Like Fanpage Bang Syaiha

Tentang Novel Hujan Karya Tere Liye

By Admin | Saturday, 6 February 2016 | Kategori:

Resensi Novel Hujan Karya Tere Liye, Bang Syaiha, penderita polio, bang-syaiha.blogspot.com
Resensi Novel Hujan Karya Tere Liye
Jadi ceritanya, kali ini saya ingin berbagi tentang novel yang baru saja selesai saya baca. Judulnya HUJAN, karya Tere Liye. Novel ini bercerita tentang persahabatan Lail dan Maryam, juga tentang kisah cinta Lail dan Esok. Kedua kisah ini dikemas dengan ciamik oleh Tere Liye menjadi sebuah cerita yang menarik. Tokoh utamanya? Tentu saja Lail. 

Datanglah seorang perempuan berusia dua puluh satu tahun ke rumah sakit paling canggih di kota mereka. Ia ingin melakukan operasi pemetaan ulang sel syaraf otak. Katanya, itu adalah pengobatan paling mutakhir. Dengan melakukan pemetaan ulang, maka setiap orang bisa memilih kenangan mana saja yang ingin dibuang dan kenangan mana saja yang akan dipertahankan. 

Perempuan dua puluh satu tahun itu adalah Lail. Entah karena apa, ia akhirnya memilih datang ke rumah sakit dan meminta dokter segera menghilangkan kenangan tak mengasikkan dalam hidupnya. 

Tere Liye sengaja meletakkan bagian ini di depan, agar pembaca tidak segera bosan. Bagaimanapun, kesan awal penting sekali. Bagian awal menjadi penentu, apakah akan melanjutkan membaca hingga akhir atau berhenti dan segera meletakkan buku ini di rak. Disimpan di tempat paling tidak terlihat agar tidak menggoda. 

"Namaku Elijah. Dan sebagai seorang psikiater yang akan menangani operasi pemetaan ulang ingatanmu, aku harus tahu keselurahan ceritamu. Kau tentu tidak ingin aku salah membuang memori yang masih kau harapkan, bukan?" begitu kata Elijah kepada Lail sebelum operasi dimulai. Dan dengan demikian, dimulailah cerita hebat itu. 

Kisah ini terjadi di masa depan, tahun 2040-an. Kala itu, teknologi sudah sangat canggih. Ada mobil terbang, kereta cepat yang menakjubkan, hingga teknologi chip tangan yang multiguna. Chip ini bisa digunakan untuk apa saja: menelpon, membayar segala macam keperluan, dan sebagainya. Tinggal tanamkan chip ini di pergelangan tangan, maka semuanya akan menjadi mudah. 

Selain teknologi yang berkembang pesat, penduduk bumi juga beranak pinak hingga jumlahnya mencapai angka yang menakjubkan. Hari itu, ketika Lail kecil hendak berangkat ke sekolah, layar-layar yang ada di kereta cepat, di dinding-dinding gedung, dan di jalanan sibuk memberitakan bahwa hari itu juga, seorang anak bayi manusia telah lahir, sehingga penduduk bumi genap berjumlah 10 miliar jiwa. 

Semua orang senang kecuali satu profesor, "Kelahirannya bukanlah sebuah hal yang harus dirayakan. Penduduk bumi sudah berkembang sangat cepat dan melakukan kerusakan. Maka kita tinggal menunggu waktu saja, bumi pasti akan bekerja dan melakukan mekanisme tersendiri agar ia menjadi seimbang kembali." 

Sampai titik ini, saya teringat akan sebuah novel yang pernah saya baca: INFERNO karya Dan Brown. Disana juga diangkat tentang kisah seorang ilmuwan yang menciptakan sebuah virus untuk menekan jumlah pertumbuhan manusia. Agar manusia tidak terus beranak pinak dan membuat bumi menjadi rusak. Apakah novel Hujan juga akan demikian? Rasanya terlalu singkat menyimpulkannya ketika masih di awal-awal. 

Hari itu, ketika manusia ke 10 miliar lahir, bertepatan juga dengan hari pertama Lail berangkat ke sekolah. bumi menjalankan tugasnya. Persis seperti yang diprediksikan profesor tadi. Sebuah gunung purba yang selama ini tidak pernah diperhatikan penduduk, meletus dan mengguncang bumi hingga skala yang mematikan. 

Akibatnya bisa ditebak. Korban berjatuhan hingga penduduk bumi tersisa 10 persennya saja. Termasuk Lail. Ia hampir saja mati pada peristiwa itu hingga seorang anak lelaki bernama Esok menyelamatkannya. 

Sampai titik ini, saya berpikir. Ini nama kok Lail dan Esok. Sepertinya Tere Liye sengaja memakai nama ini, Lail dan Esok. Malam dan Besok. Ya, Lail, dalam bahasa Arab berarti malam. 

Lail dan Esok kemudian hidup sebagai seorang teman. Mereka hidup di tenda pengungsian hingga setahun lebih. Bercengkerama dan saling mengisi kekosongan masing-masing. Esok, sebagai lelaki dan berusia lebih tua, memperlakukan Lail seperti adik kesayangannya sendiri. Hingga nanti, rasa itu akhirnya tumbuh di dada mereka. Rasa yang sering kali orang sebut cinta. 

Malangnya, dalam kisah ini, tidak ada satupun yang berani mengungkapkannya duluan. Menjadikan hubungan mereka tidak jelas dimana ujung pangkalnya. Duh! Kisah ini bikin gemas. Apa susahnya bilang aku suka kamu? Cinta itu perlu diungkapkan! 

Setelah hidup di tenda pengungsian, kehidupan Lail dan Esok terpisah. Esok diangkat anak oleh wali kota, sedangkan Lail hidup di panti sosial. Esok tumbuh menjadi anak yang membanggakan dan cerdas. Kelak ia menjadi ilmuwan kenamaan dan dikenal di seluruh negeri. Sedangkan Lail tumbuh menjadi perawat dan relawan yang juga tak kalah menakjubkan. 

Di panti Sosial itu, Lail bertemu Maryam. Seorang permepuan berambut kribo yang selalu bisa membuat Lail nyaman. Ia teman yang baik, yang hanya dengan berdekat-dekatan saja dengannya bisa membuat hidup lebih hidup (ini bukan iklan rokok ya!). 

Lalu mengapa Lail sampai ingin menghapus sebagian ingatannya di awal? Dan bagaimana pula akhirnya kisah cinta Lail dan Esok? Akankah mereka bersatu dan berbagia? Bagaimana nasib bumi? Bagaimana Maryam? 

Nah, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, silakan teman-teman baca saja bukunya, ya! Toh yang saya tuliskan ini sudah sangat panjang untuk sebuah tulisan di blog. Tangan saya sudah keram (karena sepertinya saya salah tidur tadi malam) dan ada kegiatan yang harus dilaksanakan. 

Selamat beraktivitas. 

16 Responses to " Tentang Novel Hujan Karya Tere Liye "

  1. Wah bang, kasih tahu ajalah lanjutan cerifanya,, disambungan berikutnya. Hehe

    ReplyDelete
  2. Cerita penghapusan memory seperti itu mirip filmnya Jim Carrey spotless mind of eternal sunshine.clemenetine menghapus ingatannya akan joel di lacuna inc

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, kayanya saya harus nonton nih film... Kayaknya seru.. Film lawas ya?

      Delete
  3. Bang Syaiha byk typo pengaruh dari tangan kram Kali ya.. Hehehe wah boleh juga nih baca bukunya, Suka yg futuristic.

    ReplyDelete
  4. Bang Syaiha byk typo pengaruh dari tangan kram Kali ya.. Hehehe wah boleh juga nih baca bukunya, Suka yg futuristic.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maklum, mbak.. Nggak edit lagi.. Tulis sekali dan langsung posting..

      Delete
  5. penasaran pengen baca.... tapiiiiii belum punya uang buat beli bukunya.... :(

    #PecintaKaryaTereLiye

    ReplyDelete
  6. Ceritanya keren sekali sampai2 tidak ingin beehenti untk mmbacax hingga habis,

    ReplyDelete
  7. Buku karya Tere Liye suka bikin penasaran;-)

    ReplyDelete
  8. 2 minggu lalu. saya baru beres baca novel ini Bang. Hehe. Keren berasa melesat ke masa depan.

    ReplyDelete