Like Fanpage Bang Syaiha

Saya Selingkuh dengan Lelaki Lain Hingga Berzina

By Admin | Sunday, 24 January 2016 | Kategori:

Saya Selingkuh dengan Lelaki Lain Hingga Berzina, Bang Syaiha, Penderita Polio, http://bang-syaiha.blogspot.com/
Saya Selingkuh dengan Lelaki Lain Hingga Berzina
“Saya tidak kenal siapa anda, dan sebaliknya. Anda juga tak mengenal saya. Saya tahu pin BB anda dari blog, temen saya yang memberi tahu. Dia juga bilang, bahwa anda bisa dijadikan tempat cerita. Makanya, malam ini saya ingin menceritakan keluh kesah saya. Semoga anda, Bang Syaiha, bisa memberi sedikit masukan.”

Kira-kira begitulah prolog yang masuk ke BBM saya beberapa minggu lalu. Dan setelah prolog itu, pesan dari dirinya terus datang, seperti hujan deras yang tidak bisa berhenti. Saya biarkan saja ia bercerita sampai selesai mengungkapkan semuanya.

“Setelah menikah, saya memutuskan bekerja di bank. Pasalnya, gaji suami saya tak cukup untuk biaya hidup kami. Saya ingin membantunya dengan bekerja agar perekonomian keluarga membaik.”

“Malangnya, tempat kerja saya jauh dari rumah sehingga saya harus berangkat pagi-pagi sekali dan pulang sudah larut malam. Anda pasti tahu sendiri kan? Kerja di bank itu targetnya tinggi dan tekanan di kantor mengerikan.”

“Karena hal inilah (memenuhi target pekerjaan), maka saya selalu larut sampai rumah. Paling cepat jam 10 malam. Beruntung, ketika awal-awal kerja, suami masih mau mengantar dan menjemput saya. Tapi itu tak bertahan lama karena suami juga di rumah harus mengurus anak kami dan kadang tak bisa ditinggalkan.”

“Mulailah suami saya jarang menjemput saya pulang kerja. Rumah saya cukup jauh dan untuk pulang sendiri agak riskan. Hingga kemudian, ada teman kantor yang baik hati dan rela mengantarkan saya ke rumah. Mungkin beban pekerjaan yang berat, juga stress yang mendera, kami merasa senasib dan nyambung saja mengobrol kesana-kemari.”

“Disinilah dosa pertama saya Bang Syaiha, saya dan teman saya itu menjalin hubungan. Saya sudah bersuami dan punya anak. Dia juga sudah beristri dan juga punya buah hati. Kami berdua berselingkuh.”

“Awalnya hubungan kami biasa-biasa saja. Hanya makan dan jalan, ngobrol ngalor-ngidul, dan sebagainya. Hingga pada suatu malam, kami melakukan hubungan terlarang itu. Anehnya, kami merasa damai-damai saja, menikmati setiap adegan, hingga berulang tak terhitung sampai sekarang. Sekarang hubungan kami bahkan sudah berjalan empat tahun.”

“Beberapa kali, saya kepikiran untuk berhenti kerja saja, biar bisa lepas dari dosa ini.” katanya kemudian, “Tapi ketika mengingat bahwa suami saya tak bisa diandalkan, saya tak jadi mengambil keputusan itu. Apalagi, sejak kecil saya selalu hidup berkecukupan, tidak pernah kurang.”

“Karena kesibukan di kantor, saya jadi dingin ke suami. Bahkan lebih hangat ke selingkuhan saya, Bang. Saya tahu ini dosa, tapi saya benar-benar bingung hendak bagaimana. Oh iya, padahal saya juga shalat lima waktu, tapi sepertinya shalat saya masih belum benar dan tidak mencegah saya dari perbuatan dosa dan nista.”

“Nah, Bang Syaiha, apakah anda punya sedikit masukan untuk masalah yang sedang saya hadapi ini?”

Teman-teman sekalian, sebenarnya yang diceritakan ibu ini ke saya, jauh lebih panjang, lebih detail, dan jujur sekali tanpa ditutup-tutupi. Hanya saja, karena saya tak ingin menyampaikan semuanya, saya hanya menuliskan poin pentingnya saja. Bahwa dia menikah dengan lelaki yang penghasilan per bulannya tak seberapa. Lalu memutuskan bekerja dan sibuk hingga dekat dengan teman sekantor dan menjalin perselingkuhan yang sudah cukup dalam. Ujung-ujungnya, si ibu yang tidak saya ketahui namanya ini merasa berdosa, merasa kotor, dan bingung sama keadaannya sendiri.

Lalu apa yang bisa dilakukannya?

Pertama, bertaubatlah segera. Allah maha pengasih lagi maha penyayang, maha penerima taubat dan maha pengampun. Benar, bahwa dosa ibu yang bertanya ini sudah banyak sekali. Selingkuh dengan lelaki lain hingga melakukan zina. Itu kan dosa besar.

Jalan terbaik pertama adalah bertaubat. Mumpung masih ada umur dan masih hidup. Agar kelak, di akhirat tidak menyesal. Sesali semua yang sudah dilakukan sekarang dan segera mendekatkan diri kepada Allah.

Kedua, agar tidak kembali ke dosa perselingkuhan itu, maka pindahlah kerja. Atau jika perlu keluar saja. Jangan takut akan rejeki. Allah pasti menjamin kecukupan bagi orang-orang yang memang berusaha mendekati-Nya. Jika sanggup, alangkah lebih baik malah jika membuka usaha saja di rumah, agar lebih dekat dengan anak-anak dan suami.

Jaman sekarang, sudah cukup gampang melakukan banyak hal. Yang penting mau belajar dan tidak mudah menyerah, maka mudah saja membuka usaha di rumahan.

Ketiga, jika rejeki suami sedikit, maka hargai. Dukung terus dan gali potensinya. Berkeluarga itu adalah seni saling menyemangati dan mendukung satu sama lain. Saya yakin sekali, setiap orang pasti punya kelebihan yang bisa dimaksimalkan hingga mampu menghasilkan banyak uang darisana.

Tinggal kitanya saja, mau menggali lebih dalam atau tidak?

“Tapi Bang Syaiha,” si ibu yang bertanya tadi sempat menyela, “Sepertinya saya ingin bercerai saja dengan suami. Hidup kami sepertinya sudah tidak cocok lagi.”

Baik, bercerai memang boleh dalam Islam. Tapi jalan itu tidak disukai Allah. Ia adalah jalan terakhir jika semua jalan sudah dicoba dan memang benar-benar tidak berhasil. Jika masih ada jalan untuk memperbaiki hubungan suami istri, maka sebaiknya jalan inilah yang dilalui.

Dan lagi, apakah sudah yakin bercerai adalah solusi paling baik? Lalu, jika sudah bercerai, ibu akan mengharapkan menikah dengan lelaki selingkuhan ibu? Saya sih tidak percaya jika lelaki selingkuhan ibu itu serius menjalin hubungan selama ini. Sebabnya, dia juga kan sudah berkeluarga. Sudah punya anak yang harus dijaga.

Kalaupun ibu menikah dengan lelaki itu, apakah menjamin akan bahagia? Apakah menjamin kelak ia tak selingkuh lagi dengan perempuan lain di tempat kerja?

Hubungan di luar nikah, baik pacaran atau perslingkuhan, keduanya adalah jebakan setan. Jangan terlena dan senang. Takutnya, kelak, malah menderita berkepanjangan.


Demikian. 

20 Responses to " Saya Selingkuh dengan Lelaki Lain Hingga Berzina "

  1. Sy jg bekerja d luar rmh Bang. Stlh baca ini, keinginan utk bekerja d rmh lbh kuat lg. Ingin memraktekkn ilmu dr Bang Syaiha, jualan online

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bisa diwujudkan ya, mbak..
      Tetap semangat dan jangan pernah putus asa..

      Delete
  2. Ngeri curhatannya. Ada-ada saja si ibu itu. Semoga kita semua dijauhkan dari jebakan setan. Selalu dalam naungan Allah SWT. Selamat dunia akhirat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga kita berdua terjaga dari hal demikian ya, Ummi..

      Delete
    2. Itu yg betul bu.
      Kita harus pandai bersyukur

      Delete
  3. Ah..bang syaiha....saya juga bekerja di bank jadi sangat mengerti bagaimana rasanya tekanan target Yang berat itu Dan drama pergi pagi pulang malam (padahal rumah saya hanya 15menit dr t4 kerja) Kadang2 ketika harus kunjungan nasabah di luar kota pairing saya lawan jenis. Alhamdulillah sejauh ini masih dijaga dari hal2 Yang tidak2 itu.

    Saya sangat setuju dengan poin nomor 2 tentang rejeki Allah yg luas jd TDK perlu ragu. Sayapun saat ini sedang mmpertimbangkan opsi itu. Kalau boleh usul juga memberikan saran kepada wanita Yang curhat itu adalah memilih teman pergaulan Yang baik. Meskipun bekerja di perusahaan Yang sama, tetap saja ada jenis2 pergaulan dari teman2 kerja Yang tidak sepantasnya kita ikuti. Selebihnya saya sangat setuju dengan saran-saran bang syaiha.

    Ahh..saya jadi ikut2an curhat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mbak, lingkungan yang baik juga sangat mempengaruhi..
      Kita nggak boleh asal-asalan bergaul, harus bener2 selektif..

      Delete
  4. Wah Bang... Bisa jadi bahan renungan utk lbh berhati2....

    ReplyDelete
  5. Wah Bang... Bisa jadi bahan renungan utk lbh berhati2....

    ReplyDelete
  6. emang perempuannya aja yg kegatelan,solusinya adalah bercerai,ih perempuan tipe wc umum, ingat mbak dgn berselingkuh/menghiyanati suami berarti mbak udah menyeret orang tua mbak ke neraka,begitu jga sebalik ny kalau istri dapat menjaga kesucian nya/taat dg suami utk hal" yg baik maka dpt dapat menghapus dosa orang tua,,,,jadi solusi nya adalah bercerai dan mulailah hidup baru dgn suami yg baru,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul itu,,,dan bagusnya wanita yg sudah mempunyai suami trus selingkuh bagusnya jadi lady escort aza dah

      Delete
  7. solusi yg tepat adalah bercerai,,,ingat dgn mbak berselingkuh/menghiyanati keluarga berarti mbak telah menyeret orang tua mbak ke neraka begitu juga sebalik nya dgn ketaatan dan menjaga kesucian seorang istri maka dosa orang tua terampuni

    ReplyDelete
  8. Kerja sampai harus ke luar kota jg dialami PNS. Dan terkadang memang hrs pairing dg lawan jenis. Keakraban dan kedekatan scr otomatis akan terbangun krn beban tanggungjawab yg hrs dipikul bersama dan perjalanan jauh yg hrs dijalani bersama pula. Di sinilah harus hati2 akan bisikan syethan. Mdh sekali utk berpindah kamar di penginapan dst. Nauzubillahi min dzalik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. makanya di lingkungan pns selingkuh itu bukan hal yg tabu,,tapi sudah menjadi rahasia umum

      Delete
  9. Kasihan. Semoga bisa segera membenahi diri.

    ReplyDelete
  10. selingkuh itu tidak melulu terjadi pada wanita yg bekerja saja ,,,namun pada wanita yg jadi ibu rumah tangga alias tinggal di rumah banyak koq yg selingkuh,,,soalnya selingkuh itu menyangkut faktor birahi yg tidak terpuaskan sama suaminya

    ReplyDelete
  11. Jangan meremehkan "Allah Maha Pengampun"

    Meskipun Allah Maha Pengampun tetap saja semua akan dimintai pertanggungjawaban

    ReplyDelete
  12. Ah apapun namanya wanita kek gini buang ke laut aj

    ReplyDelete