Like Fanpage Bang Syaiha

Sadis, Seorang Gadis Nyaris Tewas Karena Digorok Mantan Pacar!

By Bang Syaiha | Wednesday, 13 January 2016 | Kategori:

Seorang Gadis Nyaris Tewas Karena Digorok Mantan Pacar, Bang Syaiha, http://bang-syaiha.blogspot.com/
Seorang Gadis Nyaris Tewas Karena Digorok Mantan Pacar
Ketika sedang asik berselancar di dunia maya kemarin, secara tak sengaja saya menemukan link berita ini (lihat gambar di atas). Seorang gadis dari daerah Gunung Megang nyaris tewas karena digorok lehernya sama mantan pacar. Saya bergidik, sekaligus penasaran. Kok bisa? Apalagi, dari link berita itu, diketahui bahwa kejadian terjadi di ruang kelas sekolah mereka. Emang guru-guru dan teman-teman sekelasnya pada kemana? 

Ya, korban merupakan seorang siswi salah satu sekolah menengah atas di daerahnya. Ia masih berusia 15 tahun dan duduk di bangku kelas X SMA. 

Berbekal rasa penasaran, saya lalu mencari beberapa berita mengenai hal ini dan menemukan sebuah link berita lain, tapi masih pada situs yang sama. Berita itu mengabarkan tentang asal muasal (atau sebab) mengapa kejadian tragis ini bisa terjadi (lihat gambar di bawah). 

Seorang Gadis Nyaris Tewas Karena Digorok Mantan Pacar, Bang Syaiha, http://bang-syaiha.blogspot.com/
Seorang Gadis Nyaris Tewas Karena Digorok Mantan Pacar
Dari link berita kedua, diketahui bahwa pelaku bernama Ferdian (16 tahun). Ia adalah mantan pacar yang juga merupakan teman sekelas korban (Willy Yanti, 15 tahun). 

Dari hasil penyelidikan polisi, diketahui bahwa Ferdian (si pelaku) merasa tersinggung karena beberapa hari sebelumnya ia diputuskan oleh Willy. Ferdian hendak menanyakan mengapa Willy mengakhiri hubungan mereka. Lalu, entah karena apa (tidak disebutkan di dua berita itu) mereka terlibat adu mulut. Merasa tersinggung karena ucapan Willy, Ferdian mendorong tubuh korban hingga jatuh ke lantai. 

Saat itulah, saat Willy terjerembab, Ferdian langsung menindihnya dan menganiaya korban dengan sebilah pisau yang dibawanya. 

Beruntung korban selamat setelah menjalani operasi selama dua jam. Ia kehabisan banyak darah dan kondisinya masih lemah. Sedangkan Ferdian, saat ini sedang dibekuk polisi dan bersiap-siap menerima hukuman minimal lima tahun penjara. 

***** 

Dari dua berita yang saya baca itu, ada beberapa hal yang mengganggu pikiran saya. Pertama, bagaimana bisa seorang siswa SMA bebas membawa pisau ke sekolahnya? Bukankah itu benda tajam yang membahayakan? Siswa itu seharusnya membawa buku pelajaran dan pena ke sekolah. Belajar dengan baik dan tidak melakukan hal-hal buruk seperti menganiaya orang lain. 

Lalu, muncul lagi pertanyaan, jika ia membawa pisau dan digunakan untuk menggorok leher mantan pacarnya, boleh jadi malah ia memang sudah merencakan kejahatan itu. Tindakan kriminalnya sudah dipikirkan matang-matang dan siap untuk dilaksanakan. Jika memang demikian, maka pelaku bisa saja akan diberi hukuman yang lebih berat. Semoga polisi bisa mengungkap lebih dalam. 

Kedua, kejadian ini kembali membuat dunia pendidikan kita tercoreng. Dua anak sekolah berkelahi di ruang kelas hingga hampir menyebabkan salah satunya nyaris mati. Kejadian ini semoga membuat pihak sekolah dimanapun berada untuk lebih menerapkan kedisiplinan bagi peserta didiknya. Apa salahnya dilakukan razia setiap seminggu sekali. Bahkan, kalau perlu dan tidak merepotkan, lakukan saja pemeriksaan setiap hari. 

Beri hukuman tegas bagi semua siswa yang melakukan tindakan di luar kewajaran sebagai pembelajar. Jika perlu dikeluarkan ya keluarkan saja. Agar siswa yang lain jera dan tak berani macam-macam. 

Orang tua juga seharusnya membantu sekolah dalam menerapkan kedisiplinan ini. Jangan gampang marah jika anaknya ditegur sekolah. Yakin saja, teguran yang dilakukan sekolah adalah teguran yang baik agar anak anda lebih bijak dan bersikap benar. 

Ketiga, entah apa yang salah dengan pelaku, Ferdian. Mengapa di usianya yang begitu belia, ia berani hendak menghabisi nyawa seseorang? Mengapa di usianya yang masih sangat belia, ia begitu nekat hendak mengakhiri hidup orang lain? Tentu jawaban dari pertanyaan saya barusan bisa bermacam-macam. 

Mungkin karena kurangnya perhatian orang tua. Misalnya, orang tua memang suka berkelahi dan mempertontonkan kekerasan di depan Ferdian sejak kecil. Mungkin karena tontonan yang tidak mendidik, yang sekarang banyak di televisi. Mungkin karena lingkungan dan pergaulannya yang salah memilih teman. Dan sebagainya. Jawabannya bisa banyak sekali. Dan ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama, bahwa ada yang harus kita selesaikan. 

Keempat, buat kalian adik-adik yang masih sekolah, fokuslah belajar dan nggak usah pacaran. Nggak ada gunanya sama sekali selain ngabisin waktu dan uang. Ngabisin pikiran juga. Seharusnya, kalian belajar dan ukir prestasi setinggi-tingginya. Buat orang tua kalian bangga dan senang. 

Demikian. 

10 komentar

avatar

Baru sekali baca post nya bang syaiha, setuju.

avatar

Baru sekali baca post nya bang syaiha, setuju.

avatar

Terkadang suka nggak percaya dengan kejadian kejadian seperti ini,namun kejadian itu nyata ada.sebagai seorang pendidik aku ngerasa sedih dengan peristiwa seperti ini....

avatar

Saya juga sebagai guru merasa wasa was sebab salah satu tugas guru adalah tidak hanya memajukan dia secara akademik, tetapi juga moral dan etika

avatar

Terimakasih sudah mau membaca dan mampir, mbak..hehehe

avatar

Terimakasih sudah mau membaca dan mampir, mbak..hehehe

avatar

Iya, agak nggak percaya juga sih..
Tapi memang terjadi sih..
Semoga anak-anak kita terlindung dari hal demikian..

avatar

Iya, etika dan moral malah seharusnya dinomorsatukan...

Terimakasih sudah mampir, mas..

avatar

Saya calon guru bang, dan mulai merasakan betapa beratnya tantangan pendidikan ke depan

avatar

Saya malah sudah menjadi guru mbak, sejak empat tahun yang lalu.. hehee..
Berat memang, tapi bisa insya ALlah..
Mulai dari diri sendiri dan pelan2..


EmoticonEmoticon