Like Fanpage Bang Syaiha

Asal itu Baik, Tidak Mengganggu Orang Lain, dan Kalian Suka, Maka Lakukan Saja!

By Admin | Wednesday, 24 February 2016 | Kategori:

Hidup itu sebentar maka lakukanlah apa yang kalian suka saja, Tesis, Kuliah S2, Bang Syaiha, penderita polio, http://bang-syaiha.blogspot.co.id/
Hidup itu sebentar maka lakukanlah apa yang kalian suka saja
Apa yang mau saya tulis sekarang? Ide di kepala ada (banyak malah), tapi tubuh sedang tidak bersahabat. Tangan masih pegal-pegal karena Senin kemarin mengangkat beban, tubuh kelelahan karena aktivitas seharian, eh pas buka blog dan dipaksa nulis, hasilnya nggak karuan. Tadi, saya sempat menulis satu paragrap dan dihapus lagi karena ngerasa nggak nampol (biasanya istri saya akan nyeletuk nih, sini aku tampol. Kan ngeri jadinya.)

Saya menulis postingan ini Selasa malam (malam Rabu) dan dijadwalkan tayang pada hari Rabu pagi jam setengah enam. Seharian tadi (itu berarti Selasa 23 Februari 2016) saya mengajar penuh dari pagi hingga sore. Di awal hari, saya mengajar Matematika di kelas X SMA SMART 1 Bogor dan siangnya saya mengajar mata pelajaran yang sama di kelas XI IPA. 

Sore harinya, ketika sampai di rumah, saya langsung istirahat sejenak dan shalat Ashar. Hingga ketika selesai shalat Maghrib, saya melanjutkan pekerjaan rutin saya dalam satu bulan belakangan, menulis tesis yang sudah terbengkalai beberapa bulan. Alhamdulillah, hasil dari gerakan One Day One Post terlihat nyata. Kecepatan menulis saya semakin tinggi. Sehingga hanya dalam waktu satu jam, biasanya saya bisa menghasilkan 4 - 6 halaman tesis. 

Itulah sebabnya, dalam sebulan kurang ini, saya sudah berhasil menulis 100 halaman tesis. Dan mohon doanya agar tugas akhir ini segera selesai dan saya bisa wisuda tahun ini. Kan keren tuh, kalau nama saya nanti nambah embel-embelnya, Syaiful Hadi, S.TP., M.Pd.I. (Halah, apaan sih, nggak penting banget

Saya memang mengambil jurusan manajemen pendidikan Islam di kuliah pasca sarjana. Sebabnya: pertama, saya jatuh cinta pada dunia pendidikan sejak mengajar di pedalaman Kalimantan dan kembali ke Bogor. Dekat dengan anak-anak dan berbagi ilmu membuat hidup saya lebih tenang dan (semoga) berkah. Kedua, karena saya sudah cinta pada pendidikan dan mengajar di sebuah sekolah, maka saya memutuskan untuk mengambil kuliah di bidang pendidikan saja. 

Sebagian orang mungkin akan berkomentar dan menyayangkan apa yang sudah saya putuskan. Sayang banget tahu, udah kuliah pangan di IPB dan nilainya bagus, eh malah ngambil jurusan pendidikan di kuliah pasca sarjana. Kenapa sih nggak ngambil jurusan pangan lagi saja? 

Jujur deh, sebagai manusia, kadang saya merasa demikian. Merasa menyesal mengambil kuliah pendidikan. Tapi ketika direnungkan lebih dalam, juga ketika memikirkan bahwa keputusan yang saya ambil itu ternyata banyak memberikan kebahagiaan, rasa menyesal karena telah mengambil jurusan pendidikan itu hilang. 

Oh well.. hidup ini sebentar dan nanti kita akan meninggal. Dalam waktu yang sebentar itu, saya hanya ingin melakukan apa-apa yang membuat saya bahagia saja (dan tidak mengusik ketentraman orang lain). Kalaupun seandainya, apa-apa yang membuat saya bahagia itu dikomentari orang lain, maka saya cukup diam dan berkata, "Inilah yang membuatku nyaman dan tentram, lalu buat apalagi harus melakukan hal yang lain? Toh, belum tentu saran dari mereka sesuai dengan apa yang saya harapkan, bukan?" 

"Lebih penting lagi, apakah saran mereka akan membuat saya bahagia? Belum tentu!" 

Dalam kehidupan sehari-hari memang demikian. Banyak orang-orang yang merasa sok tahu dan menganjurkan ini itu. Menghadapinya? Cukup diamkan. Pura-pura mendengarkan saran darinya dan jangan membantah (biar cepet selesai). 

Balik ke kegiatan saya... 

Setelah menulis tesis hingga shalat Isya, saya lalu melanjutkan laporan pekerjaan selama bulan Februari. Laporan itu ditulis tangan dan diminta untuk segera dikumpulkan. Nah, karena saya sendiri pun lupa kapan terakhir kali menulis dengan tangan dalam jumlah berhalaman-halaman, maka jadilah jari-jari saya keram. Capek. 

Akibatnya lagi, ketika laporan pekerjaan selesai, pikiran dan otak saya penat. Mau menulis di blog malah kebingungan. Sudah menulis satu paragrap, eh malah hasilnya nggak karuan. Ya sudah, saya hapus lagi saja dan menulis sekenanya, sebebas-bebasnya. Saya nggak peduli nih tulisan bagus atau tidak, menarik atau tidak, yang penting blog saya update dan saya bahagia. 

Benar sekali, setiap berhasil menulis satu postingan, ada rasa lega di dalam dada. Puas. Dan ketika saya melihat tulisan ini, saya bangga, nggak nyangka ternyata udah cukup panjang dan sepertinya harus diakhiri saja. 

Mohon maaf jika catatannya nggak sesuai harapan. 

Selamat Pagi!

16 Responses to " Asal itu Baik, Tidak Mengganggu Orang Lain, dan Kalian Suka, Maka Lakukan Saja! "

  1. Bang syaiha yg bersemangat dan berdedikasi tinggi...

    ReplyDelete
  2. Cukup diamkan. Pura-pura mendengarkan saran darinya dan jangan membantah (biar cepet selesai).


    Setuju bang!! Akan saya aplikasikan ke kehidupan nyata. Terutama terhadap orang2 yg sering banget menyatakan kepaduliannya dengan memberikan saya 1001 macam advices relationship secara free. Hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehee..iya-in aja gitu, ya mbak..

      Delete
    2. Yup, diamkan saja sampai ia lelah dan berhenti..

      Delete
  3. Sip, deh.. menginspirasi..
    Pada akhirnya kembali lagi pada kenyamanan hidup masing-masing orang.. Kenyamanan hidup diri pribadi tak dapat dipaksakan orang lain..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, kita bertanggung jawab atas bahagia atau tidaknya kita..

      Delete
  4. Siiiip...semangat Bang! Dan jadi ikut semangat juga...hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih sudah berkunjung..

      Semoga semakin bersemangat..

      Delete
  5. Keren bang...
    Keputusan ada ditangan kita... Tak perlu pusing dengan komentar2 orang...
    Semangat pagi bang !!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, bener banget itu..
      Keputusan mah di tangan kita...

      Delete
  6. Kita jadi kafilah aja ye bang...

    ReplyDelete
  7. Kita jadi kafilah aja ye bang...

    ReplyDelete
  8. Keren bang. . BTW jadi pengajar imbalan jasanya paling tinggi lho di akhirat sana

    ReplyDelete
  9. Keren bang. . BTW jadi pengajar imbalan jasanya paling tinggi lho di akhirat sana

    ReplyDelete