Like Fanpage Bang Syaiha

Miris, Karena Bangkrut dan Ditinggalkan Istri Muda, Si Rozali Nekat Gantung Diri di Jembatan Ampera

By Bang Syaiha | Monday, 28 December 2015 | Kategori:

Karena Bangkrut dan Ditinggalkan Istri Muda Si Rozali Nekat Gantung Diri di Jembatan Ampera, Bang Syaiha, http://bang-syaiha.blogspot.co.id/
Karena Bangkrut dan Ditinggalkan Istri Muda Si Rozali Nekat Gantung Diri di Jembatan Ampera
Saya sempat heran juga, mengapa kalimat Gantung Diri di Ampera menjadi trending di Google pagi ini. Apa yang terjadi? Apakah ada orang yang bunuh diri disana? Atau hanya ucapan salah satu politikus yang cari sensasi seperti salah satu tokoh yang pernah bilang, "Gantung saya di Monas?" 

Berbekal rasa penasaran itulah akhirnya saya membuka berita di beberapa portal online dan menemukan bahwa telah ditemukan jasad seorang lelaki berusia 56 tahun yang kemudian diketahui bernama Drs Rozali. Dia adalah seorang pengusaha dan punya istri muda. Malangnya, usahanya gulung tikar karena bangkrut dan istri mudanya pergi meninggalkannya. 

Dua hal ini diduga menjadi penyebab si Rozali mengakhiri hidupnya. Ia depresi, stress, dan tertekan. Hidupnya pasti linglung dan kemudian setan datang, Membisikkan beberapa anjuran yang menyesatkan, "Sudah tak ada lagi gunanya kau hidup, Rozali. Akhiri saja semuanya. Pergi ke Jembatan Ampera, gantung diri disana! Dengan kematian, maka penderitaanmu akan berakhir dan selesai!" 

Dan setan pun berhasil, ia menang dan Rozali kalah. Si bapak yang sebenarnya sudah tua itu (56 tahun) kemudian ditemukan tak bernyawa, tergantung di pinggir jembatan Ampera dengan seutas tali. Terayun-ayun dan disaksikan banyak orang. 

Saya geleng-geleng kepala membaca berita yang ada di beberapa portal. Pertama, karena menyesalkan apa yang dilakukan Rozali. Pasalnya, ia kan sudah tua, sudah 56 tahun dan kalau mengikuti trend kematian, toh hanya tinggal menunggu beberapa tahun lagi juga pasti pergi (baca: mati). Apalagi, beberapa orang yang ditanyai, katanya si bapak Rozali ini sudah sakit-sakit pinggang, sudah uzur dan tidak muda lagi. 

Kedua, mengapa saya geleng-geleng kepala? Karena menurut saja, mengkahiri hidup dengan bunuh diri itu adalah pilihan paling picik. Pilihan orang-orang kalah yang tidak berpikir panjang. Pilihan orang-orang yang lupa akan Tuhan. Mungkin, sebelum bunuh diri, orang-orang itu berpikir bahwa setelah kematian semuanya akan berakhir. Mereka tak perlu menderita dan depresi lagi. Mereka akan tenang dan damai disana. 

Padahal tidak. Saya rasa, agama manapun mengajarkan kepada pemeluknya untuk tegar. Untuk bisa kuat dan tahan banting menghadapi masalah yang dihadapinya. Saya rasa, agama apapun mengajarkan kepada pemeluknya, bahwa setelah kematian, masih ada perhitungan yang harus dilakukan. Agama apapun, tak mengajarkan orang-orang untuk menyerah pada masalah, lalu bunuh diri untuk bisa damai. Tidak!

Masalah selalu ada dan akan tetap ada. Ia datang untuk menguji sekuat apa keimanan kita, sekuat apa keyakinan kita. Dan yakini saja, setiap masalah yang datang pasti turun beserta solusinya. Hanya, ia tersembunyi dan tugas kitalah mencari. Jangan mudah menyerah dan kemudian putus asa. 

Demikian

2 komentar

avatar

Orang yang bunuh diri itu biasanya depresi berat, atau punya gangguan mental yang sudah parah...

avatar

Iya mas, bener banget tuh..


EmoticonEmoticon