Like Fanpage Bang Syaiha

Saya (Tidak) Merayakan Malam Tahun Baru 2016!

By Bang Syaiha | Sunday, 27 December 2015 | Kategori:

Saya (Tidak) Merayakan Malam Tahun Baru 2016, Bang Syaiha, http://bang-syaiha.blogspot.co.id/
Saya (Tidak) Merayakan Malam Tahun Baru 2016
Nggak kerasa, tahun 2015 sebentar lagi selesai. Tinggal menunggu waktu saja, maka ia pergi dan 2016 datang mengganti. Padahal, sepertinya baru kemarin tahun baru saya lewati bersama istri sambil bakar-bakar ayam yang enaknya tiada terperi (ini lebay), eh sekarang malah sudah tahun baru lagi. Dan kali ini, tahun baru akan saya lalui dengan sang buah hati, Alif Fathul Hadi

Saya tidak khusus merayakan tahun baru dengan sesuatu yang spesial. Hanya saja, ketika malam tahun baru kan kerja libur dan biasanya saya pulang ke rumah mertua, jadi, sambil kumpul-kumpul bersama keluarga, tak ada salahnya membeli sesuatu untuk di makan bersama. Biasanya ayam atau ikan yang cukup besar dan dinikmati sekeluarga. Ada banyak hal yang kami bicarakan, tentang pekerjaan, rencana masa depan, atau apa saja. 

Bagaimana dengan malam tahun baru 2016? Apakah saya akan merayakannya? Entah!

Sambil menulis postingan ini, saya sempat mengintip bahwa malam tahun baru 2016 nanti jatuh malam Jumat. Itu artinya akan ada libur panjang yang beruntun, Jumat hingga Minggu. Ada tiga hari yang bisa digunakan untuk bersantai dan berkumpul bersama keluarga. Apa yang akan saya lakukan? 

Ada beberapa pilihan tentu saja: 

Pertama, boleh jadi saya akan pulang ke rumah mertua yang letaknya di sekitar Kayu Manis, Bogor. Tak jauh dari perumah Taman Tirta Cimanggu. Disana, paling banter saya akan istirahat total. Tidur dan makan saja. Begitulah, kalau di rumah mertua, saya tak diijinkan bekerja. Karena memang tak ada kerjaan yang bisa saya lakukan. 

Dan jika saya ke rumah mertua, di malam tahun baru kemungkinan saya akan membeli sesuatu untuk dimakan bersama sambil duduk santai dan bercengkerama. Kami tidak merayakan malam tahun baru, karena biasanya obrolan itu tak sampai tengah malam. Kami semua akan tidur dan terlelap bahkan ketika pergantian tahun masih lama. 

Lalu mengapa kami makan-makan? Tak lain hanya untuk menemani kami mengobrol kesana kemari saja. Tidak lebih. 

Kedua, jika saya tak pulang ke rumah mertua, maka saya dan keluarga boleh jadi akan di rumah saja. Membeli sesuatu yang bisa diolah dan memasaknya bersama istri tercinta. Itu adalah kegiatan yang seru dan mengasikkan. Seperti beberapa bulan lalu misalnya, kami berdua (saya dan istri), mengolah makanan di dapur. Apa yang kami buat? Bukan apa-apa sih. Kadang hanya sebuah omelet, perkedel, tumis kangkung, atau yang lainnya. 

Ini bukan tentang masakan yang kami kerjakan bersama. Bukan juga tentang rasa yang enak atau tidak. Lebih daripada itu semua, ini adalah tentang kebersamaan. Dengan memasak, kami bisa saling jawil, melempar potongan bawang mesra, mencolek istri saya dengan tangan yang berlumuran adonan, dan sebagainya. Kegiatan kecil itu (memasak bersama) mampu membuat kami berdua tertawa. Terlepas dari enak atau tidak masakan yang kami buat, kami tetap senang dan biasanya habis juga. 

Nah, itulah dua hal yang biasanya saya lakukan ketika malam tahun baru. Sekali lagi, ini bukan tentang merayakan tahun barunya (karena memang saya biasanya tidur jam sepuluh atau jam sebelas dan tak menunggu pergantian tahun), ini tentang kebersamaan keluarga dan keharmonisan. 

Demikian 

8 komentar

avatar

Ayo masak-masak lagi.. tapi gimana kalau kalai ini Abi aja yg masak? hehehe

avatar

Boleh, siapin aja bumbunya. Terus bilang, mau dimasakin apa?

avatar

saya merayakan karena memang untuk minggu kemarin yang libur mulai hari kamis, saya di rumah saja hahaha




dirgaenggar.com

avatar

Salam kenal Bang, dari adik tingkat Fateta..hahaha

avatar

Selamat tahun baru yang sebentar lagi..

avatar

Wah, salam kenal kembali..
Senang ada anak FATETA yang blogger juga.. hehehe

avatar

tahun baru dirumah saja aman, gak kehujanan, hahaaa

avatar

Bener mas.. di rumah aja, tidur..


EmoticonEmoticon