Like Fanpage Bang Syaiha

Kisah Nyata: Tentang Sedekah yang Melipatgandakan Penghasilan dan Keberkahan!

By Bang Syaiha | Tuesday, 8 December 2015 | Kategori: |

Kisah Nyata: Tentang Sedekah yang Melipatgandakan Penghasilan dan Keberkahan, bang syaiha, http://bang-syaiha.blogspot.co.id/
Sedekah
"Allah itu maha kaya, Bang Syaiha," katanya ke saya beberapa waktu lalu, "Nggak ada yang nggak mungkin bagi-Nya, bukan?" 

Saya mengangguk. Yang dikatakannya memang benar. Tapi, ketika cerita yang baru saja disampaikannya seperti tak masuk akal, saya lalu mempertanyakan. Bagaimana bisa dia hidup berkecukupan? Padahal gaji suaminya tak seberapa. Secara Matematika, gaji itu akan habis seketika jika dibagi-bagi: untuk sekolah kedua anak mereka dan untuk makan sehari-hari. 

"Dulu, saya juga nggak yakin bisa cukup!" katanya kemudian. 

"Lalu, apa yang membuat semuanya menjadi cukup?" saya mencecarnya dengan pertanyaan lanjutan. Saya benar-benar penasaran dan ingin tahu banyak hal darinya. Bagi saya, kehidupannya memang menakjubkan dan layak diberitakan ke orang-orang.  

"Itulah keajaiban!" 

"Ceritakan ke saya!" pintaku sedikit memaksa. 

"Jadi, begini," katanya memulai berkisah, "beberapa tahun lalu, saya rutin mengikuti kajian yang diisi oleh Ust. Yusuf Mansur di salah satu stasiun televisi. Penjelasannya membuat saya penasaran dan tergerak untuk mencoba anjuran yang diberikan: bersedekah!" 

Saya mendengarkan. 

"Awalnya, saya coba dengan seliter beras. Saya berikan ke anak yatim yang ada di sekitar. Dan ajaibnya, tak sampai seminggu setelah sedekah itu, cincin anak saya yang hilang sudah hampir setahun kembali begitu saja. Nongol di pojok ruangan. Padahal nih ya, saya sudah mencari kemana-mana! Semua barang sudah saya angkat, sudah digeser, dan dipindahkan, demi mencari cincin yang hilang itu." 

"Ketemu?" 

"Tidak, Bang Syaiha! Cincin itu seperti hilang begitu saja. Raib entah kemana." ia diam sejenak, lalu melanjutkan, "Karena hal itulah, akhirnya saya ikhlas dan tak memikirkan lagi perihal cincin itu. Hingga ketika ia muncul lagi setelah saya bersedekah, saya lalu bersyukur, bertekad dalam hati untuk terus menyisihkan sebagian harta saya buat orang-orang yang membutuhkan." 

"Nggak takut kehabisan uang, mbak? Gaji suami kan nggak besar?" 

Teman saya ini menggeleng mantap sekali, "Tidak! Toh, sudah bertahun-tahun saya praktikkan apa yang dianjurkan Ust. Yusuf Mansur, rejeki saya tak berkurang. Malah sepertinya bertambah dan cukup-cukup saja."

"Kalau boleh tahu, sedekah setahun ini berapa, mbak?" 

"Alhamdulillah tahun ini sekitar 12 jutaan saya sedekahkan ke berbagai tempat. Semoga saja bermanfaat buat banyak orang." 

Dua belas juta? Tentu saja, jika bagi orang kaya itu adalah hal yang sedikit. Tak ada apa-apanya. Tapi bagi dirinya, yang sejak awal sudah saya katakan bahwa gaji suaminya tak besar, 12 juta adalah jumlah yang wah. Banyak sekali. Itu sama saja dengan gaji suaminya selama 6 bulan! Dan ia tidak pernah kekurangan walau sudah memberikan banyak kepada orang-orang. 

Begitulah, sekelumit percakapan yang saya lakukan dengan seorang teman beberapa waktu lalu. Ini kisah nyata, dan karena permintaan darinya agar namanya tidak disebutkan, maka di tulisan ini pun tidak saya cantumkan. 

Kita cukup mengambil pelajaran saja, bahwa sedekah, sekali lagi, tidak akan mengurangi rejeki kita. Justru sebaliknya, ia akan membuat harta kita bertambah berkah dan jumlah. 

Demikian. 

1 komentar:

avatar

Semoga Allah memberkahi kita semua dengan sedekah


EmoticonEmoticon