Like Fanpage Bang Syaiha

Agar Bisa Berlatih (Menulis) Setiap Hari

By Bang Syaiha | Tuesday, 23 February 2016 | Kategori: |

Bagian tersulit hanya di bagian awalnya saja, agar bisa menulis setiap hari, One Day One Post, Bang Syaiha, Penderita Polio, http://bang-syaiha.blogspot.co.id/
Bagian tersulit hanya di bagian awalnya saja
“Udah dulu ya, Mas,” katanya mengulurkan tangan, meminta berjabatan.

“Eh, udahan?” saya bertanya penasaran. Mengangkat alis dan mengerutkan kening. Heran. Apa pasal? Pertama, ia adalah member baru di tempat latihan fisik saya. Kedua, dari tubuhnya yang tinggi dan proporsional, harusnya tenaga yang ada dirinya besar.

“Iya, mas. Udahan. Capek banget rasanya.” Katanya lagi sambil memegangi lengannya yang baru saja digunakan untuk mengangkat beban. Saya bisa memastikan, pasti di bagian itu, ototnya seperti terbakar. Panas.

Saya mengibaskan tangan, berkata, “Kalau baru pertama latihan memang gitu, badan sakit-sakit semua. Tapi nanti, kalau udah rutin, semuanya pasti akan baik-baik saja, jadi, nggak usah khawatir.” saya menjelaskan, “Terus kapan latihan lagi?”

Dengan raut wajah yang seperti putus asa –wajah tidak tersenyum dan bahu seakan melorot ke bawah, dia menjawab, “Nggak tahu, mas. Mungkin Kamis.”

“Oh, oke deh.”

*****

Percakapan singkat di atas terjadi kemarin, Senin 22 Februari 2016, di tempat fitnes saya. Jadi, si lelaki yang berpamitan itu adalah member yang baru saja mendaftar dan langsung latihan. Ia sempat berkata ke saya di awal, bahwa ia ingin membentuk tubuhnya agar lebih berisi dan proporsional. Ia juga ingin membuat tulang belakangnya lebih tegak.

Karena hal itulah, maka kemarin, pelatih fisik saya menganjurkan beberapa latihan yang harus ia kerjakan. Pertama pemanasan, bersepeda lima belas menit. Kedua, latihan perut, shit up. Ketiga, menguatkan tulang belakang dengan back up.

Keempat, masih melatih tulang belakangnya, tapi kali ini menggunakan alat –saya tidak tahu nama alatnya. Pokoknya, alat itu ditarik ke bawah dengan tangan sambil posisi duduk yang tegak, lurus dan tidak boleh membungkuk.

Saya memperhatikan member baru itu lamat-lamat. Ikut membenarkan jika ada posisi latihan yang salah, juga mengobrol beberapa hal ketika istirahat sebentar. Hingga ketika ia baru saja berlatih sekitar setengah jam, ia malah pamit pulang. Katanya karena kelelahan.

Setengah jam itu sebentar. Karena biasanya, saya latihan minimal 2 jam. Melakukan pemanasan sebentar, kemudian masuk program yang sudah ditetapkan –latihan inti, dan diakhiri dengan pendinginan.  

Latihan fisik –fitness, adalah olah raga berat yang belum tentu semua orang tahan mengerjakannya. Dari luar, olah raga ini terlihat sepele, ringan, dan seperti gampang sekali dikerjakan. Tapi sebenarnya tidak. Coba saja kalau tidak percaya. Olah raga ini membutuhkan tenaga yang ekstra dan stamina yang besar.

Pelatih saya bilang, kalau nutrisi dan istirahat tidak dijaga, maka mustahil bisa optimal ketika di tempat latihan. Makanya saya dilarang begadang olehnya. Tapi karena beberapa kali pekerjaan menumpuk dan saya harus selesaikan, ya mau bagaimana lagi.

Hal terberat pada latihan fisik ini terletak saat ketika kita pertama kali melakukannya. Apa sebabnya?

Pertama, tubuh kita sebelumnya kan jarang mengangkat beban –cuma kerja di kantor dan lebih banyak duduk, sehingga di awal latihan, ia akan cepat sekali lelah dan stamina kita loyo. Makanya, tidak mengherankan jika banyak member baru yang mengeluh kelelahan. Wajar saja, lah wong sebelumnya otot mereka hampir tidak pernah digunakan.

Kedua, setelah selesai latihan pertama kali, bisa dipastikan tubuh kita akan sakit-sakit semua. Bahkan, dulu, ketika saya baru pertama kali fitness, saya malah sampai tidak bisa membuka kaos sendiri. Saya meminta bantuan teman kontrakan untuk mengangkat kaos saya ke atas dan barulah saya bisa membukanya.

Ketika mandi, percaya atau tidak, bahkan mengangkat gayung berisi air saja, saya harus menggunakan dua tangan. Nggak tahu kenapa, gayung itu terasa berat sekali. Seperti tongkatnya Thor, yang terlihat ringan tapi beratnya nggak ketulungan.

Malam harinya, ketika hendak tidur, saya membaluri tubuh saya dengan balsem otot, berharap ada hangat yang menjalar dan memijat skeleton-skeleton saya yang kelelahan. Sakit-sakit itu saya rasakan sampai berhari-hari.

Setelah satu hari istirahat, saya kembali latihan dan memaksakan diri. Karena memang begitulah seharusnya, jangan berhenti terlalu lama, agar otot terbiasa dan tidak kaget lagi ketika latihan.

Begitulah, bahwa dalam banyak hal, bagian terberat itu adalah ketika pertama kali memulainya. Tapi jika ini terlewati dengan baik, biasanya, ke depan akan lebih enak dijalani dan mudah saja dilakukan.

Sama dengan menulis setiap hari di gerakan One Day One Post, misalnya. Dulu, ketika pertama kali menerapkan prinsip ini, saya selalu kebingungan setiap hari. Sering kehabisan ide, tidak mood, atau memelihara kemalasan berlarut-larut. Apalagi jika seharian aktivitas padat merayap dan malamnya kelelahan, semakin berat saja yang saya rasakan untuk menulis.

Padahal, jika dipikirkan secara logika, menulis setiap hari seharusnya bisa dilakukan semua orang, bukan? Sama seperti fitness, orang di luar, pasti menganggap bahwa itu adalah olah raga yang menyenangkan dan gampang. Padahal tidak. Menulis setiap hari juga demikian.

Beruntungnya, saya cukup kuat menggigit komitmen dan prinsip di One Day One Post, sehingga semuanya terlewati dengan baik. Hingga sekarang, ketika saya sudah melakukannya bertahun-tahun, semuanya menjadi mudah saja. Kegiatan ini, menulis setiap hari dan mempostingnya di blog, seperti sebuah program yang sudah terinstal di kepala saya.  

Sehingga ketika sehari saja saya tidak melakukannya, hidup saya seperti ada yang kurang. Hampa seperti Adam yang merana ketika Hawa belum ada.

Mengapa itu bisa terjadi? Sama seperti latihan fisik tadi, bagian terberat adalah ketika pertama kali latihan. Tapi jika berhasil ditaklukkan dan dirutinkan, maka semuanya akan menjadi mudah saja.

Yang berat ketika akan mulai menulis setiap hari ada di bagian awal saja, tapi jika sudah berhasil dibiasakan setiap hari, lama-lama akan ketagihan juga.


Demikian. 

20 komentar

avatar

Iya sih. Kesulitan lain adalah dalam mencari kalimat pembuka saat akan menulis. Itu terkadang menghabiskan waktu cukup lama dalam pencariannya. Yang akhirnya menunda lagi waktu untuk menulis karena dikejar pekerjaan lain. Bagaimana mengatasi masalah itu Bang?

avatar

Setuju Bang. Alah bisa karena biasa. ^__^

avatar

Batua bana, bang Syaiha..:)

avatar

Batua bana, bang Syaiha..:)

avatar

Terkadang juga tulisannya berhenti ditengah jalan hehhe
Mungkin karna belum terbiasa berkata kata :D

avatar

Terkadang juga tulisannya berhenti ditengah jalan hehhe
Mungkin karna belum terbiasa berkata kata :D

avatar

Bener bang śyaiha kebanyakan ideku mentok dtengah jalan seperti tenaga kuda yang sudah lama dmakan waktu dan membutuhkab waktu lama untuk dijalankan lagi karena harus dipannaskan dulu atau bahkan harus mengganti akinya dengan yang baru karena tekor lama tak terpakai walupun bahan bakarnya full.
Bang syaiha seperti îtukah sebuah analogy?
Maf mash merabahr-abah kata bang...mohon bimbingannya,he... :)

Semangat Pagi :)

avatar

'haya' butuh pembiasaan, dan itu yg berat.. hehe..

avatar

Selain memulai, saya juga punya kendala di menyelesaikan, Bang.
Berarti harus membiasakan memulai untuk menyelesaikan ya. :D

avatar

Kalau saya, apa yang terlintas pertama kali langsung saya tulis. Biarkan saja tidak bagus, nanti bisa diedit.. Karena terlalu lama di kalimat pembuka hanya akan membuang-buang waktu saja..

avatar

Iya, bisa karena biasa..

avatar

Kalau berhenti di tengah jalan, jangan lama-lama berhentinya yaa..

avatar

Iya, mbak.. Itu analogi..
Semoga dengan sering latihan, analogi yang dipakai lebih halus dan mengena..

Salam

avatar

Tidak berat kalau sudah biasa.. hehe

avatar

Maka tentukan titik akhirnya biar bisa berhenti tepat waktu dan tepat sasaran..

Salam

avatar

Bang syaiha aku belum pernah buat novel tapi akan ku usahakan seoptimal mgkin sperti kata bang harus dibiasakan

avatar

Bang syaiha aku belum pernah buat novel tapi akan ku usahakan seoptimal mgkin sperti kata bang harus dibiasakan


EmoticonEmoticon