Like Fanpage Bang Syaiha

Gunakan Internet Hanya untuk Hal-Hal yang Baik

By Bang Syaiha | Friday, 12 February 2016 | Kategori: |

Gunakan Internet Hanya untuk Hal-Hal yang Baik, internet itu seperti pedang bermata dua, gunakan dunia maya dengan bijak, bang syaiha, penderita polio, http://bang-syaiha.blogspot.co.id/
Gunakan Internet Hanya untuk Hal-Hal yang Baik
Tugas dari One Day One Post minggu kedua bulan Februari ini adalah tentang menulis isu-isu yang sedang booming di masyarakat. Dan karena tugas inilah, maka beberapa hari belakangan saya lebih sering memindah-mindah channel televisi, mengamati. Siapa tahu ada yang menarik untuk dituangkan dalam catatan harian di blog ini.

Ada beberapa memang yang sedang ramai dibicarakan, semisal kasus Mirna dan Jessica dengan sianidanya –sebuah asam lemah yang mematikan. Bahkan, jika kalian tahu, sianida ini juga ada di ubi karet yang tidak bisa dimakan. Pohonnya seperti ubi kayu, hanya saja bisa membesar dan tinggi. Konon, di bagian akarnya juga ada ubi mirip seperti singkong. Tapi ia tidak bisa dikonsumsi karena mengandung sianida.

Kasus mereka menjadi perhatian publik karena hampir semua stasiun televisi selalu menayangkan perkembangannya setiap hari. Orang-orang akhirnya pun menjadi ingin tahu, apa sih alasan Jessica sampai-sampai tega membunuh Mirna?

Selain kasus mereka, ada juga tentang Ulil Abshar Abdala dan LGBT-nya. Dia adalah orang yang getol dan terang-terangan membela LGBT dan menganggap bahwa itu bukan penyakit. Bahkan, Ulil juga sempat bercuap-cuap di timeline twitter pribadinya begini: “Jika memang kaum sodom diluluh-lantakkan karena LGBT, lalu kenapa sekarang Tuhan tidak mengadzab juga negara-negara yang mendukung kaum LGBT ini?”

Hadeuh!

Tapi dua kasus ini tidak membuat saya tertarik. Saya tidak hendak menuliskan tentang mereka. Sudah banyak lebih kompeten dan menuliskan pendapatnya.

Lalu apa yang akan saya tuangkan demi memenuhi tugas dari One Day One Post?

Maka mulailah saya mencari-cari lagi isu yang sedang ramai dibicarakan orang-orang. Kali ini, saya mencarinya di GoogleTrends dan menemukan sebuah berita tentang Deddy Corbuzier vs Antho Nugroho.

“Ada apa nih?” begitu gumam saya ketika pertama kali menemukannya. Berita tentang perselisihan mereka dicari 50ribu pencarian hanya dalam satu hari saja.

Maka mulailah saya kepo, membaca beberapa berita terkait mereka. Dan dari sana saya bisa membaca titik masalahnya. Bahwa si Antho ini iseng, entah sengaja atau tidak, ia menuliskan sebuah kalimat yang tak senonoh tentang Jessica. Mengatakan Jessica adalah (maaf) PSK. Deddy tidak suka, karena di kalimat itu juga ada namanya.

Menyikapi hal ini, Deddy lalu mengadakan sayembara: barang siapa yang bisa menemukan keberadaan si Antho (nama langkapnya, aktivitas dan alamat rumahnya) maka akan diberikan hadiah 10 juta. Dan tidak perlu menunggu lama, Antho ditemukan. Bahkan informan Deddy sampai bisa menjelaskan juga riwayat hidup hatersnya itu, dimana ia bekerja, dan tempat tinggalnya.

Selanjutnya, Deddy meminta Antho menemuinya di Jakarta. Di depan wartawan dan kamera, Antho kemudian dipaksa meminta maaf.

Duh, melihat beberapa poto yang beredar, saya tertegun. Antho menundukkan kepalanya dalam-dalam. Ia seperti pesakitan yang hina. Koar-koar di sosial medianya ternyata tidak ada apa-apanya. Ia diam dan pasrah saja ditelanjangi Deddy.

Teman-teman, dunia maya ini seperti pedang bermata dua yang tajamnya sama. Di dalamnya, yang baik-baik bertebaran. Yang buruk-buruk juga berseliweran. Maka jika pedang yang dua matanya sama-sama tajam ini ada di tangan kita, hasilnya tergantung bagaimana kita mengarahkannya.

Di luar sana, banyak orang yang berhasil memanfaatkan internet untuk hal-hal yang baik: menulis, show off, unjuk kebolehan, berbagi pengalaman, berjualan, dan sebagainya. Orang-orang seperti ini mendapatkan banyak keuntungan berupa uang dan nama baik yang didambakan.

Yah, walau sebenarnya, boleh jadi, saat pertama kali mereka berkiprah di dunia maya, tujuannya adalah berbagi. Tidak sampai kepikiran akan mendapatkan keuntungan lebih berupa materi. Namun, sudah sunnatullahnya demikian, bukan? bahwa orang-orang yang gemar berbagi kebaikan (entah dalam bentuk tulisan, video inspirasi, atau apa saja), maka ia akan mendapatkan kebaikan yang setimpal pula (kadang-kadang malah lebih)

Sebaliknya, ada orang-orang yang seperti Antho. Latah dan (maaf) bodoh. Mungkin ia lupa, bahwa beranda media sosial bukanlah ranah pribadi yang bisa seenaknya saja berkata ini dan itu, bisa semau-maunya saja berujar berbagai hal. Ia juga lupa, bahwa sekali sebuah status (entah itu poto atau hanya sebuah kalimat) dipublis, maka akan susah sekali menghapusnya.

Seperti seorang perempuan yang pernah cerita ke saya, ia mengeluh karena beberapa poto tak senonohnya beredar di dunia maya dan disalah gunakan oleh orang-orang tak bertanggung jawab. Dia meminta saran ke saya dan hanya bisa saya jawab, “Bertaubat dan banyak-banyaklah berdoa, mbak.”

Sebuah poto yang sudah diunggah di dunia maya akan susah sekali dihapus. Anggaplah ada seorang perempuan yang pamer kecantikan di facebooknya, lalu beberapa saat setelah itu, ada lelaki tak bertanggung jawab yang mengambilnya. Disimpan di komputer untuk disalah gunakan. Maka nanti, ketika si perempua menghapus poto itu, tetap saja (poto yang sama) masih bisa beredar karena sudah dikopi dan disebarkan.

Status juga demikian. Sekali sudah terpublis lalu ada yang menscreen shootnya, maka alamat akan susah sekali menghindar jika ada yang menuntut dan memperkarakan.

Karena hal inilah, maka kita harus bijak menggunakan internet. gunakan hanya untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat buat banyak orang. Menulis catatan harian yang bermanfaat, membagikan resep masakan, atau, yang paling simpel, KLIK tombol share di bawah tulisan ini dan dibagikan ke orang lain.


Saya rasa, itu juga kebaikan. 

7 komentar

avatar

saya share ya Bang ke twitter..

avatar

Jelas dan lugas bang artikelnya. Boleh jg nih dibagi2. Hehe

avatar

Untunglah beda sudut pandang walau mengulas tema yang sama hehehe

avatar

Untunglah beda sudut pandang walau mengulas tema yang sama hehehe

avatar

Terimakasih sudah berkunjung..


EmoticonEmoticon