Like Fanpage Bang Syaiha

Bagaimana Memilih Penerbit Indie yang Berkualitas?

By Bang Syaiha | Friday, 4 March 2016 | Kategori:

Bagaimana Memilih Penerbit Indie yang Berkualitas, seluk beluk penerbitan indie, menerbitkan buku sendiri, Sepotong Diam, Bang Syaiha, http://www.bangsyaiha.com/
Bagaimana Memilih Penerbit Indie yang Berkualitas
Kemarin pagi, ada yang menghubungi saya, bertanya tentang bagaimana menerbitkan buku sendiri. Sebut saja namanya Rika. Katanya, “Bang, saya pernah menerbitkan buku secara indie beberapa waktu lalu. Tapi saya kecewa karena buku yang dihasilkan jauh dari kata berkualitas. Cetakannya miring-miring dan beberapa halaman tidak jelas. Penjilidannya juga tidak rapi dan mudah lepas.”

“Pokoknya, benar-benar membuat saya kecewa.”

Sampai pada titik ini, saya tertegun. Pasalnya, saya juga pernah mengalami hal yang sama. Tahun 2013, ketika Novel Sepotong Diam pertama kali diterbitkan, hasilnya juga demikian. Benar-benar tidak menyenangkan. Bukan di kertas dan konten bagian dalamnya sih, tapi lebih pada kualitas cover yang mengenaskan. Laminatingnya mudah mengelupas.

Karena hal inilah, maka tahun kemarin (2015) saya lebih memilih pindah ke penerbit indie yang lain untuk mencetak kembali novel Sepotong Diam. Hasilnya keren, bagus, dan saya suka. Saya juga bersyukur karena 200 eksemplar sudah habis dalam waktu beberapa minggu saja. Terimakasih.

Kembali ke pertanyaan Rika di atas. Ia belum selesai karena beberapa menit kemudian, Rika kembali mengirimi pesan ke saya:

“Nah, Bang Syaiha, kira-kira, ada nggak penerbit indie yang bagus?”

“Ada, mbak. Pasti ada,” saya menjawab dengan yakin, “salah satu contohnya adalah tempat saya mencetak novel Sepotong Diam untuk kedua kalinya kemarin.”

“Dimana, Bang?”

Saya menyebutkan nama penerbitan itu kepadanya.

“Ada batas minimal cetaknya nggak, Bang?”

“Kayaknya ada. Mungkin 100 buku. Coba langsung tanya saja ke mereka, Mbak.”

“Wah, 100 buku ya? Kayaknya itu terlalu banyak untuk penulis pemula seperti saya!”

*****

Nah, bedasarkan pertanyaan yang disampaikan Rika di atas, maka saya kemudian menulis catatan ringan ini. Semoga saja berguna untuk banyak orang dan jangan sungkan untuk menyebarkan kepada yang lain.

Mari kita bahas pelan-pelan saja. Saya akan menguraikannya satu demi satu.

Bagaimana memilih penerbit indie yang berkualitas?

Untuk menjawab pertanyaan ini, maka kita perlu melakukan empat langkah berikut.

Satu, kepoin website dan media sosial mereka. Ini yang saya lakukan ketika hendak memilih penerbit untuk novel saya kemarin. Beberapa penerbitan saya pantengin. Saya pelajari satu demi satu melalui website dan media sosialnya.

Hal-hal yang saya perhatian saat kepoin website mereka adalah: sudah banyak belum buku-buku yang mereka terbitkan? Jika sudah, bagaimana komentar pembaca di sosial media mereka? Apakah semuanya positif? Atau ada yang negatif?

Beberapa kali, saya juga menghubungi salah seorang yang berkomentar disana. Bertanya ini dan itu, meminta pendapat. Dengan melakukan hal ini saja, saya sudah bisa mendapatkan informasi yang lumayan banyak.

Dua, Oke, jika poin satu belum cukup, maka lakukan yang kedua: beli salah satu buku mereka dan lihat bagaimana kualitas kertas dan cetakannya. Bagaimanapun, jika kita menganggap bahwa buku itu seperti anak kandung sendiri, maka kita tentu tidak mau toh anak kita mendapatkan jodoh yang salah?

Jodoh anak kita (baca: buku) haruslah penerbitan yang benar dan bisa diandalkan. Setidaknya bagus hasil cetakannya.

Tiga, langkah berikutnya yang bisa dilakukan adalah bertanya-tanya kepada orang yang pernah menerbitkan disana. Ini juga saya lakukan kemarin, ketika hendak mencetak kembali novel Sepotong Diam di salah satu penerbit, saya mencari orang-orang yang menerbitkan disana.

Saya hubungi orang itu, memperkenalkan diri, dan meminta testimoni ke mereka. Biasanya, mereka akan jujur. Kalau kecewa, mereka akan bilang kecewa. Kalau suka dan puas, mereka juga akan berkata demikian.

Beberapa yang saya tanyakan, seperti, bagaimana pelayanannya? Bagaimana kualitas kertas dan cetakannya? Bagaimana promosi mereka di dunia maya? Dan sebagainya. Pokoknya, waktu itu saya benar-benar bawel. Benar-benar ingin memastikan bahwa penerbitan yang akan saya pilih adalah yang terbaik.

Empat, ini yang terakhir, jika sudah melakukan tiga hal di atas, barulah saya menghubungi kontak penerbitan indie tersebut dan bertanya banyak hal. Ketika melakukan ini, saya mendapati ada penerbit yang ramah sekali, menjawab pertanyaan saya dengan sabar dan lengkap.

Tapi ada juga penerbit yang ketus. Menjawab semau-maunya dan terkesan tidak bersahabat. Sudah pasti, penerbit jenis ini tidak saya pilih.

Nah, berdasarkan pengalaman saya, jika kalian melakukan empat hal di atas, maka kecil kemungkinannya salah memilihkan jodoh untuk buku yang akan kalian lahirkan.

Selamat mencoba!
_____________________________

Untuk melengkapi catatan ini, saya akan bahas juga tentang:

1. Penerbitan indie tidak akan membuat penulis sukses! Kata siapa?

2. Pentingnya personal branding!


Silakan pantengin blog ini terus yaa.. 

22 komentar

avatar

Hehe, ini tulisan yang harusnya dibaca oleh orang yang sudah punya naskah.

avatar

Banyak jalan menuju penerbitan :)

avatar

Maksudnya penerbit indie tu apa bang? Blm paham beneran ini mah -_-

avatar

ya gimna tu bang indie?

avatar

Makasih tips-nya bang.

avatar

Makasih tips-nya bang.

avatar

Terima kasih untuk tipsnya Bang Syaiha.

avatar

Audrey juga boleh baca kok, siapa tahu bermanfaat.. Hehe

avatar

Iya.. Banyak banget..

avatar

Bisa googling mbak.. Hehe

avatar

Terimakasih kembali mbak Denik..

avatar

Bismillah harus mulai serius nih :)

avatar

Jadi penasaran sepotong diam d cetak dmn ya?

avatar

Nah kmren saya cetak di salah satu media selfpublishing Bang dan hasilnya mengecewakan. Pelayanan mereja juga cenderung lambat.

avatar

Nah kmren saya cetak di salah satu media selfpublishing Bang dan hasilnya mengecewakan. Pelayanan mereja juga cenderung lambat.

avatar

semoga tahun ini saya bisa menerbitkan buku ...


EmoticonEmoticon