Like Fanpage Bang Syaiha

Tidak Pede dengan Tulisan Sendiri?

By Bang Syaiha | Wednesday, 17 February 2016 | Kategori: |

Jika Tidak pede dengan tulisan sendiri, merasa tulisan sendiri masih jelek, malu terhadap tulisan sendiri, Bang Syaiha, Penderita polio, http://bang-syaiha.blogspot.co.id/
Jika Tidak pede dengan tulisan sendiri
“Bang Syaiha,” kata salah seorang pembaca tulisan saya kemarin, “sebenarnya saya ingin seperti Bang Syaiha loh, menulis setiap hari dan mempostingnya di blog. Cuma, kok saya nggak pede sama tulisan sendiri ya? Ngerasa tulisan saya masih jelek banget dan nggak layak di posting.”

“Kira-kira, ada nggak Bang, tips biar saya bisa pede memposting semua tulisan saya di blog?”

Nggak pede sama tulisan sendiri? Duh, itu kan saya banget, dulu. Sudah nulis banyak-banyak, tapi ketika dibaca lagi kok jelek sekali. Alurnya berantakan, karakter tokohnya nggak kuat, dan diksi saya yang saya pakai amburadul. Tulisan saya dulu (juga yang sekarang) sebenarnya nggak ada yang bisa dibanggakan.

Hanya saja, mungkin karena saya menulis setiap hari dan tidak berhenti, maka tulisan saya sedikit demi sedikit menjadi lebih baik dan enak dinikmati. Mungkin loh ya.. Karena toh, sejatinya, sampai sekarang saya masih merasa tulisan saya dangkal, jelek, dan harus lebih banyak diperbaiki lagi.

Makanya, jika ada orang yang mencerca catatan saya begini, “Tulisan apa ini? Cetek sekali pola pikirnya! Diksi yang digunakan juga cuma itu-itu saja!”, saya akan terima dengan senang hati.

Biarin. Pertama karena saya memang lagi belajar menulis setiap hari. Kedua, karena ini blog saya, maka saya bebas menulis apa saja. Ketiga, kalau nggak suka ya nggak usah baca. Selesai perkara.

Oke, sebelum semakin ngalor ngidul, mari kembali ke pertanyaan salah satu pembaca tulisan saya kemarin. Gimana caranya agar kita pede dengan tulisan kita sendiri? Untuk menjawab pertanyaan ini, saya akan jelaskan beberapa hal yang semoga saja bisa membuat kalian semakin berani dan percaya diri.

Pertama, jika boleh menganalogikan, maka saya menganggap semua tulisan saya adalah anak-anak saya. Mereka lahir dari rahim pemikiran dan perenungan yang saya lakukan. Mereka lahir dari pengalaman dan aktivitas saya seharian. Maka demi membuat mereka tumbuh dan berkembang, saya akan melakukan apa saja, termasuk memberikan wadah yang layak dan tenang (blog saya).

Jika mereka (tulisan-tulisan dan hasil karya lainnya) adalah anak-anak kita, maka kita sebagai orang tua seharusnya bahagia akan kedatangannya dong. Terlepas mereka sempurna atau belum, tidak pernah ada orang tua yang minder karena keadaan buah hatinya.

Hal ini terjadi karena orang tua memiliki rasa cinta yang dalam (sulit dikatakan dan diukur) kepada anak-anak mereka. Makanya, apapun kondisi buah hatinya, tidak pernah sekalipun mereka minder. Mereka selalu dengan bangganya memamerkan anak-anak kepada tetangga, sanak keluarga, dan tetangga.

Nah, maka jadilah seperti orang tua untuk setiap tulisan kita. Orang tua yang selalu menjaga, membimbing tumbuh kembang mereka, dan memamerkan kepada siapa saja. Nggak usah malu apalagi nggak pede.

Tulisan ini hasil kreativitas kita, hasil pemikiran dan perenungan, maka berbanggalah. Toh, sesederhana apapun, saya yakin nggak semua orang bisa melakukan apa yang sudah kita kerjakan.

Kedua, kalian yang ingin menjadi penulis harus sadar bahwa nggak ada tulisan yang langsung bagus hanya dalam satu dua kali berlatih. Menulis itu pekerjaan jangka panjang dan tidak instan. Maka ketika baru menulis dan hasilnya jelek, ya wajar-wajar saja. Terus saja menulis dan nikmati.

Di tahap ini, ketika tulisan kalian masih belum bagus, tetap pede saja bagikan ke blog atau media sosial. Mengapa demikian? Satu, agar orang lain tahu bahwa kalian sedang dalam tahap belajar dan berbenah. Sehingga nanti, ketika kalian lemah semangat, boleh jadi satu diantara teman kita di dunia maya yang mengingatkan.

“Hey, perasaan kemarin-kemarin Lo selalu share tulisan deh. Kok beberapa hari ini nggak lagi?”

Dua, dengan ngeshare tulisan di blog atau media sosial, kalian akan mendapatkan respon dari banyak orang. Ada yang memuji (ini akan membuat kalian lebih bersemangat) dan tentu juga ada yang mengkritik pedas dan terang-terangan (telan saja, jadikan bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan).

Jadi, sesederhana apapun tulisan yang kalian hasilkan, jangan malu (apalagi sampai nggak pede) membagikannya kepada orang banyak. Karena apapun yang kalian dapatkan dari aktivitas itu (berbagi tulisan di blog atau sosial media), semuanya dalah kebaikan.

Paling tidak, begitulah yang sudah saya lakukan sampai sekarang. Semuanya terbukti memberikan kebaikan dan di luar sana, sesederhana apapun tulisan kita, selalu ada orang-orang yang menghargai dan memberikan motivasi (juga dorongan) kepada kita. Mereka adalah teman-teman yang baik dan menyenangkan.


Demikian. 

30 komentar

avatar

Kereeen baang motivasinya, jd semangat :)
Kalo ada waktu monggo mampir di sidonalbebek.blogspot.co.id sekalian minta saran & kritik tulisan saya. Mksh

avatar

Yup.. kereen binggo bang.. semangat..semangat..semangat..

avatar

Mangatsee bang... Keren !!!

avatar

Tulisan adalah anak-anak kita, mak jadilah orang tua untuk tulisan2 kita.

trima kasih bang motivasinya...

avatar

Biar tambah PeDe, tidak perlu membandingkan karya qt dengan orang lain, sy percaya kalau tiap tulisan itu py pembacanya sendiri. Ini juga yg mendorong sy terus ingin menulis ^^

avatar

Dan akhirnya rasa percaya diri saya bertambah setelah baca artikel ini bang :D
Makasi Bang syaiha

avatar

Betuuull..salam kenal bang syaiha.
Benar2 menotivasi.ksusx spt yg saya alami.pas baca tulisan ini jadi semangat mw rajon nulis n posting.tengkyu bang.

avatar

Betuuull..salam kenal bang syaiha.
Benar2 menotivasi.ksusx spt yg saya alami.pas baca tulisan ini jadi semangat mw rajon nulis n posting.tengkyu bang.

avatar

Jadilah seperti orang tua bagi tulisan kita, suka suka ^^

avatar

Hiks.....aku bingits...

avatar

Maksudku sama dgn pembacanya bang syaiha.
Makasih bang suntikan semangatnya

avatar

Oke, mbak.. Saya segera meluncur ke blognya..

avatar

Terimakasih sudah berkunjung.. Salam..

avatar

Terimakasih kembali karena sudah berkunjung...

avatar

Semoga mbak Ratih bisa terus menulis dan semoga menginspirasi orang-orang..

avatar

Wah, alhamdulillah kalau tulisan singkat ini menginspirasi..

avatar

Jadilah orang tua yang baik..

avatar

Terimakasih kembali kak Rose..

avatar

uh.. blogku masih sepi tulisan bang. mulai ada dorongan setelah baca ini.

avatar

Mau ngejar bang Syaiha ah... Belum ada 100 postingan di blog ku

avatar

Silakan, mbak Maya.. Kejar-kejaran kita..

avatar

Semoga ke depan, blognya nggak sepi lagi yaa..

avatar

Wah nyelenek sekali ni ke dalam pimiran saya bang. Bikin api yg redup ku mnyala lagi ni.

avatar

Setujuuuu Bang, mudah-mudahan saya lebih giat lagi menulis setiap hari

avatar

wachhh seperti menemukn sumbr air ditngh pdang psir yg tndus ^_^
Alhamdulillah trimksih untk tlisanya sngt memotivasi..
sy dlu pernh punya smngt buat nulis tp pupus krna setiap baca lg tulisn yg sy tulis jd minder sendiri dan akhirnya mmtuskn untk brhnti sj.. tp stlh baca tulisan ini sy jd pnya smngt lg buat nulis...

mksih bang tulisnya keren bget...


EmoticonEmoticon