. Isinya: "Tidak benar bahwa Salim A Fillah akan hadir di acara itu!" 

Al Quran dibakar di Amerika, Berita HOAX, Bang Syaiha, http://bang-syaiha.blogspot.com/

Atau seperti yang kemarin, ketika ada BC tentang penerimaan mahasiswa baru UI lewat jalur prestasi hafal Al Quran! BC itu berbunyi: 
Assalamu'alaikum.. Info! Ada yang punya anak, adik, keponakan, saudara kelas 3 SMA dan hafal 20 atau 30 juz Al Quran serta ingin masuk UI? UI Quran Center sedang mencari calon mahasiswa yang bisa direkomendasikan ke Rektor untuk masuk jalur khusus MTQ Talent! Jika ada, segera hubungi saudari Haifa di 0856-9221-0459! Terimakasih! 
BC yang ini lebih elegan dan kelihatan benar: ada nomor ponsel yang bisa dihubungi dan bertanya kebenaran beritanya. Tapi, belum juga saya sebarkan, BC konfirmasi tentang penerimaan mahasiswa baru UI lewat MTQ Talent direspon oleh BC yang lain yang intinya : "Jangan sebarkan lagi BC di atas karena berita itu tidak benar!"

Selain tiga contoh BC saya sebutkan itu, tentu masih banyak yang lainnya, (monggo ceritakan di kolom komentar). 

Sikap kita, sebagai orang yang berpikir dan cerdas, sebaiknya jangan latah, ikut-ikutan menyebarkan BC yang belum tentu benar ke semua orang. Lakukan seperti yang saya praktikkan!

Pertama, setiap ada BC yang masuk, baca pelan-pelan dan kemudian berpikirlah. BC ini benar nggak? Lihat apakah ada nomor yang bisa dihubungi untuk mengecek kebenarannya? Jika ada maka segera kirimi pesan singkat atau telpon. Tanyakan tentang BC yang kalian dapat. Tapi jika tidak ada nomor yang bisa dihubungi, maka diamkan saja. Karena sudah bisa dipastikan BC itu nggak bener. 

Kedua, sebelum menyebarkan BC yang tiba-tiba mendarat di ponsel kalian, telitilah, seberapa penting BC itu sehingga kalian merasa perlu menyebarkannya? Jika isinya adalah tentang provokasi ke arah perpecahan, permusuhan, dan tidak membangun, maka bukankah sebaiknya didiamkan saja? Jangan hanya karena ingin dibilang serba tahu dan ingin dicap sebagai pahlawan, kalian malah bertindak tolol! Ini kan memalukan!

Ketiga, BC yang ada ancaman seperti di atas: Yang tidak menyebarkan BC ini akan terkena penyakit kelamin!, adalah BC yang pasti salah! Itu seperti sebuah pesan yang ditulis oleh anak-anak alay! Seperti dibuat oleh remaja-remaja yang kejiwaannya agak terganggu! Dan kita yang waras dan sudah bisa membedakan mana yang benar dan salah, seharusnya tak latah ikut menyebarkan. Apa bedanya kita dan mereka kalau ikut menyebarkan? 

Sejak ada ponsel pintar dan media sosial, kita memang dibanjiri beragam informasi. Dari yang penting sampai yang sepele. Dari yang membangun sampai yang provokatif. Menyikapi ini semua, diperlukan benteng yang kuat pada diri kita. Diperlukan kewarasan jiwa dan pikiran sehingga kita tidak asal menyebarkan.

Demikian 

5 komentar

avatar

Masyarakat kita, terutama kaum muslim, harus pandai berliterasi. Tak sekadar bisa baca & tulis, jg memanfaatkan Informasi yg ada untuk keperluan hidupnya. Al-Qur'an sudah ajarkan umatnya ttg bagaimana berliterasi. Tulisan yg bagus, bang syaiha!

avatar

Contoh lain tentang ajakan untuk giat beribadah, dzikir dan lain-lainnya yang berhubungan dengan Islam. Tapi ujung-ujungnya ada ancaman "Jika tak disebarkan sial seumur hidup, ibu anda mati, mati tertabrak truk, dll."

Loh kok...

avatar

Terimakasih Om Bil..
Senang dikunjungi sampeyan euy.. Merasa tersanjung.. hehe

avatar

Hahahaha... bener banget mbak.. Ujung2nya kok ngancem..

avatar

Terimakasih bang infonya akhirnya sudah paham sekarang kalo yg isinya ada kalimat ancaman atau mengharuskan kita menyebar atau tidak akan mendapat dosa, penyakit, dll . Pokoknya sekarang gk percaya yg semacam begitu karna saya baca di web lain juga bid'ah dan ada yg bilang musyrik


EmoticonEmoticon