Like Fanpage Bang Syaiha

Sisipkan Analogi pada Tulisanmu Agar Hasilnya Lebih Menggigit

By Bang Syaiha | Friday, 19 February 2016 | Kategori:

Sisipkan Analogi pada Tulisanmu Agar Hasilnya Lebih Menggigit, tips dan trik kepenulisan, bagaimana menghasilkan tulisan yang baik, Bang Syaiha, penderita polio, http://bang-syaiha.blogspot.com/
Sisipkan Analogi pada Tulisanmu Agar Hasilnya Lebih Menggigit
Tugas minggu ketiga di One Day One Post adalah menyisipkan sebuah analogi pada tulisan yang dibuat. Analogi itu, sederhananya adalah menyamakan  peristiwa (atau kondisi tertentu) dengan hal lain sehingga pembaca bisa membayangkan bacaannya menjadi lebih real dan hidup.

Bagi saya, tulisan (apalagi novel) tanpa analogi adalah seperti singa betina yang marah karena kehilangan anaknya,  tapi ketika ia hendak mengaum, suaranya tidak keluar. Ketika ingin mencabik-cabik musuh yang menyakitinya, giginya tak ada dan ompong semua. Ketika ingin mencakar menggunakan kaki depannya, kukunya entah kemana.

Nah, barusan saya memakai analogi tuh. Bahwa tulisan tanpa perumpaan itu seperti singa marah yang tak berdaya.

Mengapa analogi penting?

Satu, karena dengan adanya analogi, maka tulisan akan lebih nampol dan menggigit. Dua, karena dengan analogi maka pembaca akan lebih terbawa suasana dan lebih bisa memvisualisasikan keadaan yang sedang dibacanya.

Analogi akan membuat tulisan yang dihasilkan menjadi showing, tidak hanya telling.

Kita boleh saja menulis: 
“Hari ini saya lelah sekali. Seharian beraktivitas di luar. Pekerjaan menumpuk dan membuat saya tak berdaya,”

tapi baca saja berulang-ulang, tulisan seperti itu tidak mengena dan membosankan, bukan? Kita butuh analogi untuk menunjukkan betapa lelahnya kita. 

Misal, jika contoh di atas saya edit menjadi seperti ini: 
“Jika tubuhku diibaratkan mainan yang memakai baterai untuk menggerakkannya, maka sekarang, pastilah baterai itu sudah hampir habis. Hanya tinggal beberapa watt saja, mungkin. Seharian ini, pekerjaan di kantor sudah seperti lomba lari estafet, selesai yang satu, sudah menunggu tiga empat pekerjaan berikutnya. Aku benar-benar tidak bisa beristirahat dan terus bekerja seperti mesin.”

Pesan yang ingin disampaikan sama, mengabarkan kepada pembaca bahwa si tokoh aku sedang lelah karena bekerja seharian. Tapi di kalimat kedua semuanya dijelaskan dengan analogi yang tepat dan mudah dicerna. Enak dibaca.

Contoh berikutnya: 
“Aku tidak mengerti, mengapa selalu saja ada orang yang menyakiti dan memfitnahku. Padahal, selama ini aku sudah berusaha berbuat baik kepada siapapun.”

Contoh di atas datar sekali dan nggak nampol kan? Terkesan biasa saja dan tidak istimewa. Sekarang coba kalau diganti seperti ini:
Aku teringat pada sebuah pohon rambutan di sebelah rumah. Batangnya besar dan rantingnya rindang. Buahnya? Tidak perlu kalian ragukan lagi! Ia manis dan lebat sekali. Karena saking nikmatnya buah yang dihasilkan itulah, maka setiap hari, selalu saja ada anak-anak atau orang dewasa yang melemparinya. Berharap ada buah yang jatuh dan bisa mereka nikmati dengan segera.

Aku pernah memergoki beberapa orang dan menegur mereka. Tapi buah yang ada di atasnya begitu menggoda siapa saja. Sehingga jangan kan berhenti, lemparan-lemparan ke arahnya malah semakin menjadi.

Mungkin sudah darisononya, bahwa semakin lebat buah yang dihasilkan oleh sebatang pohon, maka akan semakin seringlah mereka mendapatkan lemparan. Dan jika kurenungkan dalam-dalam, manusia juga mengalami hal yang sama. Semakin baik ia, maka cobaan dan ujian akan selalu datang menghadang.

Kalimat kedua (selain lebih panjang), juga lebih nampol dan menggigit. Pembaca akan lebih puas dan boleh jadi, ketika membacanya, kepala mereka manggut-manggut sejenak seperti boneka. Membenarkan apa yang ada di dalamnya.

Yang saya sampaikan pada tulisan ini adalah contoh-contoh sederhana. Silakan perbanyak membaca buku dan kalian akan menemukan analogi-analogi yang keren. Satu dua bisa kita ambil dan modifikasi. Satu dua yang lain bisa ditinggalkan dan jadikan pembelajaran.


Demikian. 

26 komentar

avatar

Siaap bang....segera kumpulin buku buat dilahap

avatar

Alhamdulillah, tambah lagi ilmunya, segera kerjakan!. ^^

avatar

Mantaaaaap...mantaap..mantap..:)))

avatar

Mantaaaaap...mantaap..mantap..:)))

avatar

Akhirnya saya mendapatkan satu contoh riil yang sangat membangj untuk bikin tugas odop. Cari di Google kurang membantu jadinya blm bikin tugas sampai sekarang.heheh

avatar

Bang syaiha keliatan kurus di foto itu :D

avatar

Saya pun ikut manggut2 baca tulisan bang syaiha, makasih ilmu dan contoh riil nya itu :v

avatar

Semoga berguna dan bermanfaat..

avatar

Poto itu diedit. Tapi ketika mengisi pelatihan ini, tahun 2013, saya memang masih agak kurus lah.. hehe

avatar

Makasih banyak ilmunya bang, :)

avatar

Mantap bang sharingnya boleh jadi inspirasi menulis di blog yang sudah lama nganggur hhe

avatar

Mantap bang ilmunya.
Sangat bermanfaat ilmunya (y) :D

avatar

Terima kasih Bang Syaiha sudah berbagi ilmu :)

avatar

Terima kasih Bang Syaiha sudah berbagi ilmu :)

avatar

Terimakasih kembali sudah berkunjung..

Salam

avatar

Semoga blognya kembali ramai dan terisi.. Amiin

Salam

avatar

Terimakasih kembali sudah berkunjung..

Salam

avatar

Terimakasih kembali sudah berkunjung..

Salam

avatar

hmm,,ini nih yg susah buat aku,,membuat analogi yg kece kayak bang syaiha..


EmoticonEmoticon