Like Fanpage Bang Syaiha

[Hari Pertama] Jalan-Jalan ke Kampung Halaman di Lampung

By Bang Syaiha | Monday, 4 January 2016 | Kategori: | |

Jalan-jalan ke Lampung, Bang Syaiha, http://bang-syaiha.blogspot.com/

Mata saya sudah redup, seperti bohlam lampu lima watt yang dialiri daya nyaris nol. Bayangkanlah, bahkan dengan daya penuh saja, bohlam 5 watt tak banyak bisa diandalkan, apalagi dengan daya yang nyaris tak ada apa-apanya.

Saya sudah mengantuk. Pasalnya, ini adalah hari pertama di Lampung (setelah 8 tahun tak mengunjunginya). Malam sebelumnya, saya berada dalam perjalanan Jakarta – Lampung dan tidak tidur semalam suntuk. Siang tadi, saya berkeliling kampung ke rumah saudara-saudara, bersilaturahim.

Pagi harinya, saya mengunjungi rumah nenek (dari garis almarhum ayah saya). Nenek saya, secara fisik masih segar, sehat walafiat. Tapi jika ditelisik lebih dalam, nenek saya sudah tak bisa dibilang tidak menderita sakit apa-apa. Dadanya sering sesak dan darah tingginya bisa kambuh kapan saja.

Nenek saya tak bisa melakukan pekerjaan berat. Sehari-harinya hanya di rumah mengurusi cucunya yang cukup banyak. Lah, jangankan cucu, buyutnya (anak-anak dari cucu-cucunya) saja sekarang sudah 20 orang. Alif Fathul Hadi, anak saya salah satunya.

Nenek saya terlihat gembira sekali melihat polah Alif yang kebetulan senang melakukan banyak hal (baca: ngeberantakin apa saja yang ada di sekitarnya). Nenek bahkan sampai-sampai bilang, “Alif ini calon anak pintar.”

Sebuah kalimat yang langsung kuaminkan dalam hati.

Selesai mengunjungi rumah nenek, saya langsung ke rumah salah satu adik dari almarhum ayah. Rumah itu terletak di ujung kampung dan sepi. Hanya tiga orang saja penghuninya. Paman, bibi, dan satu anaknya. Karena hal inilah, maka saya mengunjunginya di siang hari. Pertama, agar saya dan Alif bisa beristirahat dengan tenang tanpa gangguan. Kedua, karena memang rumah itu baru ada penghuninya setelah siang.

Pagi harinya, rumah itu kosong. Bibi mengajar di SD, paman dinas di kantor, dan satu anaknya bekerja di lembaga keuangan.

Siang hari, paman dan bibi sudah bilang dan kami bercengkerama banyak hal. Tentang kabar terbaru, tentang pekerjaan, hingga tentang apa saja. Tak berselang lama setelah mengobrol, saya mengantuk dan ijin tidur siang hingga ashar.


Silaturahim kali ini benar-benar menyenangkan. Satu karena saya memang saya sudah lama tidak berkunjung. Dua karena istri dan Alif mendapatkan pengalaman baru yang semoga saja tak terlupakan. 


EmoticonEmoticon