Like Fanpage Bang Syaiha

Inilah 3 Jenis Naskah yang Biasanya Diterbitkan oleh Penerbit

By Bang Syaiha | Monday, 8 February 2016 | Kategori:

Inilah 3 Syarat Jenis Naskah yang Biasanya Diterbitkan oleh Penerbit, Bang Syaiha, penderita polio, bang-syaiha.blogspot.co.id
Inilah 3 Syarat Jenis Naskah yang Biasanya Diterbitkan oleh Penerbit
Adalah sebuah kebanggaan bagi seorang penulis, ketika karyanya diterbitkan oleh penerbit besar, dipajang di toko-toko buku kesayangan, dan banyak dicari orang. Itu adalah pencapaian yang luar biasa. Mimpi yang menjadi sempurna. Karena sebelum-sebelumnya, boleh jadi ia sudah sering ditolak penerbit dan naskahnya dikembalikan. 

Menerbitkan buku ini gampang-gampang susah. Nah loh, bingungkan? Jadi yang bener tuh gampang atau susah? Bisa menjadi gampang jika sudah tahu celah dan peluangnya, tapi akan menjadi sebaliknya jika kita tak tahu apa-apa. Makanya, selain menulis yang rajin, kita (yang ngakunya ingin jadi penulis) harus juga belajar dan membaca keadaan. 

Kita harus pelajari mengapa penerbit menerbitkan buku orang itu, tetapi tidak bukuku? Mengapa ada buku yang sepertinya biasa saja, tapi kok banyak di gramedia? 

Nah, pada tulisan singkat kali ini, saya ingin menjabarkan apa yang saya ketahui. Tentang bagaimana agar naskah kita diterbitkan oleh penerbit kenamaan. 

Satu. Naskah yang akan diterbitkan oleh penerbit tentu saja adalah naskah yang bagus dan menjual. Mengapa? Karena bagaimanapun juga, penerbit adalah perusahaan yang mencari keuntungan. Maka syarat ini tidak bisa diabaikan, naskah harus MENJUAL. Dibutuhkan banyak orang dan bermanfaat. 

Untuk menciptakan buku seperti ini, kita bisa melakukan survey ke teman-teman. Buatlah beberapa daftar tema yang akan ditulis dan sebarkan di media sosial, tanyakan kepada teman-teman, dari sekian tema yang ditawarkan, mereka suka yang mana? Atau, bisa juga dengan menuliskan masing-masing tema di google dan lihat hasilnya. Jika pada hasil pencarian banyak iklan yang dimunculkan, maka tema itu termasuk bagus, banyak dicari orang, dan kemungkinan menjual. 

Saat ini, jika mau belajar lebih, teman-teman bisa menggunakan beragam tools untuk melakukan survey kecil-kecilan ini. Dan yang paling mudah memang menggunakan media sosial. Tulis saja tentang keluarga dalam sebulan di facebook, lihat respon pembaca disana. Bulan berikutnya, tulis tentang politik,keuangan, atau apa saja, dan amati hasilnya dari jumlah like, berapa yang menyebarkan, dan berkomentar. 

Untuk poin satu ini, jika berhasil menciptakan naskah yang benar-benar bagus dan MENJUAL, maka penerbit pasti akan menerbitkan naskah yang sudah diciptakan. 

Dua. Jika kita tak berhasil membuat naskah yang benar-benar keren, maka jadilah terkenal. Mengapa? Karena jika sudah terkenal, mau naskah kita biasa saja (atau malah cenderung jelek) penerbit akan mempertimbangkan. Mereka akan mikir, "Naskahnya sih biasa, tapi jumlah liker di fanpagenya banyak dan tertarget. Blognya juga ramai. Twitternya aktif dan followernya bejibun. Kita terbitkan saja, nanti minta dia untuk bantu promosi di akun media sosialnya. Pasti laku." 

Karena itulah, maka jangan heran jika ada buku yang kayaknya biasa saja tapi kok ada di gramedia? Bisa jadi hal itu karena poin kedua ini. Penulisnya adalah orang terkenal. 

Orang terkenal itu bukan hanya artis saja ya! Siapapun dia, bisa menjadi orang terkenal jika bisa memberikan banyak manfaat di dunia maya. Jaman sekarang, ketika internet sudah ada di genggaman, siapa saja bisa show off. Menunjukkan diri. 

Karena kebutuhan ini pulalah, maka saya mengajak semua anggota One Day One Post untuk membuat satu blog dan mempublikasikan tulisan mereka disana. Agar kelak, selain tulisan mereka semakin bagus, mereka juga dikenal orang banyak. Sehingga jalan menjadi penulis akan semakin mudah saja. 

Tiga. Ini yang paling keren, agar naskah kita diterbitkan, jadilah orang terkenal dan buat naskah paling keren. Kalau dua kombinasi ini sudah menjadi satu, maka saya yakin sekali, penerbit tidak akan berpikir sampai dua kali untuk bilang iya. Hanya saja, untuk mencapai kesana, semua butuh proses dan perjuangan. Tidak ada jalan pintas dan kita harus pelan-pelan. 

Ini sama dengan ketika kita menaiki sebuah tangga. Untuk sampai ke puncak, kita harus menginjak satu demi satu anak tangganya. Mulai dari yang paling bawah. Setahap demi setahap. Nikmati saja prosesnya dan kelak, tanpa kita sadari, toh kita sudah akan sampai di puncak. 

Demikian. 


EmoticonEmoticon