Like Fanpage Bang Syaiha

Haruskah Saya Buka One Day One Post Batch 2?

By Bang Syaiha | Friday, 5 February 2016 | Kategori: |

one day one post, bang syaiha, penderita polio, http://bang-syaiha.blogspot.co.id/
one day one post
Saya membuka grup whatsapp One Day One Post dan mendapati bahwa sekarang, satu grup bisa menampung hingga 256 orang. Itu jumlah yang luar biasa banyak. Sekarang saja, ketika jumlah anggota nyaris 100, grup itu sudah ramai. Selalu ada saja hal yang dibicarakan. Mulai dari yang paling kecil, simpel, dan sepele seperti masalah jomblo dan kawan-kawannya, sampai masalah besar, serius, dan menegangkan. Seperti masalah Mirna, kehalalan pangan, dan sebagainya. 

Sejak saya sering share tentang tantangan menulis dalam gerakan One Day One Post, sejak itu pula banyak yang bertanya, meminta bergabung dan berharap bisa dimasukkan ke grup ini. Sayangnya, saya belum membuka penerimaan anggota baru lagi, masih mengelola yang lama dan berharap bisa lebih maksimal dan setiap orang bisa memanfaatkan lebih. 

Tapi mereka, orang-orang di luar sana yang ingin bergabung, ada yang sampai ngotot. Bilang, "Pasti ada dong satu dua anggota yang nggak aktif, Bang. Di kick saja mereka dan masukkan saya ke One Day One Post," katanya. Tanpa embel-embel senyum atau emoticon lainnya. Dia serius dan tidak sedang bermain-main. 

Pagi ini, ketika sedang menikmati secangkir kopi panas dan menemani istri saya menyetrika baju, saya kembali mendapati pesan singkat yang isinya meminta bergabung. Ia bilang, "Kemarin sore, berbekal hasil googling, saya akhirnya berhasil membuat blog, Bang. Tapi sekarang, saya malah bingung bagaimana menulis disana!" 

"Oh, bingungnya dimana, mbak?" 

"Entahlah, Bang. Saya ingin menulis dan posting, tapi belum tahu di sebelah mana fitur itu. Maklum, saya sudah tidak muda lagi dan gaptek. Kemarin sore, saya memutuskan membuat satu blog dengan harapan bisa Bang Syaiha terima di One Day One Post. Saya benar-benar ingin berlatih menulis dan berkenalan dengan semua anggota disana. Siapa tahu bisa ketularan semangat mereka semua." 

Ya Tuhan, lihatlah, semangat sekali ia ingin mengikuti gerakan sederhana yang saya buat. Padahal, usianya tidak muda lagi. Ia bahkan berjuang keras untuk sekedar membuat blog baru. Lalu apakah kalian, anggota lama, tidak bisa demikian? 

Karena pesan singkat dari ibu itulah saya kemudian berpikir, bagaimana caranya menampung orang-orang yang punya keinginan keras belajar seperti ini? Haruskah saya terima dan dimasukkan ke grup yang lama? Atau saya buat grup baru lagi dan menamakannya sebagai One Day One Post batch 2? (silakan beri masukan di kolom komentar

Jikapun nanti saya memutuskan untuk menerima anggota baru, maka saya ingin semua yang mendaftar sudah memiliki blog, dan disarankan di blogspot atau wordpress saja. Seperti ibu yang tak muda lagi itu. Sejak awal, saya memang merancang gerakan ini untuk orang-orang yang ingin menjadi penulis dan punya blog sebagai wadah untuk latihan. 

Selain itu, saya juga akan meminta mereka me-LIKE facebook fanpage One Day One Post sebagai salah syarat pendaftaran. Semua anggota wajib melakukan, agar gerakan sederhana ini bisa dikenal orang-orang. 

Demikian. 

17 komentar

avatar

Perekrutan lebih baik menggunakan batas waktu, seperti yang pendapat Mba Ella di grup.

Hal itu bisa jadi upaya untuk menyesuaikan dengan tantangan.

Misal, member baru masuk tapi ternyata kondisi grup sedang dalam tantangan yang mungkin tidak tepat untuk member newbi, kasihan juga nantinya...

Untuk perekrutan, bisa menggunakan batch 2, bisa pakai nomor urut khusus grup.

Kalau memakai batch 2, kenapa dikatakan batch 2? sedangkan perekrutan selama ini (s.d Feb'2016) masih berjalan tanpa ada selang waktu yang dibataskan. Alias hanya masih berpatokan dengan kuota grup (masih muat atau tidak).

Kalau menggunakan nomor urut grup, bisa lebih mudah penataannya, terutama secara waktu perekrutan dan sistem perekrutan yang baru...

Humm... lalu, pakai jeda waktu antara sounding open (OR) recruitment dan close recruitment (CR).
Jadi, Bang Syaiha bisa mengatur waktu serentaknya member baru untuk memulai tantangan ODOP (sesuai waktu perekrutannya).

Mengenai kuota per grup, Bang syaiha merasa lebih baik seperti apa baiknya? Mau disesuaikan dengan kuota maksimal grup atau kuota maksimal pilihan Bang Syaiha sendiri?

Namun, kalau disesuaikan dengan kuota maksimal grup, Bang Syaiha lagi-lagi harus menyesuaikan dengan waktu OR dan CR (jika memang menggunakan sistem jeda waktu perekrutan).

Link blog para member ODOP bisa dimasukkan ke twitter ODOP yang dikelola oleh Bang Zaini. Menurut Intan, itu bagus banget. Soalnya, ODOP jadi punya blog's galery sendiri tanpa harus ketindihan dengan hal-hal lain.
Pastinya pun, meski para member ODOP berbeda grup, kami semua bisa tetap BW ke blog kawan-kawan ODOP yang lainnya... :)


Maaf ya Bang Syaiha, saya kepanjangan komentnya. hehe... *ambil piring buat nutup muka sekalian makan*

Semoga jadi masukan yang baik untuk Bang Syaiha dan ODOP's future.

Afwan untuk kesalahan dari kata-kata dan saran saya... jazakallahu khairan katsirah Bang Syaiha ^^

avatar

Diterima saja, bang Syaiha. Kita bisa adopsi sistem ODOJ, ada nomer grup dan ada admin nya. Jumlah per grup bisa kita contoh dari boarding school, siswa dalam satu kelas tidak terlalu banyak, jadi "materi" pelajarannya bisa di tangkap maksimal.
Bang Syaiha bisa tentukan kriteria admin juga :)

Demikian saran Saya, Abi Alif..
Maaf jika Saya salah-salah kata.. :)

avatar

Diterima saja, bang Syaiha. Kita bisa adopsi sistem ODOJ, ada nomer grup dan ada admin nya. Jumlah per grup bisa kita contoh dari boarding school, siswa dalam satu kelas tidak terlalu banyak, jadi "materi" pelajarannya bisa di tangkap maksimal.
Bang Syaiha bisa tentukan kriteria admin juga :)

Demikian saran Saya, Abi Alif..
Maaf jika Saya salah-salah kata.. :)

avatar

Masukannya ditampung, mbak Intan.. Bagus sekali..

avatar

Iya, mbak.. Sedang saya pikirkan.. Masukannya keren..
Jadi per grup tidak terlalu banyak dan bisa dikendalikan dengan baik.. hehe

avatar

Bang syaiha. Saya sarankan untuk terima sebanyak mungkin yang mau gabung. Benar kata mbak (mbak siapa ya yang ngomong di WA tadi,sy lupa) soal kebaikan yang tidak boleh ditunda-tunda. Ketika me-WA bang syaiha untuk pertama kalinya agar dimasukkan Dalam grup, sayalun harap-harap cemas, untunglah dimasukkan kalau ditolak, waduh sudah bisa dipastikan saya sangat kecewa. Begitulah juga mungkin yang dirasakan orang-orang yang ingin gabung.

Berikutnya, adalah soal dibuatkan grup baru atau digabubg ke grup lama. Usul saya dibuatkan grup baru! Kenapa? Karena yang tergabunh di grup baru tersebut akan memulai tantangan awal yakni, menulis apapun min. 6 kalimat.

Lalu (banyak amat saran saya) mengenai grup yang ada sekarang, yang jumlahnya 100-an lebih, mengingat tujuan bang syaiha adalah mengoptimalkan anggota grup, maka anggota grup yg TDK menjalankan kewajiban (diberi kesempatan misalkan 3 Kali berturut2 tidak posting) di kick ajalah.. Karena tujuan bang syaiha nggak nyampe ke anggota tersebut atau, di kick Dan dimasukin di grup ke dua suruh ngulang tantangan dari awal. Ibararnya di bangku kuliah, mereka harus mengulang mata kuliah karena nilainya E. Sorry agak sadis. Kan tujuannya menghasilkan "sarjana2" yang berkualitas. Hehhe.

Panjang banget ya ini...

avatar

Saya karena ikut tantangan menulis ODOP ini sekarang jadi disiplin posting lho, Bang...walaupun masih terbatas di fb status. Abis emang saya seperti ibu itu rada gaptek. Tapi biarpun kita ga canggih-canggih amat,tapi semangat kita adalah 'api' yang bisa membawa kita melesat lebih cepat.

Salut sama bang Syaiha yang mau susah payah ngebimbing kita di tengah-tengah persaingan komersialisasi dunia penulisan yang makin ketat. Jangan lelah ya bang terus memupuk bibit-bibit penulis baru. Apalagi memang yang semangatnya menggebu. Karena kadang semangat lebih bisa membuat orang berhasil daripada cuma sekadar bakat.

Btw, saya mau banged dong kalo buka batch 2 dimasukin ke grup ya, Bang..Yaaa...yaaaaaa...:)

avatar

Saya karena ikut tantangan menulis ODOP ini sekarang jadi disiplin posting lho, Bang...walaupun masih terbatas di fb status. Abis emang saya seperti ibu itu rada gaptek. Tapi biarpun kita ga canggih-canggih amat,tapi semangat kita adalah 'api' yang bisa membawa kita melesat lebih cepat.

Salut sama bang Syaiha yang mau susah payah ngebimbing kita di tengah-tengah persaingan komersialisasi dunia penulisan yang makin ketat. Jangan lelah ya bang terus memupuk bibit-bibit penulis baru. Apalagi memang yang semangatnya menggebu. Karena kadang semangat lebih bisa membuat orang berhasil daripada cuma sekadar bakat.

Btw, saya mau banged dong kalo buka batch 2 dimasukin ke grup ya, Bang..Yaaa...yaaaaaa...:)

avatar

Ikutan bang...semangat saya ga kalah sama yang lain..he he..

avatar

Ikutan bang...semangat saya ga kalah sama yang lain..he he..

avatar

Pengen ikutan juga hehe
Semangat

avatar

Memang kita itu perlu berjamaah kok biar mudah beristiqomah. Seperti laiknya guru parenting saya Abah Ihsan Baihaqi yang menyadari betapa iman manusia itu cepat naik turun, maka beliau mewadahi para alumni pelatihannya dalam satu grup whatsapp, sehingga di situ bisa berdiskusi dan sharing serta saling menguatkan. Keistiqomahan para alumni dalam menerapkan ilmu2 yang dipelajarinya jauh lebih baik dibanding alumni yang memilih untuk tidak bergabung dengan grup.. karena ilmu itu jika tidak dipraktekkan, tidak dibagikan akan musnah lama-lama, itulah gunanya sebuah grup, sebuah komunitas, agar bisa bergandengtangan dan bermanfaat lebih optimal bagi sesama..

Begitu juga grup ODOP ini, saya telat nih tahu soal grup keren ini. salah seorang teman sempat cerita sekilas mengenai grup ini namun tidak menjelaskan lebih lanjut. Kalaulah tahu ada grup seoke ini, saya pasti gabung jauh-jauh hari :) Apalagi saya termasuk orang yang mengaku hobi menulis tapi masih jauh dari rutin melakukan ODOP di blog saya. Sempat tahun lalu menjalankan ODOP secara pribadi, namun hanya bertahan selama 15 hari setelahnya bisa cuma sebulan sekali, bahkan tiga bulan sekali.

So, saya sangat menyambut iktikad baik bang Syaiha... ditunggu infonya!

Terima kasih

avatar

salam, bang syaiha.
saya teringin juga bergabung digrup WA,mohon grup WA bacth 2 nya, tetap dibuat, agar kami-kami yang mau bergabung bisa bergabung.

avatar

Mau ikutan juga, Bang... diadakan saja grup baru untuk para newbie semacam saya hehe

avatar

Mungkin bang Syaiha melihat dulu perkembangan para member anggota ODOP selama tiga bulan. Anggota mana yang aktif, setengah aktif dan tidak aktif, kemudian dilakukan evaluasi. setelah itu bisa ditentukan apakah perlu menbuat bacth 2 atau mengeluarkan anggota-anggota yang tidak aktif. Tapi tolong saya jangan dikeluarin ya bang. hehehe

avatar

Assalamualaikum wr.wb bang syha ni ani dari lampung.saya juga ingin brgabung dng grup abg one day one post bang.ani pingin belajar menulis bang.mohon bimbingan bang


EmoticonEmoticon