Like Fanpage Bang Syaiha

Tanpa Gangguan Saja Saya Jarang Khusyu', Apalagi Jika Diganggu!

By Bang Syaiha | Tuesday, 19 January 2016 | Kategori:

Tanpa gangguan shalat saya juga jarang khusyu' apalagi jika diganggu, Bang Syaiha, bang-syaiha.blogspot.com
Shalat Berjama'ah
Kemarin saya shalat lima waktu di masjid. Kebetulan rumah kontrakan saya memang hanya berjarak sepelemparan batu saja dengan rumah ibadah umat Islam itu. Maka malu rasanya jika sampai tak shalat disana. Toh hanya tinggal melangkah, sebentar juga sampai.

Masjid di sekitar kontrakan saya memang selalu ramai, isinya beragam. Mulai dari anak-anak hingga yang sudah dewasa. Dari yang muda sampai yang sudah tua. Dan disana, beberapa kali juga saya temui keunikan-keunikan. Semisal ketika shalat Shubuh, sering kali saya menyaksikan orang-orang yang ketika duduk tahiyat akhir sampai terkantuk-kantuk. Kepalanya jatuh sebentar, lalu dinaikkan lagi. Jatuh lagi, dinaikkan lagi.

Bahkan, satu dua kali saya dapati ada orang-orang yang masih saja tertidur (mungkin saking khusyuknya) ketika imam sudah mengucapkan salam ke kiri dan ke kanan. Orang-orang seperti ini, ketika sadar dan mengetahui semuanya sudah selesai, biasanya akan malu sendiri.

Saya sering senyum-senyum sendiri selepas shalat jika ada yang demikian. Mereka unik!

Keunikan lain terjadi kemarin, ketika saya berdampingan dengan seorang lelaki muda di sebelah kiri. Tergopoh-gopoh ia berdiri di samping saya dan melakukan takbiratul ikhram. Saya melihat dengan ujung mata, ia mengenakan gamis yang panjang, sebuah peci yang entah warna apa, dan sarung.

Penampilannya sholih bukan main. Tidak bisa dibandingkan dengan saya yang hanya mengenakan celana panjang berwarna hitam dan baju koko putih tanpa peci.

Shalatlah kami mengikuti gerakan imam tanpa boleh mendahului. Belum sampai pada reka’at kedua, keunikan itu menghampiri saya. Lelaki sholih di sebelah saya ini menggerakkan tangannya ke atas kepala (mungkin ada yang gatal dan ia ingin menggaruknya). Saat itulah, ketika tangannya terangkat sedikit dan ketiaknya terbuka, aroma itu menghampiri hidung saya.

Baunya memang tidak menyengat. Tapi itu cukup mengganggu ketenangan saya dalam menjalankan ibadah kepada Allah. Saya ini lelaki biasa yang lemah, yang shalatnya ketika tanpa gangguan saja jarang khusyuk, apalagi jika ada gangguan seperti ini.

Celaka enam belas lah saya! Shalat saya pasti berantakan karena dalam hati bertanya-tanya. Ini lelaki mandi nggak ya? Atau, baju orang ini kayaknya udah dipakai berminggu-minggu dan belum dicuci nih!

Gawatnya lagi, lelaki sholih di samping saya kemarin, entah karena apa sering sekali bergerak-gerak. Beberapa kali ia menggaruk kepala, mengangkat tangan ketika mulutnya menguap, hingga menghentak-hentakkan tangannya ke depan, seperti ada yang pegal di persendian. Dan setiap gerakan yang ia buat, juga membuat aroma tak mengenakkan dari tubuhnya menyapa saya.

Dalam hati saya sampai berujar, “Ini orang shalat kok kayak olah raga sih! Mana bau badannya nggak enak lagi!”

Begitulah, shalat saya kemarin benar-benar rusak. Saya gagal fokus. Berkali-kali, sebenarnya saya mencoba kembali pada kesadaran dan menghadirkan Allah, tapi bau badan yang tak mengenakkan mengalahkan segalanya.

Hancurlah saya!

Teman-teman, jauh-jauh hari Rasulullah pernah mengajarkan bahwa ketika hendak berjama’ah ke masjid hendaklah memperhatikan kerapihan, bau badan (juga bau mulut), serta pakaian.

Kita dianjurkan rapi ketika shalat di masjid. Mengenakan pakaian yang menutup aurat dan pantas. Setelah itu, agar bau badan tidak mengganggu orang-orang di samping, Rasulullah menganjurkan agar mengenakan wewangian. Pakai parfum yang aromanya enak dan menenangkan. Sedangkan, untuk menjaga bau mulut, Rasulullah bahkan mencontohkan agar bersiwak, membersihkan gigi dan mulut agar tidak bau sebelum shalat.

Untuk ini, bahkan Rasulullah juga melarang umatnya makan bawang (atau makanan lain yang baunya menyengat) ketika hendak ke masjid. Bukan apa-apa, karena disana pasti akan ada orang-orang seperti saya, yang mudah terganggu karena bau badan yang tak menentu.

Saat berjamaah di masjid, usahakan kita sudah mandi dan tak bau keringat. Jangan baru selesai main futsal dan berpeluh langsung ke masjid dan shalat. Apa salahnya mandi sebentar dan bersih-bersih. Ganti baju dengan pakaian yang rapi dan telah disetrika. Jangan asal-asalan.

Orang tua saya bahkan mencontohkan, bahwa pakaian harus dipisahkan. Mana pakaian untuk shalat dan mana pakaian sehari-hari. Pakaian shalat adalah pakaian terbaik dan terjaga kebersihan dan kesuciannya.

Demikianlah adabnya, ikuti dan buat orang yang ada di samping kita ketika shalat nyaman. Jangan ganggu ketenangan mereka dalam beribadah kepada Allah hanya karena kemalasan kita mandi dan membersihkan diri.

Akhirnya, semoga shalat saya yang benar-benar tidak khusyuk kemarin digenapkan oleh Allah dan saya diampuni. Dan juga, semoga saya bisa mengambil pelajaran dari ini semua untuk tidak asal-asalan mengenakan pakaian ke masjid. Buat kalian yang membaca, renungkan apa-apa saja yang sampaikan barusan.


Demikian. 

17 komentar

avatar

Subhanallah... nggak nahan pengen ketawa deh. Alhamdulillah suamiku selalu bersih dan wangi kalau ke masjid...

Karena aku pun suka 'gregetan' kalau ke masjid pakai baju sealakadarnya. Padahal di lemari ada baju yang lebih layak dipakai.hehehe..

avatar

Aku bisa ngerasain perasaan bang syaiha kok, hehehe. Aku jg punya karyawan yg bantuan bisnis kulinerku, ya ampuuun tiap papasan sm dia baunya luar biasa. Mau negur gak enak, tapi dibiarin lama-lama aku semakin lemah tak berdaya tiap kecium aromanya.

avatar

Abang ini kalo sholat mayanya kesana kemari yah...
bercanda

tapi bagus tulisannya bang,seolah saya ikut menyaksikan kejadian di masjid itj, yanh buat nyegir sendiri, pas baca si bapak yang kepalanya jatuh kebawah, sebentar dinaikin, jatu lagi, dinaikin lagi, jatuh lagi,.. dan bagian si bapak yang terlalu khusyuk...

ia betul banget bang, ini kalau kerumah pak RT aja rapinya minta ampun kan, apalagi kalau ke mesjid, Rumahnya Allah,harusnnya lebih bersih lagi, lagian suda dicontohkan oleh Rosulullah sperti kata bang syaiha tdi...

bagus bang...👍

avatar

Mantap tulisannya Bang! Kapan ya saya bisa bisa kayak Bang Syaiha yang setiap tulisannya ada pesan moral di dalamnya?

avatar

Mantap tulisannya Bang! Kapan ya saya bisa bisa kayak Bang Syaiha yang setiap tulisannya ada pesan moral di dalamnya?

avatar

Duh jadi keinget temen SMA yang bajunya sampai dikerubutin lalat --'

avatar

Duh jadi keinget temen SMA yang bajunya sampai dikerubutin lalat --'

avatar

Abang ini kalo sholat mayanya kesana kemari yah...
bercanda

tapi bagus tulisannya bang,seolah saya ikut menyaksikan kejadian di masjid itj, yanh buat nyegir sendiri, pas baca si bapak yang kepalanya jatuh kebawah, sebentar dinaikin, jatu lagi, dinaikin lagi, jatuh lagi,.. dan bagian si bapak yang terlalu khusyuk...

ia betul banget bang, ini kalau kerumah pak RT aja rapinya minta ampun kan, apalagi kalau ke mesjid, Rumahnya Allah,harusnnya lebih bersih lagi, lagian suda dicontohkan oleh Rosulullah sperti kata bang syaiha tdi...

bagus bang...👍

avatar

Ga bisa komen apa-apa #ehudahkomen hehehe. Terpana siy nikmat bacanya. Stujuh bang Achmad Ikhtiar...kapan bisa nulis seenak bang Syaiha...

avatar

Iya, Ummi.. Makasih yaa....
:-D

avatar

Agak sensitif memang ngomongin bau badan..
Kalau mau ditegur, ajak ngomong berdua saja dan baik2..
Siapa tahu mau berubah..

avatar

Iya mbak, iman saya ini masih lemah dan sering nggak khusyuk kalau shalat..
Doakan semoga ke depan bisa lebih baik..

avatar

Ini saya masih belajar, Mas..
Masih jauh dari kata bagus kayaknya..

Terimakasih sudah berkunjung..

avatar

Itu mah parah banget kalau sampai dikerubutin lalat.. hahaha

avatar

Saya masih belajar kok, mbak.. Masih kurang greget sebenarnya.. Semoga bisa lebih oke ke depannya..

avatar

Yaaah Bang! ... Pagi" udah bikin saya mesem" sendiri .. :D :D

avatar

Mesem2lah selama mesem belum dilarang..


EmoticonEmoticon