Like Fanpage Bang Syaiha

Bagaimana Menghasilkan Tulisan yang Bagus?

By Bang Syaiha | Monday, 29 February 2016 | Kategori:

Bagaimana Menghasilkan Tulisan yang Bagus, Bang Syaiha, Kisah Inspiratif, One Day One Post, Menulis Setiap Hari, Blogger Aktif, Penderita Polio, Trainer, Guru Blogger, bang-syaiha.blogspot.co.id

Menulis saja terus dan jangan berhenti. Jangan lupa juga sebarkan tulisan kalian di media sosial dan biarkan orang banyak menikmati. 
-Bang Syaiha

Kemarin, ada seorang perempuan yang menghubungi saya via jendela chat di facebook. Katanya, "Bang Syaiha, beberapa waktu lalu saya membaca postingan njenengan di fb dan saya suka. Kemudian saya kepoin tulisan-tulisan sampeyan. Ternyata bagus-bagus." 

Oh well, sungguh, hanya karena sebuah pujian itu, saya senang. Sudah manusiawi kali ya, bahwa setiap kita, siapapun orangnya, suka jika mendapatkan apresiasi. Suka jika yang kita lakukan disukai orang. Semoga, itu tidak mengurangi keikhlasan kita kepada Allah. Mendapatkan pujian dari siapapun, anggap saja bonus. 

Saya mengucapkan kalimat balasan singkat, "Terimakasih, mbak. Semoga saya bisa menulis setiap hari dan menyebarkannya kepada sebanyak-banyaknya orang." 

"Aamiin," katanya kemudian, "Oiya, Bang.. Sebenarnya saya juga suka menulis sejak dulu. Hanya saja saya tidak pernah berhasil menciptakan sebuah tulisan yang baik. Pernah nih ya, saya udah buat tulisan yang panjang, lalu kemudian tidak jadi saya posting karena merasa tulisan saya nggak bagus. Akhirnya saya hapus lagi deh tulisan saya. " 

Sampai titik ini saya tertegun. 

"Makanya, malam ini saya memberanikan diri menghubungi Bang Syaiha, dengan harapan, semoga Abang bisa memberi sedikit masukan ke saya. Bagaimana caranya agar saya bisa menghasilkan tulisan yang menarik, Bang?" 

Bukannya menjawab, saya malah bertanya balik ke dia, "Kira-kira, apa yang membuat mbak susah menghasilkan tulisan yang bagus?" 

Agak lama ia menjawab. Mungkin sedang berpikir. Hingga kemudian balasannya datang juga, "Barangkali karena saya jarang berlatih kali ya, Bang?" 

"Oh begitu?" jawab saya asal, "Kemudian, ada lagi nggak penyebab lainnya, mbak?" 

Diam lagi, barangkali sedang berpikir kembali, "Mungkin, karena saya jarang membaca juga, Bang." 

"Oke, kalau begitu, kira-kira apa yang akan mbak lakukan untuk bisa memperbaiki semuanya?" 

"Ya mau nggak mau saya harus sering menulis dan banyak membaca, Bang." 

Sampai disini, saya yakin mbak yang bertanya itu mulai mengerti ke arah mana pertanyaan saya. Sengaja saya tidak langsung memberi jawaban, karena ingat akan sebuah kalimat bijak, bahwa, "Tanpa keikutsertaan, maka tidak akan ada komitmen." 

Oleh karena itulah sengaja saya giring ke sebuah kesimpulan yang sebenarnya semua orang (terutama yang ingin menjadi penulis) sudah paham, bahwa untuk bisa menghasilkan tulisan yang baik itu yang dua saja kuncinya, banyak membaca dan banyak menulis. 

"Baiklah, Bang. Terimakasih banyak sudah menyadarkan saya. Semoga setelah ini saya bisa menerapkan ilmunya. Mohon bimbingannya ya, Bang." 

"Oh, kalau mau dibimbing, nanti ikut gerakan One Day One Post gelombang 3 saja, mbak. Kita akan sama-sama belajar disana." 

"Kapan dibuka, Bang?" 

"Nanti, belum saya pikirkan kapan. Tunggu saja." 

"Untuk kebermanfaatan tulisan bagaimana, Bang? Kenapa saya merasa tulisan saya tidak berguna. Makanya saya menjadi malas menulis lagi." 

Baiklah, untuk yang satu ini, saya akan membahasnya. Begini...

Pertama, saya melihat bahwa sisi bermanfaatnya sebuah tulisan itu ada dua: bermanfaat untuk diri sendiri dan bermanaat untuk orang lain. Jadi, sesederhana apapun tulisan yang dihasilkan, pasti bermanfaat. Terutama untuk diri kita sendiri. Apa manfaatnya? Yang paling simpel ya sebagai ajang latihan dan belajar agar bisa menghasilkan tulisan yang lebih baik. 

Dan lagi, kita juga seharusnya jangan under estimated dulu dan langsung berkata, "Tulisan saya nggak ada manfaatnya!" sebelum menyebarkan kepada orang lain dan membiarkan mereka membaca. Jika tulisan adalah anak-anak kita, itu sama saja kita bilang ke buah hati sendiri, "Kalian ini anak-anak nggak berguna. Benar-benar nggak bisa diandalkan!" 

Apa jadinya jika anak kita diperlakukan demikian? Mereka tidak akan berkembang dengan baik. Kerdil. Sama dengan tulisan kita lah, kalau sejak awal kita sudah under estimated, ya susah ke depannya. 

Toh, saya yakin kok, sesimpel apapun tulisan yang kita hasilkan, pasti akan ada yang menikmati dan suka. Maka jangan sekali-kali beranggapan bahwa tulisan kita jelek dan tidak ada gunanya buat orang banyak. 

Kedua, kalaupun masih juga merasa bahwa tulisan kita belum bisa memberikan manfaat kepada orang lain, maka jangan berhenti menulis. Berlatih saja terus dan pasti akan berguna untuk diri sendiri. Sisihkan waktu setengah sampai satu jam setiap hari dan menulislah. Kalau masih belum berani menyebarkan, simpan saja dan nikmati proses belajarnya sendiri. 

Saya yakin, jika hal ini dilakukan terus-menerus, pasti akan memberikan hasil yang luar biasa hebat, kelak. 

Ketiga, jika ada yang bertanya, "Jika memang begitu, mengapa Bang Syaiha kayaknya getol banget memprovokasi orang untuk menulis setiap hari dan meminta mereka menyebarkannya ke media sosial?" 

Nah, kalau yang ini adalah untuk personal branding. Jika kita ingin dikenal orang sebagai penulis, maka menulislah dan sebarkan tulisan kita ke media sosial. Terus lakukan itu setiap hari dan jangan berhenti. Biarkan orang-orang mengenal kita sebagai penulis yang aktif. Maka lambat laun, ketika semuanya dijalani dengan baik, niscaya nanti kita akan mendapatkan dua keuntungan sekaligus. Satu, kita dikenal orang sebagai penulis. Dua, tulisan kita akan semakin bagus dan enak dinikmati. 

Dengan melakukan hal demikian, secara tidak langsung pun media sosial kita akan terkelola dengan baik. Isinya adalah tulisan dan buah pemikiran kita. Bukan hal-hal yang tidak ada gunanya. Nanti, jika ini terus dijalani, maka media sosial kita akan menjadi ramai dan lebih mudah digunakan untuk banyak hal (termasuk menjual buku sendiri disana).  

Jaman sekarang, saat dunia maya sudah ada di genggaman, kita memang harus bisa kreatif memanfaatkan segala sumber daya ke cita-cita yang kita harapkan. Dia yang berhasil adalah dia yang bisa melakukan itu dengan baik dan benar. 

Demikian. 

65 komentar

avatar

Personal Branding! Target !

avatar

Personal Branding! Target !

avatar

Bukan masalah bagus tidaknya tulisan, biasanya krn ga PeDe. Alhamdulillah ada ODOP. :)

avatar

Waduh, belum berani share tulisan ke sosial media. (Catatan teman media sosial: orang tua, teman sekelas, kakak + adik kelas, guru, kepsek, dll).

Mana mungkin saya berani menyebarkan tulisan aneh saya ke media sosial?

avatar

Wowww. Analogi tulisan adalah anak itu keren Bang, anakku baru dikit hehe

avatar

Tanpa keikutsertaan maka tidak akan ada komitmen. Hmm..boleh juga diterapkan didunia kerja nih..:)

avatar

Tanpa keikutsertaan maka tidak akan ada komitmen. Hmm..boleh juga diterapkan didunia kerja nih..:)

avatar

Terimakasih Bang Syaiha, saya jadi dapat ilmu lagi nih.. ^__^

avatar

wahh.. tambah semangat join odop 2:)
kuncinya cuman 2, membaca dan terus menulis untik mengahsilkan tulisan yang baik. makasih bang syaiha, untuk sekian kalinya sy termotivasi untuk menulis setelah membaca tulisan di blog ini^_^

avatar

Pagi-pagi sarapan tulisan Bang Syaiha.. subhanallah dapat suntikan semangat baru..

#sama kasusnya ma mbak audrey hikz..
Tapi sekarang pelan-pelan ayo kita memberanikan diri..

avatar

Jossss bang pokoke..
Semoga usaha dan komitmen ikut Odop, membuahkan hasil yang spektakuler. Aaminnn

avatar

Pada intinya menulis dan membaca, tak lupa berdo'a dan merenung, hehehe...

avatar

jadi lebih termotivasi lagi bg..
sukses selalu bg..

avatar

Yup... Terima kasih Bang Syaiha...
Semangaaat... (#menyemangati diri, hihi...)

avatar

Yap! Semangat...semangat dan semangat!!!

avatar

Semoga tetap istiqomah untuk menulis....amin

avatar

yang redup jadi makin hidup.
makin bang syaiha,

avatar

Dapat ilmu lagi, terimakasih Bang

avatar

Semoga tetap istiqomah untuk menulis....amin

avatar

Terima kasih Bang Syaiha..

avatar

saya udah ngerti bang, yang praktek pokoknya jangan kebanyakan teori hehehe..

avatar

terimakasih penjelasannya bang. Tapi kadang saya heran, sy sendiri tidak setiap hari memposting tulisan di media sosial, tapi teman-teman sy mengganggap saya sebagai penulis. Apa ini anugrah ya? Heheh

avatar

Ngecas banget buat semangat nulis saya..makasih ya bang

avatar

membaca dan menulis... Hmn... Cuma dua, tpi koq susah ya... Keep fighting
Mksih bang syaiha ilmunya
Abdur-rahiem.blogspot.com

avatar

Wow,,jadi mengebu-ngebu.
Yg sebelum nya minder banget,,
Jadi tambah semangat nya

avatar

Terpaksa tidak semua tulisan di share ke sosial media... Terutama FB... karena ada anggapan dari para bos, yang aktif di FB gak punya kerjaan hehehe

avatar

Terpaksa tidak semua tulisan di share ke sosial media... Terutama FB... karena ada anggapan dari para bos, yang aktif di FB gak punya kerjaan hehehe

avatar

Keren. Terimakasih wejangannya. Saya jadi makin semangat menulis nih bang ^_^

avatar

Terimakasih kembali..

avatar

Padahal nggak gitu juga kali yaa... hehe
Semangat mbak Maya..

avatar

Amin..
Semoga semangatnya terjaga yaa...

avatar

Saya tunggu tulisan2nya..

avatar

Bukan susah, cuma nggak prioritas aja kadang-kadang..

Salam

avatar

Terimakasih kembali...

avatar

Iya, anugerah. Itu akan mempermudah branding malah..

avatar

Tetap jaga semangatnya yaaa...

avatar

Mulai sekarang, harus pede dong yaa.. kan mau jadi penulis..

avatar

Hahaha... takut dijewer ya?

avatar

Saya menerapkannya di dunia pendidikan..

avatar

Terimakasih kembali..

avatar

Kalau tulisannya baik dan berguna harusnya nggak perlu takut.. hehe..
Sebarkan saja..

avatar

Aamiin..
Semoga saja ya, mbak..

avatar

Asal jangan kebanyakan merenung dan nggak nulis-nulis yaa..

avatar

Sukses selalu, mbak..

avatar

Semangat juga, mbak..

avatar

Semangat.. semangat..

avatar

Semoga hidupnya lama..

avatar

Semoga praktiknya bisa ditingkatkan..


EmoticonEmoticon