Like Fanpage Bang Syaiha

Resensi Novel Sepotong Diam: Tragedi Cinta yang Tak (Belum) Sampai

By Bang Syaiha | Friday, 4 December 2015 | Kategori: | |

Sepotong Diam karya Bang Syaiha, http://bang-syaiha.blogspot.co.id/
Sepotong Diam karya Bang Syaiha

Mari kita awali dengan sebuah fakta, bahwa begitu banyak novel mengangkat tema cinta di dalamnya. Persoalan cinta ini seolah tidak akan habis digali hingga akhir waktu. Karena memang pada kenyataanya juga demikian. Sepertinya itu sudah merupakan bagian dari takdir penciptaan manusia. Tengoklah kembali sejarah keberadaan manusia di bumi ini. Persoalan pertama yang lahir adalah soal percintaan, yaitu ketika Qabil dan Habil berselisih tentang siapa yang berhak menikahi Iklima.

Dalam novel setebal 332 halaman ini, Penulis menghidupkan tokoh sentral bernama Muhamad Khalid. Sebagai seorang mahasiswa, khalid ditakdirkan oleh si penulis novel menjadi seseorang yang kurang sempurna secara fisik, namun amat membanggakan secara non fisik, kesalehan dan semangat hidupnya begitu kokoh. Khalid lahir dan dibesarkan dalam keadaan serba terbatas. Namun semangat hidupnya untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri, seolah tanpa batas.

Khalid penuh prestasi. Ia meraih berbagai penghargaan. Ia bisa lulus masuk sebuah perguruan tinggi negeri unggulan di negeri ini, bahkan tanpa tes. Ia mampu masuk jurusan yang paling diunggulkan. Ia meraih nilai sangat baik. Ia juga dikagumi dengan semangat hidupnya. Ia amat layak diteladani dalam segi kesalehannya. Namun … seperti pada tokoh utama novel cinta lainnya, Khalid disuguhi kenyataan pahit seputar persoalan rasa di dalam hatinya … cinta.

Novel ini penuh dengan muatan religiusitas. Tampak secara intrinsik maupun ekstrinsik. Si Penulis sungguh apik mewarnai kisah cinta anak manusia ini dengan ruh ke-Islaman. Hal itu tampak dari keseharian tokoh utama, cara si tokoh utama mencari cinta, memelihara cinta, hingga berusaha mendapatkannya. Pemilihan kata, pendeskripkian susasana dan lingkungan, pemilihan setting, semuanya serba teliti dan tentu tidak fulgar.

Selain itu, novel ini juga cukup kaya muatan motivasi. Bagi saya sebagai pembaca, novel ini terbilang novel yang cukup menggugah. Dalam arti, muatan motivasi di dalamnya mampu membuat saya termotivasi serupa dengan apa yang menjadi pola hidup si tokoh utama, penuh perjuangan dan ketangguhan. Lebih dari sekedar hebat, tokoh Khalid dalam novel ini sungguh menakjubkan.

Bagi saya, jika seseorang memiliki semangat hidup yang tinggi, dia hebat. Tapi yang menakjubkan adalah, jika orang yang memiliki semangat tinggi itu ternyata memiliki kekurangan (cacat fisik). Sudah tentu, orang itu harus mati-matian melawan rasa rendah diri dalam hatinya, lalu berupaya berjuang dalam keterbatasannya, hingga meraih kesuksesan melebihi ornag yang hidupnya tanpa cacat. Bukankah itu menakjubkan?

Tapi ya itu tadi … malangnya tokoh utama novel cinta itu, ya itu … kisah cintanya malah menjadi sebuah tragedi. Sepertinya kemalangan itu menimpa banyak tokoh utama di setiap novel cinta, terutama yang berbau melankolis. Tengok misalnya; Di Bawah Naungan Ka’bah karya Hamka. Tapi tentu tidak semua seperti itu juga. Tengok misalnya; Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman el-Shirazy.

Tentunya novel ini tidak lepas dari beberapa kekurangan. Secara umum, isi novel ini bagus. Kekurangan itu muncul dari segi di luar isi, seperti editing yang sepertinya belum tuntas dan cover buku yang tidak tahan lama. Ada banyak editan dalam novel ini yang saya anggap belum tuntas diedit. Terbukti salah pengetikan itu tidak hanya satu atau dua, tapi begitu banyak (catatan editan itu saya lampiran pada bagian lain dari resensi ini). Begitu pula dengan covernya, satu kali baca sudah melinting dan rusak. Untuk novel berkualitas baik seperti ini, sungguh elegan jika sampul bukunya adalah hardcover.

Namun demikian, novel ini tentu tidak bisa Anda nikmati dengan hanya membaca resensinya belaka. Anda sudah bisa mendapatkan novel penuh motivasi ini di toko-toko buku terdekat, atau bisa langsung memesan kepada penulisnya. Selamat membaca!

Jika ingin memiliki buku ini, silakan hubungi Bang Syaiha langsung: 08567930929


EmoticonEmoticon