Like Fanpage Bang Syaiha

Senyumannya Menentramkan!

By Bang Syaiha | Wednesday, 20 January 2016 | Kategori: |

senyumannya menentramkan, bang syaiha, Alif Fathul Hadi, http://bang-syaiha.blogspot.co.id/
Alif Fathul Hadi, Usia 10 bulan
Kemarin, saya pulang ke rumah agak telat. Baru sampai ketika adzan Maghrib sebentar lagi berkumandang. Tak hanya terlambat, saya juga kehujanan. Sepanjang jalan, dari Parung hingga Darmaga menggunakan motor, hujan tak berhenti menyapa saya di jalan. Saya memang sudah mengenakan jas hujan, tapi tetap saja air merembes masuk membasahi pakaian dan sepatu saya, membuat dingin menusuk-nusuk.

Tentu saja saya juga lelah, karena sejak pagi hingga menjelang petang, saya mengikuti pelatihan seharian. Ada dua materi yang saya dapatkan, tentang spiritualitas seorang guru dan kerelawanan. Keduanya adalah materi yang baik, sangat berguna untuk mengisi kembali semangat menjalani semester depan.

Dengan tubuh yang basah kuyup, saya mengetuk pintu rumah dan mengucapkan salam. Hingga tak beberapa lama, pintu terbuka dan anak saya, Alif Fathul Hadi langsung menghambur ke saya. Ia merangkak cepat sekali dan langsung memeluk.

Amboi, saat itulah, ketika senyumnya merekah dan matanya berbinar melihat saya pulang, semua letih dan penat seharian seketika hilang, seperti sebongkah es yang tetiba saja disiram air hangat. Pelan tapi pasti ia meleleh, bercampur menjadi satu dan mencapai keseimbangan.



Ketika banyak orang bilang, bahwa senyumnya anak kita mampu menghilangkan lelah, itu benar. Senyuman mereka adalah obat paling mujarab menyembuhkan segala macam kelelahan. Dan sebagai orang tua, saya tentu saja berharap bisa menjadi ayah yang baik. Ayah yang selalu bisa membuatnya tersenyum senang, bahagia, dan bangga karena memiliki saya. 

Demikian 

14 komentar

avatar

Senyum penawar segala masalah. Tulisan ringan namun banyak manfaatnya...

avatar

Pengen jadi ibu, penarasan dengan perasaan semacam itu. PLAK

avatar

Pengen jadi ibu, penarasan dengan perasaan semacam itu. PLAK

avatar

Jadi mengingatkan diri ini untuk tetap memberikan senyuman yg terbaik kepada orangtua saat bersama mereka, saat bertemu mereka, saat berbincang dengan mereka.

"Membahagiakan orangtua ga perlu nunggu jadi orang kaya, punya uang, kemewahan, dan sejenisnya. Sekarang aja yang ada dulu. Lu patuh, taat, ga ngedumel, ga dongkol, ga berkata "ah" dan sejenisnya, sopan, ga bersuara lebih tinggi dari orangtua lu, kasih senyum dan muka enak kalau lagi ngobrol atau ketemu sama orangtua lu. Itu aja dulu yang penting. Urusan masa depan, itu Allah yang ngatur. Nanti lagi itu, mah. Lu ga bisa ngejamin pas lu jadi orang kaya, sukses, atau sejenisnya, orangtua lu bakal masih ada," perkataan Bapakku yang sangat sering terlontar kala mengkoreksi sikap aku dan adik-adikku.

Jazakillahu khairan katsirah Bang Syaiha..

avatar

Anak selalu menjadi sumber inspirasi ...

avatar

Alhamdulillah diberi kesempatan merasakan nikmat itu bang, habis capek-capek kerja, hati kangen sama anak, pas pulang anak menyambut sambil cerewet ceritakan semua kisah dia pas sekolah. Wah, blasss semua capek hilang. hehe

avatar

Ah, cemburunya saya...anak saya karena suatu sebab tak bisa bersama saya dan suami.... Baca ini jadi kangen dia...

avatar

Ah, cemburunya saya...anak saya karena suatu sebab tak bisa bersama saya dan suami.... Baca ini jadi kangen dia...

avatar

Semoga kita bisa senantiasa tersenyum.. Agar semuanya lebih mudah dan indah..

avatar

Jadi istri dulu lah, baru jadi ibu.. hehe

avatar

Bener, hal kecil juga biasa membahagiakan orang tua..

avatar

Ini cuma tulisan singkat dan dibuat saat mata bener2 ngantuk.. Yang penting ODOP nya terlaksana..

avatar

Alhamdulillah ya, mbak... Sesuatu..

avatar

Semoga anaknya sehat dan senantiasa membanggakan..
Doakan saja, mbak..


EmoticonEmoticon