Like Fanpage Bang Syaiha

Lingkungan adalah Sekolah Terbaik Buat Kita!

By Bang Syaiha | Sunday, 3 January 2016 | Kategori: | |

Lingkungan adalah Sekolah Terbaik Buat Kita, Bang Syaiha, http://bang-syaiha.blogspot.co.id/
Lingkungan adalah Sekolah Terbaik Buat Kita, http://bang-syaiha.blogspot.co.id/
Saya baru saja sampai Jakarta, di Kayu Manis III. Ini juga baru sekitar lima menitan rehat dan langsung membuka laptop. Bukan apa-apa sebenarnya, hanya saja, saya memang sudah mengazamkan diri buat menulis di blog setiap hari, makanya saya bela-belain buat menulis apa saja disini. 

Ada beberapa hal yang terlintas di benak saya dan akan saya tuliskan di catatan ringan ini. 

Pertama, sepanjang perjalanan, anak saya antusias sekali melihat keluar jendela. Sambil tersenyum-senyum sendiri, tangannya melambai-lambai, boleh jadi ingin bilang, "Dada, Bang Alif mau ke Lampung dulu ya. Semoga kita nanti ketemu lagi." 

Tidak sampai disana, di dalam kereta, Bang Alif juga tak lepas menyaksikan setiap jengkal pernak-perniknya. Semua wajah dipandangi diam-diam. Ada kakek-kakek yang duduk termangu sendirian, ada lelaki yang masih muda dan tidur (entah beneran terlelap atau hanya pura-pura), ada seorang perempuan (lebih tepatnya ibu-ibu) yang menunggu belas kasihan untuk diberi tempat duduk, dan sebagainya. 

Bang Alif seperti sedang belajar (dengan manyaksikan setiap orang dan segala aktivitas di sekitarnya), lingkungan adalah sekolah baginya. 

Kedua, hal yang menarik mata dan pikiran saya selanjutnya adalah ketika perjalanan dari Manggarai ke Kayu Manis. Perjalanan itu tidak lama. Tapi cukup memberikan pelajaran berarti. Sebabnya, di sepanjang jalan yang sebentar itu, saya menyaksikan ada seorang bapak yang berkeliling membawa barang dagangannya (kalau tidak salah dudukan kompor gas). 

Saya mengernyit. Pasalnya, inilah pertama kali saya melihat ada yang menjual barang itu berkeliling. Di Bogor, tidak ada yang berjualan seperti itu. Peralatan kompor dan dapur, di jual di kios-kios. Jikapun ada yang berkeliling, biasanya menggunakan motor atau mobil. 

Menyaksikan bapak penjual dudukan kompor itu juga saya mengucapkan puji-pujian di dalam hati kepada Allah. Sebabnya, Allah memudahkan rejeki saya tiap bulan. Saya tidak perlu berpanas-panas, tidak perlu berjalan keliling kompleks untuk sekedar memberi nafkah istri dan buah hati. Saya memang dianugerahi kekurangan, kaki saya pincang. Tapi Allah ternyata memberi saya banyak kenikmatan dan kemudahan. 

Terimakasih ya Allah!

Dua hal inilah yang mengganggu pikiran dan benak saya. Maka setelah sampai di rumah adik saya di Kayu Manis III, saya langsung membuka laptop dan blogging. Menuliskan apa saja yang saya lihat dan perhatikan. 

Tentu saja, tulisan ini ringan dan tak ada apa-apanya. Tapi semoga berguna buat sesiapa saja yang tak sengaja membaca. 

Sekian. 


EmoticonEmoticon