Like Fanpage Bang Syaiha

Tantangan Menulis di Bulan Februari dari One Day One Post!

By Bang Syaiha | Sunday, 31 January 2016 | Kategori: |

One Day One Post, Bang Syaiha, Penderita polio, http://bang-syaiha.blogspot.co.id/

Saya tidak pernah menyangka, kalau gerakan One Day One Post yang saya tawarkan ke publik beberapa bulan yang lalu direspon cukup baik oleh orang-orang. Banyak yang menghubungi saya, berkata antusias, “Bang Syaiha, saya berminat gabung di One Day One Post, bolehkan?”

Malangnya, hingga saat ini, anggota grup Whatsapp One Day One Post sudah nyaris 100 orang dan saya belum kepikiran membuka gelombang keduanya. Apa pasal? Karena saya ingin mengoptimalkan yang ini dulu, agar semua anggota mampu merasakan manfaat dari gerakan yang saya berikan.

Gerakan One Day One Post adalah sebuah program mendisiplinkan diri untuk menulis setiap hari. Ini sangat berguna, terutama bagi orang-orang yang ingin sekali menghasilkan sebuah karya dalam bentuk tulisan. Atau kalaupun tidak punya niat kesana, toh gerakan menulis setiap hari tetap ada manfaat yang bisa diambil, semisal, menulis adalah terapi yang baik buat kehidupan pribadi, bisa menurunkan resiko pikun, meningkatkan wawasan, melatih otak berpikir kritis, dan sebagainya.

Contoh terbaik, BJ Habibi. Ketika ibu Ainun meninggal, konon beliau mengalami depresi berat hingga dokter pribadinya menyarankan agar beliau menuliskan kisahnya bersama ibu Ainun. Jika tidak dituliskan, maka BJ Habibi akan mengalami stress luar biasa, lalu bisa saja ia menjadi gila.

Dan kita tahu, buku yang katanya adalah bentuk terapi untuk pribadinya malah menjadi laris di pasaran dan difilmkan. Luar biasa.

Ada juga kolumnis Goenawan Muhammad, seorang yang seperti tidak pernah kehabisan ide untuk menulis setiap hari di Tempo melalu Catatan Pinggirnya. Ia luar biasa produktif dalam dunia kepenulisan. Dan dari aktivitas menulisnya itu, ia kemudian mendapatkan banyak keuntungan.

Tentu saja masih banyak lagi contoh-contoh lain, semisal Tere Liye yang aktif sekali menulis setiap hari, Afifah Afra, Asma Nadia, dan sebagainya. Mereka semua bisa sampai pada titik sekarang, selain karena kerja keras yang kuat, saya yakin juga karena membiasakan diri menulis setiap hari.

Masalahnya, mendisiplinkan diri menulis setiap hari itu kan susah. Kadang malas, kadang nggak mood, kadang lelah, atau alasan-alasan lainnya. Jika terkena demikian dan tidak orang yang mengingatkan, tentu kita kemudian akan berhenti menulis dan entah kapan akan mulai lagi, bukan?

Padahal, silakan tanya pada orang yang sudah biasa menulis, apa rasanya jika ia sampai alpa menulis beberapa minggu? Jawabannya, sudah bisa dipastikan, ia akan berkata, “Sekali kita berhenti menulis, maka kita akan susah sekali melakukannya. Tangan menjadi berat, ide berantakan, tulisan tidak mengalir, dan lain-lain.”

Karena hal itulah, maka kita jangan sampai berhenti menulis.

Di gerakan One Day One Post ini, setiap anggota diwajibkan menulis dari Senin hingga Jumat. Akhir pekan diliburkan agar anggota bisa melakukan hal lain semisal jalan-jalan, membaca buku, rekreasi, dan sebagainya.

Dan bulan Januari 2016, saya memberikan tantangan untuk menuliskan apa saja di blog (boleh juga di facebook dan twitter). Tulisan bebas dan minimal harus 6 kalimat. Sebuah tantangan yang mudah sekali, tapi tetap saja tidak bisa dikerjakan dengan baik. Terlalu banyak alasan dan memanjakan diri sendiri.

Sedangkan di bulan Februari, tentu saja tantangannya akan lebih berat. Tidak semudah di bulan Januari. Ini kan sama seperti sekolah, setiap beberapa waktu ada kenaikan kelas. Soal-soal yang diberikan juga tentu lebih menantang dibandingkan soal sebelumnya.

Tujuannya apa? Tidak lain, tentu saja agar peserta didik (atau anggota One Day One Post) mengalami peningkatan dalam kualitas tulisan dan semakin bersemangat belajar demi perbaikan diri.

[Silakan download tantangan menulis bulan Februari itu DISINI.]

Seperti juga yang sudah saya jelaskan di tulisan sebelumnya, grup whatsapp One Day One Post yang ada sekarang aktif sekali. Ada dua program kuliah online yang dilakukan setiap pekan. Pertama kuliah kepenulisan yang diadakan setiap Selasa malam, dan kedua, kuliah blogging setiap malam minggu.

Siapa yang mengisi? Sampai saat ini, masih saya dan teman-teman. Ke depan, semoga saya bisa menghadirkan nara sumber dari luar. Agar peserta tidak bosan dan bisa mendapatkan ilmu yang banyak dari grup yang saya buat.

Akhirnya, semoga semua anggota One Day One Post yang membaca catatan amburadul ini semakin bersemangat dan tidak memanjakan dirinya. Semoga mereka bisa menulis setiap hari dan menjadikan kebiasaan ini sebagai gaya hidup.


Demikian. 

17 komentar

avatar

Siap laksanakan! Ahhhh.. Insya Allah bisa!

avatar

Kalau belum masuk grup gimana dong? Pengen ikutan

avatar

Kalau belum masuk grup gimana dong? Pengen ikutan

avatar

Ada grup facebooknya mbak..

avatar

Saya baru dapat infonya :-(
pengen bangeet ikut ..
Gimana caranya yaa pak...
Gelombang ke 2 kapan dibuka pak?


EmoticonEmoticon