Like Fanpage Bang Syaiha

Miris: Hamil Dulu, Baru Menikah, dan Punya Anak!

By Bang Syaiha | Thursday, 17 December 2015 | Kategori: |

hamil di luar nikah, zina, pacaran pintu awal perzinahan, bang syaiha, http://bang-syaiha.blogspot.co.id/
Miris melihat urutan ini
Ketika mendapatkan gambar ini, saya sempat tertegun. Mengapa? Yah, jangan sampai nanti di benak anak-anak kita yang tergambar adalah seperti itu. Bahwa urutan yang benar tentang pernikahan adalah: hamil dulu, menikah, dan kemudian punya anak. Ini tidak benar, salah, dan berdosa. 

Ketika mendapatkan gambar ini, yang ada di benak saya adalah tentang fenomena banyaknya perempuan yang hamil di luar nikah, hamil, dan meminta pertanggung jawaban. Contoh kecil, teman saya. Pernah ada (saya tidak sebutkan nama dan tempat tinggalnya), seorang teman saya yang menikah bulan agustus dan tiga bulan kemudian sudah melahirkan. 

Usut punya usut, ternyata ia memang sudah hamil enam bulan ketika menikah. Dan diketahuilah bahwa yang menghamilinya adalah pacarnya sendiri. Melakukan hubungan badan suka sama suka. Ketika hamil, baru mereka kelabakan. Sudah beragam cara digunakan untuk menggugurkan kandungan tapi tak berhasil. Saat perut semakin lama semakin besar, mau tidak mau mereka dinikahkan. 

"Bang Syaiha, kali aja bukan karena hamil di luar nikah, bisa saja memang prematur kan?" 

Ketika ada yang mengajukan teori ini, saya hampir saja tertawa. Mengapa? Pertama: mana ada prematur dalam waktu tiga bulan. Biasanya, dan ini yang paling sering bahwa prematur sering terjadi di bulan ke tujuh kehamilan. Kedua: bayi pada usia tiga bulan di kandungan belum memiliki kehidupan. Maka agak aneh saja jika lahir di tiga bulan kehamilan dan bayinya bernapas, sehat, dan lengkap. 

Tips yang Bisa Dilakukan Agar Terhindar dari Hamil Diluar Nikah

Satu: Jangan Pacaran. Mengapa? Karena sebagian besar (jika tak ingin bilang semua) zina dan kehamilan di luar nikah disebabkan karena aktivitas pacaran. Jalan berdua-duaan, pegang-pegangan tangan, eh lalu coba-coba naik ke ranjang. Awal-awalnya mungkin masih bilang enak, ingin coba lagi. Pas hamil, baru kelabakan. 

Dua: Buat Lelaki, Jangan Menonton Film Porno. Mengapa saran ini saya tujukan pada lelaki saja? Karena dari penelitian yang pernah saya baca, hobi menonton film porno memang sering dilakukan oleh mereka. Perempuan memang ada, tapi jarang. Perbandingannya mungkin bisa sepuluh berbanding satu. Jika lelaki jarang (tidak pernah) menonton film begituan, saya pastikan dorongan untuk ke arah sananya juga lebih bisa dikendalikan. 

Tiga: Bergaullah Dengan Orang yang Baik. Ingat pesan nabi, bahwa jika kita bergaul dengan penjual parfum, maka kita akan ikut harum juga. Sebaliknya, jika kalian bergaul dengan pandai besi, maka kalian akan bau asapan. Ini bukan merendahkan seorang pandai besi ya, tapi tentang pentingnya memilih pergaulan. Bahwa lingkungan akan berpengaruh besar terhadap tingkah laku seseorang. 

Empat: Dekatkan Diri Kepada Allah. Nah, ini penting sekali, bahwa sekuat apapun godaan setan, asal kita bisa mendekatkan diri kepada Allah, semuanya akan baik-baik saja dan bisa dihadapi. Minta selalu perlindungan kepada Allah. Berdoa dan tilawah. Banyak-banyak shalat dan berdzikir. 

Demikian. 

4 komentar

avatar

Yang LDR beda negara, kan aman dari godaan setan, ya, Bang Syaiha. Jadi boleh ya pacaran. 🙆

avatar

Hahaha...
Nyari celah nih mbak?
Piye kabare?

avatar

Miris dan jadi emosi sendiri kalo ada yg gitu apalagi kejadiannya beberapa kali ditemukan di rs. Pasti akan ketahuan sekalipun ditutupi. Ketidaksiapan mempunyai anak akan terlihat.

avatar

Kerja di RS ya mbak/mas?


EmoticonEmoticon