Like Fanpage Bang Syaiha

Berhentilah Menjadi Guru!

By Bang Syaiha | Thursday, 10 March 2016 | Kategori:

Berhentilah Menjadi Guru, Bang Syaiha, Kisah Inspiratif, One Day One Post, Menulis Setiap Hari, Blogger Aktif, Penderita Polio, Trainer, Guru Blogger, bangsyaiha.com
Berhentilah Menjadi Guru
Berhentilah jadi guru, jika ke sekolah kerjaannya marah-marah melulu. Ngeliat siswa aktif, langsung menghardik. Ada siswa yang di kelas sukanya bernyanyi, bergerak bebas, atau apa saja, malah dibentak, “Duduk kamu! Jangan membuat gaduh!”

Siswa yang diperlakukan demikian, pasti langsung ciut. Apalagi jika sang guru memarahi sambil mengacungkan penggaris kayu, bersiap memukul sewaktu-waktu. Siswa akan mengkerut seperti kerupuk di siram air panas. Tidak berdaya dan langsung layu.

Berhentilah jadi guru, jika ketika mendapati nilai siswa tidak sesuai harapan, lalu seenaknya bilang, “Dia mah memang siswa bodoh, masa ngerjain begini saya nggak bisa!” atau, “Udah biasa mah begitu, setiap ulangan emang nggak pernah dapat nilai bagus. Dia bodoh sih!”

Tidak begitu seharusnya, jika memang ada siswa yang tidak lulus Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), maka yang harus dievaluasi adalah dirinya, gurunya. Mengapa ada siswa yang tidak lulus KKM? Apa yang salah? Jangan-jangan metode yang dipakai ketika mengajar tidak sesuai, tidak menarik, dan membosankan. Jadilah siswa tidak memperhatikan.

Jadi, jangan sekali-kali menyalahkan siswa. Berpikirlah bijak, introspeksi diri lebih baik.

Berhentilah jadi guru, jika tidak bisa memberi teladan. Berbusa-busa bilang jangan membuang sampah sembarangan, eh malah gurunya yang asal lempar bungkus makanan. Bertebaran di tengah lapangan.

Kemudian, jika ada siswa yang bertanya, “Kenapa nggak dibuang ke tempat sampah, Pak?”

“Oiya, lupa.” menjawab asal, “Kalau begitu tolong kamu ambilkan dan buang di tempat sampah ya. Ingat, jangan buang sampah sembarangan. Buang di tempatnya.”

Besok-besoknya, ketika tidak ada yang melihat, mungkin akan terulang lagi, buang sampah asal-asalan. Guru jangan begitu.

Berhentilah jadi guru, jika tidak bisa memberi teladan. Berkoar-koar bilang bahwa merokok adalah hal sia-sia, banyak mudharatnya, bisa menyebabkan beragam penyakit yang menyiksa, eh, malah dianya yang cepas-cepus bak kereta api, berasap sepanjang harinya.

Berhentilah jadi guru, jika penilaian hanya berdasarkan nilai kognitif semata. Ingatlah, manusia itu terdiri dari tiga komponen penting. Ada jasad, ruh atau jiwa, dan akal. Maka ketiganya harus dikembangkan, diberdayakan menjadi lebih baik dan berkualitas.

Kognitif atau akal, bisa diperkaya dengan pengajaran yang baik. Jasad dikelola dengan kegiatan fisik –olah raga, yang menyenangkan, sedangkan jiwa atau ruh diisi dengan asupan nilai-nilai kebaikan, dibekali dengan pemahaman agama yang menggembirakan.

Ketiganya harus dikembangkan secara optimal, tidak ada yang dianak tirikan.

Berhentilah jadi guru, jika yang diharapkan hanya uang gaji bulanan. Sungguh, menjadi guru itu tidak menjanjikan materi, kecuali hanya ketenangan dan keberkahan. Mengharapkan uang banyak disini tak akan kesampaian. Maka kreatiflah. Entah berjualan, menulis buku dan memasarkannya, atau menjadi pembicara di beragam seminar.

Lumayan kan, buat tambah-tambah pendapatan dan pengalaman. Asalkan, mengajar tetap yang diutamakan.

Berhentilah jadi guru, jika datang ke sekolah selalu telat tapi ingin pulang paling awal.

Helloooo, berilah teladan kedisiplinan ke semua anak-anak didik kita. Tanamkan kebiasaan pada mereka, bahwa mengelola waktu dengan baik adalah keharusan.

Berhentilah jadi guru, jika sudah sepuluh tahun mengajar tapi tidak ada peningkatan. Itu ibarat mengajar satu tahun saja, sembilan tahun lainnya hanya mengulang-ngulang tanpa perbaikan. Menjadi guru adalah belajar. Tidak berhenti hingga entah sampai kapan.

Berhentilah menjadi guru, jika....

Berhentilah menjadi guru, jika....

Berhentilah menjadi guru, jika....


Monggolah diisi sendiri..

28 komentar

avatar

Berhentilah jadi guru, jika kerjaannya cuma kasih tugas menyalin ulang buku teks pelajaran, lalu asyik ngobrol di ruang guru atau main gadget.
Beneran itu bikin sedih..

avatar

Dari judulnya, kirain Bang Syaiha bakal berhenti menjadi guru atau mengajak persatuan guru di Indonesia buat berhenti jadi guru (dan saya rasa itu gak bakal mungkin).

Judulnya sengaja dipotong sebagian dan itu menjebak pikiran saya buat pikir yang aneh2 (pakai "banget").

Bang, jangan sampai berhenti jadi guru. (Entah kenapa jadi keinget wajah guru matematika saya _-_ apalagi pas adegan ngacung2 penggaris kayu).

avatar

Setuju Bang, self reminder juga buat saya yg masih belajar jadi guru

avatar

Ya..benar banget. Sebagai introspeksi diri.

avatar

Mantap banget, couldn't agree more, kompor gas

avatar

Tulisannya nabok bner bang...mantabb

avatar

berhentilah menjadi guru jika, jika tak bisa jadi guru hehe

avatar
This comment has been removed by the author.
avatar

mantap bang, semoga kelak sy tdk jd guru yg harus ikut nasihat ini "berhentilah jadi guru" :)

avatar

jangan jadi guru kalau cuma bisa magabut dan pungli dari murid-murid

avatar

Berhentilah jadi guru, jika tidak bisa membuat peserta didik merasa nyaman dan senang dengan apa yang kita ajarkan... *benar-benar tantangan, apalagi yang diajarkan adalah matematika...

avatar

Semoga para guru baca tulisan kece dari bg syaiha ini.
Top :)

avatar

Lah, bang, dr judulny, kirain napa nyuruh2 brhenti jd guru, taunyaaaa...

avatar

Iya, rasanya gimana gitu.. saya pernah mengalaminya dulu..

avatar

Bener..
Judul sengaja dipotong agar pembaca penasaran..
Strategi..

Saya tunggu tulisan tentang gurunya yaa..

avatar

Semoga bermanfaat..
Terimakasih sudah berkunjung..

avatar

Bener..
Terimakasih sudah mampir..

avatar

Terimakasih, mbak Helen..

avatar

Nggak apa2 lah ditabok sama tulisan..

avatar

Jangan jadi guru kalau gitu..

avatar

Semoga bisa menjadi guru yang baik dan bermanfaat... Aammiiin..

avatar

Yoyoi... Benar sekali...

avatar

Bener, mbak..
Tantangan banget emang.. Semoga saya dan semua guru bisa menghadapi semuanya.. Aammiin..

avatar

Aammiin.. Semoga demikian..

avatar

Itu sengaja dibuat demikian biar keren.. hehe


EmoticonEmoticon