Like Fanpage Bang Syaiha

Prio Santoso, Pembunuh Tata Chubby Divonis 16 Tahun Penjara

By Bang Syaiha | Wednesday, 2 December 2015 | Kategori: |

Tata Chubby dan Prio Santoso
Tata Chubby dan Prio Santoso
Kalian pasti sudah tahu dong kasus pembunuhan Tata Chubby yang sempat heboh beberapa bulan lalu? Korban adalah (maaf) pelacur dunia maya. Dia menjajakan dirinya melalui sosial media, twitter, dan mendapatkan pelanggan darisana. Kabarnya, pelanggan yang datang ramai. Apa sebab? Pertama karena memang dia tak meminta DP, sehingga orang aman-aman saja memesan jasanya. Kedua, karena murah. Sekali main cuma 350ribu. 

Selanjutnya, pembunuh Tata Chubby bernama Prio Santoso. Dia lelaki muda berusia 24 tahun. Ketika ditanya polisi, apakah dia sering jajan sembarangan? Dia menjawab bahwa Tata Chubby adalah pengalaman pertama kalinya melakukan demikian. 


Prio Santoso sendiri adalah bekas anak kuliahan di IPB, sebuah perguruan tinggi besar yang bonafit. Dan usut punya usut, ternyata dia tidak selesai kuliah disana karena lebih dulu mendapatkan pekerjaan sebagai guru privat di sebuah bimbingan belajar. Saat melakukan pembunuhan, dia sudah menikah dan memiliki anak satu. 

Dari beberapa situs berita yang saya baca, Prio sebenarnya adalah lelaki yang baik. Ia sering ke masjid, selalu menjadi bintang kelas, dan lulusan pesantren ternama di kotanya. Karena prestasi dan nilainya yang bagus, ia lalu mendapatkan beasiswa dari kementerian agama saat sedang kuliah di IPB. Dan ketika menulis postingan ini, saya sendiri masih belum tahu, apa sebabnya ia menjadi khilaf melakukan dua dosa besar sekaligus: berzina dan membunuh. 

Apakah Prio Santoso tidak tahu bahwa yang dia lakukan adalah dosa besar? Oh, tentu saja dia tahu, bukan? Dia pasti sudah pernah belajar tentang jenis-jenis dosa besar. Hanya saja, godaan setan boleh jadi lebih besar dan menggiurkan. Makanya ia kemudian terjerumus dan setan menang. Mereka tertawa terbahak-bahak melihat kebodohan dan kelaliman yang dilakukan oleh Prio. 

Lalu, untuk dua institusi pendidikan yang pernah menjadi tempat Prio mengenyam pendidikan, IPB dan Pesantren, tentu saja tak ada hubungannya dengan sikap dan prilaku Prio. 

Jangan hanya karena Prio terbukti membunuh, lalu kita mengecap bahwa IPB dan pesantren adalah sarangnya penjahat. Itu sikap yang bodoh. Sama seperti ketika lulusan UGM tertangkap tangan sedang korupsi, apakah itu artinya UGM adalah perguruan tinggi pencetak koruptor-koruptor ulung? Tentu saja tidak. 

Ada banyak hal yang membentuk seseorang menjadi begini dan begitu. Bisa lembaga pendidikannya, orang tua dan sanak kerabatnya di rumah, hingga lingkungan dan tontonan yang disaksikan. Dan dari kesemuanya itu, saya rasa lingkungan dan tontonan yang dinikmatinya mengambil porsi terbesar dibandingkan yang lain.

Terakhir, godaan setan itu memang mengerikan. Maka adalah sebuah keniscayaan untuk terus memperbaiki diri menjadi lebih kuat dan kokoh. Banyak-banyaklah berkumpul dengan orang shalih/shalihah, ikuti beragam aktivitas, dan jauhi tontonan yang tidak mendidik. 

1 komentar:


EmoticonEmoticon