Like Fanpage Bang Syaiha

Penyebab Jatuhnya Pesawat Air Asia QZ8501 Akhirnya Terungkap!

By Bang Syaiha | Wednesday, 2 December 2015 | Kategori:

Jatuhnya Pesawat Air Asia QZ8501 Akhirnya Terungkap
Add caption
Tahun lalu, pada tanggal 28 Desember 2014, dunia penerbangan Indonesia mengalami musibah yang mengenaskan: jatuhnya pesawat penumpang Air Asia QZ8501. Ia terbang dari Bandara Juanda Surabaya dan hendak ke Singapura. Pesawat bertolak pada pukul 05.31 WIB dan baru mengudara selama 26 menit, pesawat mengalami gangguan. 

Dari hasil investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi, diketahui bahwa sebelum pesawat ini jatuh, sempat terjadi empat kali gangguan di mesin pesawat. 

Gangguan Pertama, Terjadi pada 06.01 WIB

Gangguan ini terjadi karena ada sobekan solder di salah satu bagian mesin. Sobekan solder ini, membuat aliran listrik putus-nyambung dan mengganggu peralatan pengendali pesawat. Ketika listrik tidak mengalir, maka pengendali pesawat yang dikenal dengan Rudder Travel Limited Unit (RTLU) mati. 

Gangguan ini menyebabkan alarm pesawat menyala. Dan tentu kita semua tahu dong, bahwa tentu keamanan pesawat dibuat jauh lebih canggih dibandingkan kendaraan lainnya. Maka ketika RTLU mati, sistem pesawat yang bernama Electronic Centralized Aircraft Monitoring (ECAM) memberikan beberapa saran di layarnya. "Ini loh yang harus dilakukan" begitu barangkali. 

Pilot mengikuti petunjuk yang ada di ECAM dan pesawat dapat kembali dikendalikan. 

Gangguan Kedua, Terjadi pada 06.09 WIB 

Delapan menit kemudian, gangguan terjadi lagi. Kasusnya sama seperti gangguan pertama dan ketika pilot mengikuti petunjuk yang ada di ECAM, pesawat kemudian dapat diterbangkan kembali dengan normal.  

Gangguan Ketiga, Terjadi pada 06.13 WIB 

Masih sama, gangguan ketiga juga persis seperti gangguan pertama dan kedua. Diindikasikan sobekan solder terbuka lagi dan menyebabkan aliran listrik mati dan RTLU terganggu. ECAM memberikan masukan di layar dan pilot menurutinya. Pesawat pun kembali bisa terbang normal. 

Gangguan Keempat, Terjadi pada 06.15 WIB 

Nah, pada gangguan keempat ini, listrik benar-benar tak mengalir dan menyebabkan Flight Aucmentation Computer (FAC) tidak memberikan daya apapun ke RTLU. Akibatnya, pesawat benar-benar jatuh bebas tanpa tenaga. 

Ini sama saja seperti kalian menjatuhkan pesawat mainan dari rumah lantai dua. Ia akan menukik tajam dan berputar-putar. Sekarang bayangkan bahwa yang jatuh itu adalah pesawat Air Asia yang bobotnya pasti berat sekali. Ia jatuh bebas dan menukik. Kondisi ini terjadi selama 9 detik saja. 

Tapi itu cukup membuat pesawat tak terkendali sama sekali. Hidung pesawat berada di bawah dan terjun bebas. Kondisi ini, menurut KNKT adalah kondisi yang memang sudah bisa diantisipasi lagi oleh pilot. Bahkan kalau tiba-tiba saja mesin hidup, pesawat sudah kehilangan daya angkatnya dan tidak bisa kembali terbang normal. 

Setelah gangguan keempat, pesawat kemudian jatuh dan menabrak permukaan laut dengan kecepatan yang luar biasa. Hal ini menyebabkan tubuh pesawat hancur. Dari kejadian ini, tidak ada korban selamat. Ada 155 penumpang dan 7 kru yang meninggal. 

Hikmah dari Kejadian Jatuhnya Pesawat Air Asia QZ8501

Secara pribadi, saya tentu mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya untuk korban dan keluarganya. Semua terjadi atas kehendak Allah. Dan kita yang masih hidup ini, setidaknya bisa mengambil pelajaran dari setiap kejadian. Bahwa ajal bisa datang kapan saja. Dia senantiasa mengintai kita semuanya. 

Tidak pandang usia, tidak peduli muda atau tua, tidak peduli sehat atau sedang sakit dan menderita, kematian bisa datang kapan saja. Maka mari, kita selalu berbenah diri menjadi lebih baik lagi ke depan. Hidup cuma sekali dan jangan disia-siakan. 

Untuk Air Asia dan seluruh maskapai penerbangan, semoga kejadian ini menjadi pelajaran yang dalam agar semuanya bisa lebih intens lagi memperhatikan pesawatnya. Semoga kejadian serupa tak terulang lagi di kemudian hari. 

Demikian. 


EmoticonEmoticon