Like Fanpage Bang Syaiha

Menulis Setiap Hari atau Sebulan Sekali?

By Bang Syaiha | Tuesday, 16 February 2016 | Kategori: |

Menulis setiap hari atau sebulan sekali, Menulis dan membaca, One Day One Post, Bang Syaiha, Penderita polio, http://bang-syaiha.blogspot.com/
Menulis setiap hari atau sebulan sekali
Dulu, ketika saya sering menulis di Kompasiana, ada salah satu pembaca yang menghubungi saya vis pesan singkat, katanya, “Bang Syaiha, mengapa menulis setiap hari? Bukankah lebih baik menulis sebulan sekali tapi berbobot dibandingkan menulis setiap hari tapi isinya dangkal?”

Saya menelan ludah mendapatkan pesan demikian. Pesan singkat itu memukul saya tepat di ulu hati, nyilu sekali rasanya.

“Bukankah lebih baik pelan-pelan saja menulisnya dan jangan lupakan membaca? Kalau nulis terus, nanti malah tidak pernah membaca dan membuat tulisan kita menjadi kering lalu tak bernyawa, loh.”

Deg! Kali ini, jantung saya seperti dicerabut begitu saja. Pesan itu benar-benar membuat saya ambruk. Saya tahu, pesan itu ditujukan buat saya, tepat sasaran dan telak sekali.

Waktu itu, saya memang selalu menulis setiap hari disana, di Kompasiana. Karena memang seperti itulah yang diajarkan oleh guru menulis saya.

“Menulis adalah sebuah keterampilan,” katanya, “dan untuk bisa menjadi ahli di bidang itu (menulis), maka hanya satu saja yang harus dilakukan, menulis lebih banyak, menulis setiap hari, menulis sesering mungkin.”

“Tapi tentu saja,” katanya melanjutkan, “kita pun jangan melupakan aktivitas membaca, karena menulis dan membaca adalah dua hal yang tidak boleh dipisahkan. Menulis dan membaca adalah seperti makan dan buang hajat. Makan terus tapi jarang ke belakang, itu berbahaya. Pun sebaliknya, jarang makan tapi selalu nongkrong dan mengejan di pojokan, itu juga mengerikan. Kamu bisa kering kerontang jika demikian. Orang-orang akan mengira kamu busung lapar.”

“Jadi, keduanya memang harus dilakukan secara seimbang. Menulis setiap hari, membaca juga jangan sampai berhenti.”

Bahkan, seorang penulis sekelas Afifah Afra pada sebuah tweetnya, pernah berkata begini, “Jika diperhatikan, sejatinya, sebagian besar pekerjaan seorang penulis adalah membaca.”

Lalu, pertanyaannya adalah, apakah ketika saya menulis setiap hari, maka saya tidak membaca?

Oh well, please, jangan terlalu gampang menyimpulkan. Bisa dibilang, setiap hari saya selalu membaca. Setidaknya satu hingga dua jam. Sedangkan aktivitas menulis di blog, paling banter saya lakukan setengah jam.

Jadi, menyimpulkan orang yang menulis setiap hari sebagai orang yang jarang (atau bahkan tidak pernah) membaca adalah kesimpulan yang prematur.

Pertama, saya sudah menerapkan One Day One Post sejak tahun 2011, maka jangan heran, ketika saya bisa menghasilkan tulisan ringan di blog hanya dalam waktu 15 menitan. Itu mudah saja. Saya menuliskan apa yang ada di kepala tanpa mengeditnya hingga selesai.

Kedua, mengapa saya bisa tetap menghasilkan tulisan ringan setiap hari di blog? Tentu saja karena saya selalu membaca setiap hari. Jika saya pergi kemana-mana, ada bahan bacaan yang saya bawa di tas. Ada buku yang saya siapkan disana.

Dan lagi, di jaman sekarang, membaca menjadi sebuah aktivitas yang gampang dilakukan, bukan?

Semuanya ada di genggaman. Ada gadget yang bisa menyimpan puluhan (atau bahkan ratusan hingga ribuan) ebook hanya dalam genggaman.

Saya tentu saja tidak akan pernah bisa menghasilkan sebuah tulisan jika aktivitas membaca jarang saya kerjakan.

Lalu, bagaimana menangkapi pertanyaan teman saya di awal tulisan ini?

Baiklah, sebenarnya adalah pilihan masing-masing orang, mau menulis setiap hari atau satu tahun sekali. Tidak masalah. Hanya saja, karena di awal saya mempercayai apa yang guru saya sampaikan, maka saya menulis setiap hari. Saya belajar dan berlatih setiap hari. Saya tidak ambil pusing jika diksi yang saya gunakan hanya ini-ini saja, tidak ambil pusing jika isinya ringan dan dangkal sekali.

Never mind! Toh ini saya lakukan demi kebaikan saya yang sedang dalam tahap pembelajaran. Saya menulis setiap hari bukan dalam rangka menyenangkan semua orang, bukan dalam rangka memuaskan semua orang. Saya melakukan ini semua demi diri sendiri. Oh well, saya egois sekali, bukan?

Kamu, jika ingin menulis sebulan sekali, ya monggo saja. Setiap orang punya jalan yang berbeda untuk sampai ke tujuan yang sudah ditetapkan, bukan? Dan saya yakin, setiap orang akan sampai pada tujuan yang telah ditetapkan. Tinggal mana yang lebih duluan dan mana yang belakangan saja.


Demikian 

18 komentar

avatar

Kereeeeeen, jangan marah ya bang jika saya "memutuskan" untuk harus mengShare tulisan ini..hehehe..karna sangat menginspirasi :)

avatar

saya setuju dengan cara kakak... lanjutkan!

avatar

Bener. Hukum sebab akibat saja ko.

avatar

waw, nulis tanpa ngedit? gokil abisss...
perlu dicontoh nih..one day one post, walau sekali ngepost butuh waktu 3-4 jam karena kelamaan ngedit..hmmm..makasiih ilmunya bang.
boleh lah mampir ke sini bang..http://sitijaniah.blogspot.co.id/2016/02/pelayanan-di-rumah-sakit-ini-top-bgt.html

avatar

Keren bang. Dari awal saya ingin lakukan write everyday. Gak berani ngepost masalahnya. Gicik ya..

avatar

Keren bang. Dari awal saya ingin lakukan write everyday. Gak berani ngepost masalahnya. Gicik ya..

avatar

Silakan disebarkan ke sebanyak-banyaknya orang..

avatar

Terimakasih kembali karena sudah mampir..
Semoga bisa melakukan one day one post ya, mbak..

avatar

Semoga ke depan lebih berani...

avatar

Baiklah..akan saya coba..menulis setiap hari.

avatar

Baiklah..akan saya coba..menulis setiap hari.

avatar

hm.. tiap hari nulis itu kan proses belajar, palagi.. nulis itu harus terbiasa dulu..

avatar

hm.. tiap hari nulis itu kan proses belajar, palagi.. nulis itu harus terbiasa dulu..


EmoticonEmoticon