Like Fanpage Bang Syaiha

Catatan Harian Seorang Guru

By Bang Syaiha | Wednesday, 3 February 2016 | Kategori:

Catatan Harian Seorang Guru, Bang Syaiha, Penderita polio, http://bang-syaiha.blogspot.co.id/
Catatan Harian Seorang Guru
Kemarin pagi, saya berangkat ke sekolah seperti biasa. Jam tujuh sudah sampai disana dan mendapati bahwa sekolah kami masih sepi. Saya mendongak ke arah jam dinding, memastikan bahwa angka yang ditunjukkan sama dengan yang ada di ponsel. Tidak salah, pukul tujuh pagi. "Mengapa jam segini, siswa-siswa belum pada datang ya? Tumben!" gumam saya sendirian. 

Tak berselang lama, dua tiga siswa saya berdatangan, mengenakan seragam dan jaket yang membungkus rapat. Mereka mengucapkan salam, menghampiri saja, dan menjulurkan tangan. Kami berjabat tangan. 

"Sehat semua kalian?" 

"Alhamdulillah, Ustad." jawab salah satu siswa, "Cuma pagi ini dingin banget. Makanya pada belum datang." 

Saya mengernyitkan kening, apa hubungannya dingin dan terlambat ke sekolah? 

Merasa bahwa saya agak sedikit bertanya-tanya, salah satu siswa kemudian berkata lagi, "Karena dingin, teman-teman pada tidur lagi selepas muroja'ah hafalan di masjid tadi, Ustad." 

"Dan kalian kesiangan?" 

Mereka tak menjawab, hanya nyengir saja. 

Beberapa hari ini, Bogor dilanda hujan. Dari pagi hingga malam. Intensitasnya memang tidak deras sepanjang hari, terkadang malah hanya gerimis saja. Tapi itu cukup untuk membuat suhu turun dan dingin menusuk-nusuk. 

Sekitar jam setengah delapan, sekolah dimulai dengan pembukaan: membaca Al Quran, doa, dan ice breaking. Akan ada tiga siswa setiap hari yang mengerjakan tugas itu bergantian. Tujuannya apa? Pertama, kami percaya, bahwa apa-apa yang dimulai dengan membaca Al Quran dan basmallah, maka akan mendapatkan keberkahan dari Allah. Kami berharap, pembelajaran yang dilaksanakan dari pagi hingga sore, menjadi sarana agar semuanya semakin dekat kepada Allah. 

Kedua, mengapa petugas diganti setiap hari? Tidak lain adalah untuk melatih kepercayaan diri dan mental siswa agar bisa berbicara di depan umum dengan baik. Ini adalah keterampilan yang harus dibiasakan dan dilatih setiap saat, agar kelak, ketika mereka sudah berada dalam masyarakat dan menjalani kehidupan sebenarnya, mereka bisa diandalkan dan berguna. 

Pembukaan selesai jam delapan dan barulah pembelajaran dimulai. Hari kemarin, saya mengajar dua kelas, Matematika. Di kelas X hanya ada 9 siswa dan saya mengajar tentang Logika Matematika. Sedangkan di kelas XI hanya ada 4 siswa dan saya mengajar tentang Suku Banyak. 

Saya beruntung, karena siswa di kelas tidak terlalu banyak dan semuanya pintar-pintar. Sehingga target dan tujuan pembelajaran yang telah saya tentukan bisa tercapai dengan baik. Saya juga menanamkan karakter dan moral yang baik kepada mereka. 

Seperti ketika menjelaskan tabel kebenaran pernyataan majemuk konjungsi (yang bingung, buka-buka lagi saja pelajaran Matematika SMA-nya tentang Logika Matematika). Ketika menerangkan kepada mereka bagaimana cara mengingat dengan mudah tabel ini, saya katakan, "Caranya, ingat saja kaidah rejeki dalam Islam ya. Bahwa rejeki itu bisa dinilai benar jika cara mencarinya benar, halal. Mengeluarkannya juga di jalan yang benar, halal, bukan dosa." 

"Jadi, jika kedua-duanya (cara mencari dan dimana dibelanjakan) benar, barulah ia benar dan berpahala." 

Dan dengan penjelasan itu, alhamdulillah semua siswa dapat memahaminya dengan baik. Selanjutnya, pelajaran yang saya lakukan sepanjang hari berjalan normal dan menyenangkan. Semua siswa suka, mengerti, dan paham. 

11 komentar

avatar

ceritanya bagus bang syaihah...

avatar

ceritanya bagus bang syaihah...

avatar

kaidah perbuatan baik dan buruk.. heheee..;):v

avatar

Jadi ingat siswa-siswa Uda saya.Mirip..

Setiap pulang sekolah,saya suka mendengar ceritanya, subhanallah..

avatar

Bang syaiha. Saya agak bertanya2 tentang kelas XI Yang isinya 4 orang. Hanya 4 bang? Memang hanya 4 atau Yang lainnya ga masuk? Kenapa bs hanya 4?

avatar

Terimakasih sudah mampir..

avatar

Alhandulillah.. Berarti ingat..

avatar

Cerita guru2 yg mengajar di sekolah tuh emang unik2.. Makanya sayang kalau nggak dituliskan..

avatar

Total siswa di sekolah saya baru 18 orang. Kelas X sembilan orang, kelas XI juga sembilan orang. Kelas XII belum ada.

Nah.. Kelas XI itu dibagi menjadi 4 orang IPA dan 5 orang IPS..

Begitu mbak..

avatar

Kok saya ngga ingat y materi itu, hehehe

avatar

Kok saya ngga ingat y materi itu, hehehe


EmoticonEmoticon