Like Fanpage Bang Syaiha

Berbagi Teknik Menulis di Perkumpulan Guru-Guru Hebat Se-Jawa Barat

By Bang Syaiha | Saturday, 30 January 2016 | Kategori:

Berbagi Teknik Menulis di Perkumpulan Guru-Guru Hebat Se-Jawa Barat, Bang Syaiha, Penderita Polio, http://bang-syaiha.blogspot.co.id/
Berbagi Teknik Menulis di Perkumpulan Guru-Guru Hebat Se-Jawa Barat
Tadi malam saya mengisi kuliah online tentang kepenulisan lagi. Tapi kali ini, pesertanya adalah guru-guru yang tergabung dalam alumni School of Master Teacher (SMT) se-Jawa Barat. Program ini adalah gebrakan dari Dompet Dhuafa, menjaring guru-guru yang memiliki kemauan keras untuk belajar dan memperbaiki diri lalu memberikan pelatihan intens selama beberapa waktu. 

Nanti, ketika pelatihan sudah diberikan, mereka akan di kembalikan ke sekolah masing-masing dan diharapkan menerapkan ilmu yang sudah diberikan.  

Dompet Dhuafa yakin, bahwa output yang baik dari pendidikan yang dilakukan terletak pada gurunya. Bukan pada gedung yang mewah dan wah, bukan pada kurikulum, bukan pada apapun. Meskipun gedungnya mewah dan kurikulum yang diterapkan adalah kurikulum 2060 misalnya (bukan lagi kurikulum 2013), tapi kalau gurunya malas dan tidak disiplin, hasilnya tetap saja nol! 

Sebaliknya, jika gurunya luar biasa hebat, mengajar karena penggilan jiwa, juga memiliki kompetensi yang tinggi dalam pelajaran yang diampunya, maka saya yakin, ini jauh lebih baik dari contoh yang pertama. Walaupun, dalam proses pembelajarannya, boleh jadi mereka hanya melakukannya di dalam rumah petak yang kecil, duduk lesehan, dan menggunakan papan tulis kapur berdebu yang sudah rusak disana-sininya. 

Nah, tadi malam, saya mengisi kuliah online di sebuah grup whatsapp yang isinya adalah guru-guru hebat dan menakjubkan, guru-guru seperti contoh yang kedua di atas. Mereka rajin belajar dan tidak pernah berhenti menuntut ilmu untuk mendukung profesinya, untuk meningkatkan mutu pembelajaran yang dibawakannya di depan kelas. 

Kuliah online dilakukan selama lebih kurang satu setengah jam. Saya menjelaskan sedikit tentang pengalaman saya menulis setiap hari, kemudian dilanjutkan diskusi. Pengalaman yang saya jabarkan adalah tentang teknik menulis bebas. Sebuah teknik dasar menulis yang seharusnya bisa dilakukan siapapun. 

Menulis bebas tuh apa? 

Seperti namanya, menulis bebas (atau istilah kerennya free writing) adalah teknik menuliskan apa saja yang ada di kepala sebebas-bebasnya. Dalam pelaksanaannya, kita tidak boleh menggunakan otak kiri saat mempraktikkan. Jangan banyak pertimbangan, tuliskan saja secepatnya dan sehabis-habisnya. 

Ketika ide yang ada di kepala sudah habis, barulah berhenti dan biarkan tulisan yang sudah dibuat selama satu atau dua malam. Biarkan ia mengendap. Selanjutnya, setelah didiamkan beberapa hari, buka lagi dan baca. Saya yakin, akan banyak ditemukan kata-kata yang tidak sesuai, tidak enak dibaca, dan sebagainya. Pada masa inilah kita lakukan editing. Mengubahnya menjadi lebih enak dinikmati. 

Sejak dulu, saya melakukan ini. Saya selalu menulis setiap hari dan membiarkannya satu malam sebelum mempostingnya di blog. Makanya, kata orang, tulisan yang saya hasilkan itu mengalir dan menyenangkan. 

Benar, bahwa kuliah online selama satu setengah jam itu tidak cukup, apalagi ini dilakukan di grup Whatsapp. Tidak saling bertatap muka, sehingga saya tidak tahu, apakah ketika saya menjelaskan, semua peserta memperhatikan atau tidak? Tapi saya juga tidak muluk-muluk sih, seminim-minimnya, semoga ada satu dua orang yang menyimak, meresapi dalam-dalam, dan mencoba mempraktikkan apa yang sudah saya jelaskan. 

Demikian. 

3 komentar

avatar

luar biasa, berbagi memang sangat indah.

avatar

Endapkan..edit.hmm, bener. Makasih, ilmu lagi..:)

avatar
This comment has been removed by the author.


EmoticonEmoticon