Like Fanpage Bang Syaiha

Berilah Denda pada Dirimu Sendiri!

By Bang Syaiha | Saturday, 9 January 2016 | Kategori: |

Berilah denda pada dirimu sendiri, Bang Syaiha, http://bang-syaiha.blogspot.co.id/

Saya liburan di Lampung dari Senin hingga Jum'at. Selama disana, niat awal saya juga ingin menulis setiap hari dan mempostingnya disini. Hanya saja, karena kendala dan lain hal, semua itu tak bisa saya lakukan. Jadilah sekarang saya punya hutang beberapa tulisan untuk diposting. 

Di Lampung ada paling tidak sebelas rumah yang harus saya kunjungi dalam waktu empat hari. Maka sejak pagi hingga malam, saya berkeliling kampung untuk mendatangi mereka yang kebetulan memang kakek dan nenek saya, paman dan bibi saya, serta sebagainya. Kesebelas rumah itu harus didatangi satu demi satu. Duduk sebentar dan mengobrol banyak hal. Tentu saja, sekali duduk tak cukup hanya satu dua jam. Kadang malah sampai setengah hari. Karena hal itulah maka saya tak berhasil menulis setiap hari selama disana. 

Saya sudah delapan tahun tak pulang kampung ke tanah kelahiran di Lampung. Maka liburan kemarin benar-benar saya manfaatkan dengan baik. 

Niat saya hanya dua hal kemarin: Pertama murni ingin silaturahim karena sudah lama tak bersua. Kedua ingin mengenalkan istri dan anak saya ke semua sanak kerabat. Sejak menikah hingga memiliki Alif, saya memang belum sempat mengunjungi saudara-saudara. Istri saya tak kenal paman dan bibi saya, begitu pula sebaliknya. 

Liburan kemarin juga sebenarnya hampir tidak jadi. Pasalnya, tahun 2016 ini pengeluaran saya memang akan banyak sekali. Dari membayar kontrakan rumah, membayar uang kuliah, dan sebagainya (doain biar bisa bayar semuanya yaa). Maka sebelum berangkat kesana, saya sempat bilang ke istri, "Sepertinya kita tak jadi liburan ke Lampung, Sayang. Nggak apa-apa, kan?" 

Istri saya menerima, tidak mengapa. 

Hanya saja, karena orang tua mendorong-dorong untuk pulang, akhirnya saya tetap berangkat juga. "Sudahlah, berangkat saja. Yang penting sediakan uang buat ongkos pulang pergi. Nggak usah mikirin beli oleh-oleh. Bilang saja sama paman dan bibi kalau niat kamu hanya silaturahim dan uang pas-pasan sehingga tak bisa membawa apapun. Mereka pasti paham." 

"Dan lagi, rejeki nanti bisa datang lagi. Uang bisa dicari lagi. Berangkat saja. Mumpung nenek masih ada, biar bisa melihat Alif. Nenek pasti senang melihat cucunya sudah berkeluarga dan punya momongan yang menggemaskan." 

Begitulah saya, asal orang tua (terutama ibu) sudah merestui dan mendorong-dorong, maka saya akan laksanakan. Simpel saja sih, saya selalu ingat pesan ini soalnya: "Ridho Allah itu ada di ridho orang tua!" 

Juga pesan yang ini: "Hormatilah ibumu, ibumu, ibumu, baru ayahmu!" 

Maka jika ibu saya sudah menyuruh saya pergi kesana, ya saya berangkat saja. Bismillah. 

Ketika berkemas-kemas, saya sempat bingung, "Bawa laptop nggak ya?" 

Sempat hendak saya tinggalkan saja di rumah, tapi tidak jadi ketika saya ingat bahwa saya ingin menulis setiap hari di blog. Yah, walau kenyataannya saya hanya menulis dua kali saja selama di Lampung, setidaknya saya sudah berusaha mencuri-curi waktu untuk bisa membuat sedikit coretan disini. Sisa hari yang bolong, akan saya bayar di hari lain. 

Begitulah. Saya memang menerapkan denda jika ada hari-hari yang bolong menulis. Bukan apa-apa, saya hanya ingin melatih diri sendiri agar bisa disiplin dan konsisten melakukan kebaikan (menulis). Dan saya juga percaya, hal-hal baik yang saya lakukan ini, walau kecil, kelak pasti akan memberikan manfaat yang banyak untuk diri saya sendiri. 

Demikian. 


EmoticonEmoticon