Like Fanpage Bang Syaiha

Lelaki Tak Lebih Kuat Dibandingkan Perempuan

By Bang Syaiha | Friday, 22 January 2016 | Kategori: |

Lelaki Tak Lebih Kuat Dibandingkan Perempuan, Bang Syaiha, Penderita Polio, http://bang-syaiha.blogspot.co.id/
Lelaki Tak Lebih Kuat Dibandingkan Perempuan
Kemarin, ketika saya blog walking ke beberapa website, saya menemukan sebuah quote yang menarik sekali, begini: “Konon, lelaki tidak lebih kuat dibandingkan perempuan. Pasalnya, lelaki memang hanya diciptakan dari tanah dan perempuan dari tulang rusuk yang tentu saja lebih kokoh dibandingkan tanah. Karena itulah, tidak mengherankan jika perempuan bisa melakukan banyak hal dan lebih bisa diandalkan.

Saking sukanya saya dengan quote itu, saya kemudian menjadikannya status di fanpage saya. Biar banyak yang membaca dan merenunginya. Siapa tahu ada yang tergugah dan terinspirasi, agar lebih menghargai perempuan dan tidak meremehkan mereka.

Perempuan, di mata saya, memang menakjubkan. Ibu saya misalnya, ia adalah orang yang hebat dan rela berkorban. Buktinya? Banyak!

Salah satunya adalah ketika kami sedang menikmati hidangan di meja makan. Masih ingat sekali saya, bahwa ibu pasti adalah orang terakhir yang akan mengambil nasi dan lauk pauk setelah kami semua mendapatkan jatah yang nikmat. Baginya, yang terpenting adalah anggota keluarga bisa makan enak. Sedangkan dirinya, mendapatkan sisa (atau kadang-kadang kehabisan juga tak mengapa).

Padahal, semua makanan yang ada di meja makan adalah hasil kreasinya. Maka secara logika, beliaulah yang sepantasnya mengambil makanan duluan dibandingkan anggota keluarga yang lain. Setelah itu baru ayah dan kemudian kami, anak-anaknya.

Tapi tidak! Ibu tidak melakukan demikian. Ibu mengalah dan membiarkan kami duluan. Kami biasanya saling berebutan, mengambil potongan lauk paling nikmat dan seringkali lupa menyisakan untuk ibu. Bukannya marah, ibu malah senang. Bahagia karena masakannya disukai oleh semua anggota keluarga.

Selain pengorbanannya di meja makan, masih banyak pengorbanan ibu yang lain, semisal dialah yang senantiasa bangun paling pagi dibandingkan yang lainnya.

Padahal, malam harinya, saya pun bisa memastikan bahwa ibu sering kali adalah orang terakhir yang terlelap. Setelah memastikan anak-anaknya nyenyak, setelah memastikan pintu dan jendela terkunci rapat, juga memastikan nyamuk tak ada yang berani mendekati kami, ibu baru bisa beristirahat dengan nyaman.

Besok paginya, tak peduli matanya masih mengantuk atau tidak, ibu akan bangun paling awal dan langsung menyiapkan sarapan. Sejak bangun hingga akan tidur lagi malam harinya, pekerjaan ibu di rumah seperti lomba lari estafet yang tidak pernah berhenti.

Jika dua contoh di atas masih kurang greget, maka cobalah kembali renungkan bagaimana ibu kita kesusahan ketika hamil dan melahirkan. Pasti sakit sekali mengeluarkan kita yang masih bayi melalui jalan keluar yang begitu kecil. Dan semua kesakitan itu, ditanggung oleh ibu kita seorang diri.

Ibu kita rela melakukan banyak hal demi anak-anaknya.

Atau dalam kasus saya misalnya, ibu saya pernah sampai berujar, “Syaiha, jika mamak bisa meminta ke Allah, mending mamak saja yang pincang. Mamak rela, asal kamu bisa sehat kembali dan berjalan seperti orang-orang normal lainnya.”

Ah, pokoknya, ibu kita benar-benar luar biasa.

Selanjutnya, ketika telah menikah sekarang, sayapun kembali merasakan betapa perempuan itu mengagumkan. Semua yang dilakukan ibu saya di atas juga dilakukan istri saya. Ia yang awalnya tidak bisa memasak, selalu bekerja keras dan belajar agar bisa. Ia mencoba beragam resep, mencoba memasak makanan yang saya suka.

Jika sudah jadi, saya akan jadi orang pertama yang dimintanya menikmati. Ia menunggu sisa-sisa saya dan rela-rela saja memakannya. Kebahagiaan terbesarnya adalah ketika hasil masakannya lahap saya makan. Katanya, “Bagiku yang penting abi seneng. Aku nggak kebagian juga nggak apa-apa.”

Amboi, istri saya sudah pandai sekali menggombali.

Selain tentang memasak, istri saya juga selalu bangun pagi dan tidur paling akhir. Saya biasanya sudah terlelap jam sepuluh malam, sedangkan istri saya bisa hingga tengah malam. Tapi bangunnya selalu paling duluan dan membangunkan saya yang konon, ia bilang susahnya minta ampun.

“Abi nih tidurnya kayak sapi pingsan,” katanya meledek, “Aku bangunin dari jam tiga pagi, menjelang adzan Shubuh baru bangun.”

Biasanya saya hanya akan nyengir saja, memeluknya erat, lalu mencium keningnya. Tak lupa, sambil melakukan itu semua, saya membisikkan kalimat ini: “Insya Allah semua kerja keras ummi bangunin abi barusan akan berbalas surga. I love you.. Abi ke masjid dulu ya, mau shalat Shubuh.”

Romantis, kan? Makanya segera menikah. Agar bisa mempraktikkannya juga!

Satu hal lain yang juga saya kagumi dari seorang perempuan adalah kemampuannya melakukan banyak pekerjaan sekaligus. Ini luar biasa. Sesuatu yang tidak pernah bisa saya lakukan. Saya ini tipe orang yang harus fokus jika melakukan sesuatu.

Jika sedang menulis, ponsel saya jauhkan, televisi saya matikan, bahkan saya sampai mengultimatum istri saya, bilang, “Jangan ganggu abi kalau abi lagi nulis! Jangan ajak ngobrol. Pokoknya ummi diem aja. Kalau bisa malah jauh-jauh dulu.”

Atau ketika sedang membalas pesan singkat. Kalau istri saya mengajak saya bercengkerama, saya biasanya akan mengangkat tangan dan bilang, “Bentar, mi. Abi balas pesan ini dulu.”

Istri saya paham dan langsung diam. Nanti, ketika saya sudah selesai, barulah saya menagih, “Tadi mau ngomong apa?”

Tentu saja, dari semua yang saya jabarkan di atas, masih banyak lagi kelebihan seorang perempuan dibandingkan lelaki. Semua kelebihan itu Allah ciptakan demi peran yang akan dijalankannya di muka bumi. Dan seorang lelaki, karena peran yang akan diembannya berbeda, maka kelebihan dan kemampuannya juga akan berbeda dibandingkan seorang perempuan.


Demikian. 

19 komentar

avatar

Tulisannya bikin mewek apabila mengingat emak di kampung, sekaligus bikin baper para kaum jomblo yang belum menikah. Wkkkkk......

Selamat buat perempuan, dan selamat buat para lelaki yang pandai menghargai.

avatar

I'm so proud to be a woman, thank You Allah ..

avatar

Nah beda kasus bang, bukannya sering kehabisan tapi seringnya sisa makanan anak2 dan suami yang tidak habis, uminya deh yang habisin karena menganut prinsip 'sayang Dan biar dapet berkahnya' wkwkwkkk alhasil nambah terus berat badan nih -.- huhuhu

avatar

Nah beda kasus bang, bukannya sering kehabisan tapi seringnya sisa makanan anak2 dan suami yang tidak habis, uminya deh yang habisin karena menganut prinsip 'sayang Dan biar dapet berkahnya' wkwkwkkk alhasil nambah terus berat badan nih -.- huhuhu

avatar

Keren kata-katanya Bang Syaiha. Tersentuh, semoga bisa jadi anak perempuan ibu yang bisa dibanggakan, dan jadi istri, esok kala aku sudah menikah, dan menjadi kebanggan pula :)

avatar

Waaa, aku juga bakal jadi ibu, ibu yg hebat, aamiin

avatar

Seorang wanita memang hebat, buktinya ayah saya seakan tak bisa hidup tanpanya *aseek* ga ada makanan enak yg saya rasa selain masakan ibu. Malas makan di warung padang karena menu padang itu makanan sehari hari wkwkwk

avatar

Aih..saya jadi tersanjung..eh? Sebagai perempuan saya merasa sangat dihargai dengan tulisan ini. Yap!benar banget soal tidur paling malam Dan bangun paling pagi itu. Ini saya sudah membuktikan. Sayalun demikian, terlebih ketika sudah punya bayi....luar biasanya tidak pernah mengantuk berlebihan (mengantuknya biasa saja) meski hampir tiap hari begadang mengurus bayi yg hobi bangun tengah malam. Hehhehe

avatar

Semoga calon saya kelak adalag perempuan yang hebat hehehe

avatar

Aku terharu Bang...
Kini, aku belajar menjadi wanita yg benar2 strong...untuk imamku kelak...

avatar

Terimakasih sudah mampir, mbak..
Selamat karena telah menjadi seorang perempuan yang hebat..

avatar

I'm so proud to be a man. Thanks to Allah.. hehe

avatar

mamak saya juga demikian..
Sering makan malam2. Kalau ditanya, jawabnya "Sayang kalau dibuang.."

Jadilah beliau gendut seperti sekarang..

avatar

Semoga segera menikah dan bisa mempraktikkan apa2 yang sudah dibaca.. hehe

avatar

Wah..
Ayahnya pasti juga lelaki yang hebat dong.. Romantis dan setia.. Assseeekkk..

avatar

Iya, agak aneh memang.. Padahal tidurnya kurang, tapi kok nggak ngantuk2 amat yak?

avatar

Berarti mas juga harus jadi orang hebat.. hehe

avatar

Saya juga terharu ketika menuliskan catatan ini, ingat mamak dan istri saya.. hehe


EmoticonEmoticon