Like Fanpage Bang Syaiha

Pilih Mana, Bekerja atau Berwirausaha?

By Bang Syaiha | Thursday, 28 January 2016 | Kategori:


Sejak ada beberapa orang yang bertanya tentang pernikahan dan saya tuliskan jawabannya di blog, entah mengapa, lalu banyak yang ikut-ikutan –bertanya. Mengirimi pesan singkat ke saya, menyampaikan keluh kesah dan masalah, lalu meminta masukan dan saran yang berguna.

Dan dari semua pertanyaan yang masuk, beragam sekali masalah yang disampaikannya. Ada yang bingung karena pacarnya tak lagi perhatian, ada yang sedang marahan sama teman, hingga yang galau karena pekerjaan.

Seperti masalah Budi –bukan nama sebenarnya. Dia sedang resah karena sudah sampai pada masa-masa akan lulus dari kuliah tapi belum punya pekerjaan. Galau bagaimana nanti menghadapi masa depan. Katanya, “Setelah lulus, apa yang harus saya lakukan, Bang Syaiha?”

Lah, mana saya tahu! Terserah kau saja lah, Bud. Lakukan apa yang kau sukai, kerjakan apa yang membuatmu nyaman. Jika yang kau kerjakan karena dua hal itu, suka dan nyaman, maka ke depan semuanya akan berjalan mudah.

“Saya bingung, Bang. Apakah akan bekerja di perusahaan atau berwirausaha saja? Kalau bekerja, kelebihannya adalah setiap bulan pendapatan saya pasti ada, dengan jumlah sekian.  Tapi kelemahannya, waktu saya terbatas, tekanan pekerjaan besar, dan sikut kiri serta kanan pasti kencang. Dan lagi, penghasilan saya ya segitu-segitu saja, tidak bertambah.”

“Kalau berwirausaha, kelebihannya adalah saya bebas mau bekerja kapan saja. Bebas menentukan kapan waktu libur. Saya bosnya. Tapi kelemahannya, pendapatan saya tidak tetap setiap bulan, bagaimana jika bulan-bulan tertentu usaha saya mampet dan penghasilan saya tak seberapa? Bagaimana jika usaha saya malah bangkrut, gulung tikar, dan tak bisa diandalkan?”

“Saya bingung, Bang. Mana yang harus saya pilih, bekerja atau berwirausaha?”

Nah, mendapatkan pertanyaan demikian, juga penjelasan yang sudah dijabarkan, saya jadi ikut-ikutan bingung harus menyampaikan apa. Pasalnya, dia toh sudah tahu semua kelebihan dan kelemahan masing-masing. Lalu, apalagi yang akan saya jelaskan?

Bagi saya, bekerja atau berwirausaha sama saja. Tujuannya adalah mencari penghasilan yang halal demi menghidupi anak istri dan keluarga. Yang satu tidak lebih baik dibandingkan dengan yang lain. Karena hal inilah, maka seorang wirausaha tidak perlu menganggap profesinya paling baik dan yang lain tidak, juga sebaliknya.

Benar, bahwa sembilan dari sepuluh sahabat rasulullah yang dijamin masuk surga adalah saudagar, pedagang yang sukses dan kaya raya. Tapi jangan lupakan sejarah juga, bahwa nabi Yusuf adalah seorang PNS di masanya, memegang jabatan penting dalam pemerintahan dan bekerja disana.

Dan toh sudah jelas bukan, bahwa dalam Islam, yang paling mulia, paling baik, juga paling beruntung, adalah yang paling bertakwa. Bukan yang berwirausaha atau pekerja.

Wirausahawan yang beriman dan bertakwa, rajin beribadah, dan tak lupa sedekah, tentu jauh lebih baik dibandingkan karyawan yang pekerjaannya sampai membuat dia melalaikan shalat dan lupa akan Tuhannya.

Sama juga, karyawan akan lebih baik dibandingkan pengusaha kalau selama ia bekerja, selalu ingat Allah, tidak lupa shalat lima waktu, dan senantiasa bertambah iman dan takwanya.

Jadi, jika ada yang bertanya, bagus mana mas, berwirausaha atau jadi pekerja di perusahaan swasta? Dua-duanya bagus, asal usaha dan pekerjaannya tak membuat dia lupa pada sang pencipta.


Demikian. 

4 komentar

avatar

Kalau saya akan pilih bekerja dengan perusahaan terlebih dahulu, menggali potensi diri sambil mencari pengalaman untuk wirausaha yang akan kita geluti. Apalagi masih muda,

avatar

dulu pernah ada seorang senior di kampus Yang berkata "Saya bingung setiap kali ada yang bertanya usaha apa ya yang bagus? usaha yang bagus itu ya usaha yang dijalankan!"

avatar

Pilihan yang bagus..
Yang penting direncanakan dan dikerjakan..

avatar

Bener banget..
Karena sebagus apapun idenya, kalau tidak dijalankan ya percuma saja..


EmoticonEmoticon