Like Fanpage Bang Syaiha

Konon, Umar bin Khattab itu Pernah Loh Menegur Umat Muslim yang Perutnya Buncit!

By Bang Syaiha | Sunday, 14 February 2016 | Kategori:

Umar bin Khattab itu pernah menegur umat Islam yang perutnya buncit, Six pack itu sunnah, perut rasulullah itu rata, fitness, latihan beban, Bang Syaiha, Penderita polio, http://bang-syaiha.blogspot.co.id/
Umar bin Khattab itu pernah menegur umat Islam yang perutnya buncit
Beberapa waktu lalu, saya tertegun membaca sebuah artikel singkat yang mengatakan bahwa perut Rasulullah itu rata dan six pack. Maka, kata artikel itu lagi, memiliki perut yang demikian adalah Sunnah dan berpahala. 

Hal ini sesuai dengan sebuah hadist: "Dari Ummu Hani, Ia menuturkan, 'Saya tidak melihat bentuk perut Rasulullah kecuali saya ingat lipatan kertas-kertas yang digulung antara satu dengan yang lainnya." (HR Ath-Thabrani). Dalam riwayat yang lain dikatakan bahwa "Perut Rasulullah itu seperti batu-batu yang tersusun." 

Di kisah lain, Umar yang terkenal garang, pemberani, dan tegas, juga pernah menegur kaum muslimin yang perutnya buncit. Ia tidak suka karena Rasulullah pun tidak demikian. (Nah, kalau ada Umar di jaman sekarang, saya pasti sudah ditegurnya. Dimarahi!)

Sampai pada titik ini, saya kemudian berhenti sejenak membaca artikel itu dan memandangi perut sendiri yang semakin lama semakin mengalami kemajuan (baca: buncit sedikit). Saya menelan ludah dan dalam hati berkata, "Kayaknya nih perut harus dimundurin lagi deh. Perut begini nggak baik buat kesehatan." 

Saya juga teringat akan ledekan seorang teman ketika kuliah dulu. Ia meledek salah satu teman saya yang lain, dielus-elusnya perut teman saya itu, sambil bilang, "Dalam Islam nggak ada nih perut begini!" 

Mak jleb rasanya. 

Karena beberapa potong kejadian itulah (juga terutama karena artikel yang tak sengaja saya baca) maka saya kemudian bertekad ingin meratakan kembali perut ini. Berat memang. Apalagi masakan istri saya enak sekali (paling enak sedunia deh pokoknya). Ia pandai menciptakan makanan yang nikmat dan mengenyangkan. Ditambah lagi, ia begitu perhatian, sehingga saya tidak pernah diperkenankannya telat makan. Sehari harus tiga kali.  

Berbeda ketika masih bujangan dulu. Saya malas ke warung nasi. Sehingga dalam sehari, saya biasanya makan hanya dua kali. Pagi hari ketika sarapan dan malam ketika kelaparan. Waktu itu, saya benar-benar menerapkan kalimat ini, "Makanlah ketika lapar dan berhentilah sebelum kenyang." 

Ditambah lagi, ketika bujangan, saya gemar ke gym, fitnes. Maka jadilah tubuh saja, berbentuk. Kotak-kotak. 

Tapi, setelah menikah, semuanya berubah. Saya jadi rajin makan. Dan karena kesibukan, saya tidak melanjutkan lagi olah raga. Maka naiklah berat badan saya seperti sekarang. Terakhir saya nimbang, bahkan sudah naik 10 kg, kalau tidak salah. Dan saya sudah benar-benar merasa keberatan badan. 

Nah, sebelum ia menjadi naik tak terkendali lagi, maka saya kembali membulatkan tekad untuk olah raga rutin. Saya harus mengurangi jatah makan saya dan rajin ke gym. Niat ini sudah saya pasang sejak tahun 2016 menjelang kemarin. Ia menjadi salah satu resolusi saya. Tahun ini, tubuh saya harus kembali ideal. Semoga. 

Maka tadi pagi, setelah mengaji bersama seorang ustad, saya langsung mampir ke sebuah tempat kebugaran. Mendaftarkan diri disana dan langsung olah raga. Resolusi saya harus dikerjakan. Karena resolusi tanpa tindakan, sama saja omong besar yang tak berbeda dengan bualan. 

Awalnya saya ingin angkat yang ringan-ringan saja, pasalnya, saya sudah lama tak olah raga. Akan tetapi, ketika pelatihnya ngeliat tubuh saya sudah berbentuk (sisa firnes ketika kuliah dulu), saya langsung diminta untuk latihan berat. Ban press! Wuidih. 

Mau bagaimana lagi, saya ikuti saja deh! Saya mulai dengan beban yang ringan dan naik bertahap sampai beratnya 60 kg. Setelah puas dengan ban press, saya langsung latihan otot bahu. Melakukan beberapa variasi latihan hingga nyaris dua jam saya mengolah badan. Maknyus rasanya! 

Sekarang, ketika menulis catatan ringan ini, otot lengan saya masih cenat-cenut. Tapi saya paksakan saja menulis, karena hari ini, saya memang belum memposting apapun di blog. Sejak tadi seperti ada yang kurang dan tidak lengkap. Hambar seperti sayur tanpa garam. Karena itulah saya harus menulis. 

Terkahir, karena katanya no pict hoax, maka saya berikan deh gambar tempat kebugaran yang saya kunjungi tadi: 

Umar bin Khattab itu pernah menegur umat Islam yang perutnya buncit, Six pack itu sunnah, perut rasulullah itu rata, fitness, latihan beban, Bang Syaiha, Penderita polio, http://bang-syaiha.blogspot.co.id/
Umar bin Khattab itu pernah menegur umat Islam yang perutnya buncit
Sengaja tidak ada poto saya karena sedang berkeringat dan tidak enak dipandang. Jadi saya berikan saja poto alat-alatnya. 

Demikian. 

6 komentar

avatar

wah harus di share ke suami artikel ini hehehe

avatar

wah bahaya nih perutq buncit

avatar

Mantap, mas, terima kasih inspirasinya

avatar

Hai sekalian manusia
Hindari perut yang besar.
Karena membuat kalian malas menunaikan shalat, merusak organ tubuh, menimbulkan banyak penyakit. Makanlah kalian secukupnya, agar kalian semangat menunaikan shalat, terhindar dari sifat boros, Dan lebih giat beribadah kepada Allah.
Umar bin khattab


EmoticonEmoticon