Like Fanpage Bang Syaiha

Mengapa Gerakan One Day One Post Libur di Akhir Pekan?

By Bang Syaiha | Saturday, 16 January 2016 | Kategori: |

One Day One Post, Bang Syaiha, http://bang-syaiha.blogspot.com
One Day One Post
Saya merancang gerakan One Day One Post  hanya dari Senin - Jum'at saja. Sedangkan setiap Sabtu dan Minggu diliburkan. Jadi, selama dua hari diujung, setiap anggota tidak diwajibkan menulis dan mempostingnya di blog, facebook, atau twitter. Tapi itu bukan berarti peserta tidak boleh menulis di akhir pekan ini, boleh-boleh saja kok jika mau. Tapi hukumnya sunnah. 

[Klik link ini dan LIKE ya ONE DAY ONE POST]

Mungkin akan muncul pertanyaan, "Bang Syaiha, kalau akhir pekan tidak menulis, berarti bukan One Day One Post dong namanya?" 

Menanggapi pertanyaan itu, saya sih nggak ambil pusing. Karena namanya apapun, intinya gerakan ini mengajak orang lain untuk menulis setiap hari dan menyebarkannya di dunia maya. Dan kalaupun sekarang masih dilakukan dari Senin - Jum'at saja tak mengapa. Namanya juga masih pembiasaan. Nanti jika semua anggota sudah terbiasa, saya yakin toh mereka akan mampu menulis setiap hari tanpa mangkir. 

Lalu, mengapa saya meliburkan dua hari di ujung pekan? Mengapa tidak ful saja, menulis setiap hari tanpa jeda selama sebulan!

Nah, inilah yang akan saya bahas. Mengapa saya tidak melakukan demikian?

Satu, karena dalam aktivitas menulis kita tidak boleh meninggalkan aktivitas membaca. Maka di dua hari ini saya tidak mewajibkan anggota menulis dengan harapan mereka akan menyisihkan waktunya untuk membaca buku, artikel, atau apa saja. Membaca adalah menambah nutrisi pada pikiran dan akal. Dengannya, diksi kita akan bertambah, wawasan berkembang hingga ketika kita menghasilkan tulisan, ia akan menjadi lebih baik dan menawan. 

Dua, orang-orang mudah bosan dan penat. Apalagi jika menjalankan kegiatan yang sama setiap hari seperti menulis. Mereka butuh hiburan, butuh istirahat barang sejenak dua jenak. Gerakan One Day One Post ini, boleh jadi ringan bagi setiap orang. Lah wong hanya minimal menuliskan enam kalimat saja, maka tidak bisa? 

Tapi bagi sebagian yang lain, bisa jadi malah sebaliknya. Gerakan ini membebani, membuatnya berpikir setiap hari hendak menulis apa. Membuatnya lebih mengerahkan daya dan upaya untuk bisa membiasakan diri melakukannya. Karena hal inilah maka saya kemudian memutuskan untuk tidak mewajibkan menulis di dua hari terakhir, sabtu dan minggu. 

Tiga, di akhir pekan, orang-orang biasanya memilih jalan-jalan bersama keluarga. Jarang yang online dan berkunjung ke blog kita. Maka karena hal inilah saya tidak mendorong-dorong setiap anggota untuk menulis. Silakan berlibur juga bersama orang-orang tercinta. Nikmati akhir pekan dengan sebaik-baiknya. Dan di awal minggu nanti, semoga saja semua anggota sudah kembali semangat dan siap menulis lagi untuk lima hari ke depan. 

Demikian 

4 komentar


EmoticonEmoticon