Like Fanpage Bang Syaiha

Bagaimana Seorang Lelaki Memilih Pasangannya?

By Bang Syaiha | Saturday, 19 March 2016 | Kategori:

Bagaimana Seorang Lelaki Memilih Pasangannya, Bang Syaiha, Kisah Inspiratif, One Day One Post, Menulis Setiap Hari, Blogger Aktif, Penderita Polio, Trainer, Guru Blogger, bangsyaiha.com
Bagaimana Seorang Lelaki Memilih Pasangannya
Kalian tahu bagaimana seorang lelaki memutuskan bahwa si A adalah pasangan yang sesuai untuknya? Apakah juga mengerti apa yang menjadi titik berat lelaki memilih si A menjadi istrinya?

Ini sebuah rahasia penting yang akan saya jelaskan. Penjelasan ini berdasarkan pengalaman pribadi dan pengalaman orang lain. Beberapa teman pernah menceritakan tentang kisahnya menemukan pasangan hidup, bagaimana dia memutuskan memilih, dan menikah dengan istrinya yang sekarang. Saya pun beberapa kali membaca buku –atau artikel, yang membahas tentang kecenderungan seorang lelaki, sehingga kemudian saya mengambil kesimpulan dangkal ini.

Bagaimana seorang lelaki memutuskan si A adalah perempuan yang tepat untuk mendampingi hidupnya? Apakah yang menjadi titik berat pertimbangannya?

Langsung saja, ya!

Pertama, ada yang bilang bahwa lelaki memiliki kelemahan di matanya. Ia adalah makhluk visual dan memiliki imajinasi yang tidak terbatas. Jika tak percaya, sodorkan saja poto seorang perempuan jelita kepadanya, saya yakin sekali, bahwa yang spontan keluar dalam benaknya adalah kekaguman. “Cantik sekali dia.” atau “Subhanallah, cakep!”

Juga ketika dihadapkan pada perempuan berbaju ketat –perempuan yang memamerkan lekuk tubuhnya, otak lelaki pasti akan berimajinasi liar. Ini lumrah, normal, alias wajar. Jadi, saya tidak sepakat jika ada perempuan yang bilang, “Yang salah itu bukan pakaian kami. Otak kalian aja yang ngeres. Isinya mesum semua!”

Hellooo.. otak kami memang sudah diinstall sedemikian rupa. Mau mesum atau tidak, jika kalian berpakaian tak senonoh di depan mata kami, ya  pikiran kami menjadi liar. Yang jadi masalah berikutnya adalah, ada orang-orang yang melanjutkan imajinasi mereka, memperkosa (maaf), menggoda, atau apa saja. Tapi banyak juga yang tak berbuat apa-apa. Hanya menundukkan kepala dan berdoa, “Semoga kalian diberi hidayah dan menjadi lebih baik.”

Nah, karena lelaki adalah makhluk visual, maka mereka akan menomor satukan kecantikan dan bentuk tubuh saat memilih pasangan.

Bang Syaiha, kalau demikian, bagaimana nasib perempuan yang –maaf, berwajah standar dan bertubuh tak ideal?

Beruntungnya, kedua hal itu, cantik dan tubuh proporsional adalah hal yang relatif. Setiap orang memiliki standar kecantikan yang berbeda-beda. Jika tak percaya, perhatikan saja pasangan suami istri di sekitar kita. Ada lelaki yang suka pada perempuan kurus, tinggi, langsing, dan berdada rata; lelaki yang lain justru suka pada perempuan montok berisi; yang lain lagi justru suka pada perempuan berukuran besar –gendut.

Jadi, bagaimana pun bentuk wajah dan ukuran tubuh kalian, percaya saja, akan ada lelaki yang menganggap kalian cantik luar biasa suatu saat.

Kedua, ketika seorang lelaki sudah menemukan perempuan yang menurut ia cantik, maka ia akan dekati. Itu bisa dilakukannya dengan mengirimi kalian pesan singkat, menelpon dan memberi perhatian. Bertanya ini itu, bertanya sedang apa, sudah makan belum, lagi dimana, sama siapa, atau apa saja lah.

Sekarang, coba pikirkan, adakah lelaki yang tetiba menjadi perhatian dengan mengirimimu pesan? Adakah yang kemudian bertanya ini dan itu, sok kenal dan sok dekat? Jika ada, boleh jadi Ia sedang menjajaki.

Pendekatan ini biasanya digunakan lelaki untuk mencari informasi tentang perempuan yang didekati. Bisa jadi tentang kebiasaan kalian, apa yang kalian suka dan tidak, bisa memasak atau tidak, dan yang paling penting adalah, kualitas agama kalian. Bagaimanapun, kalian akan dimintanya menjadi ibu dari anak-anaknya kelak, maka memilih perempuan yang baik agamanya adalah kebutuhan.

Ketiga, jika dua hal di atas sudah oke, maka lelaki dewasa yang berani, pasti akan datang ke orang tuamu, memintamu baik-baik. Tetapi untuk lelaki yang belum dewasa dan tidak berani, Ia akan mengajakmu pacaran, sebuah hubungan yang tidak jelas, paling rapuh, dan yang pasti paling merugikan perempuan.

Secara umum, begitulah caranya seorang lelaki memutuskan memilih si A atau si B untuk menjadi pasangannya. Ia akan melihat kecantikan dulu, lalu mendekati atau mencari informasi tentang beberapa hal –terutama tentang kualitas agamanya, baru memutuskan berlanjut atau tidak.

Tentu ini tidak bisa digeneralisasi, hanya sebagian besar saja. Mungkin ada lelaki yang berbeda caranya. Dan seperti yang saya katakan di awal, bahwa tulisan ini hanyalah sebuah tulisan dangkal hasil perenungan saya, jadi boleh percaya boleh juga tidak. Nggak masalah.

Nah, untuk menutup catatan ringan ini, ada baiknya perhatikan petuah bijak dari seseorang, “Jika kalian belum juga menikah sekarang, tetaplah berbuat baik, terus-menerus berbenah, dan banyak-banyak menuntut ilmu, hingga kalian akan menjadi seperti petromaks yang bersinar di kegelapan. Ia bukan saja akan menerangi lingkungannya, tapi juga menarik serangga datang, mendekat, dan berlama-lama disana.”


Demikian. 

8 komentar

avatar

Jadi penasaran dulu misua alesannya apa ya?

avatar

ilmu juga nih :D

makasih bang syaiha :D

avatar

ilmu juga nih :D

makasih bang syaiha :D

avatar

percayalah, suatu saat akan ada laki2 yg menganggap Anda cantik luar biasa. *manggut2 percaya* hihihi

avatar

idem bang, setuju saya :)


EmoticonEmoticon