Like Fanpage Bang Syaiha

Kenal Baru Seminggu Langsung Diajak Menikah!

By Bang Syaiha | Sunday, 6 March 2016 | Kategori: |

Kenal baru seminggu langsung diajak menikah, ta'aruf pernikahan, Bang Syaiha, Kisah Inspiratif, One Day One Post, Menulis Setiap Hari, Blogger Aktif, Penderita Polio, Trainer, Guru Blogger, bangsyaiha.com
Kenal baru seminggu langsung diajak menikah
Beruntungnya, bus yang ditumpangi Nay adalah kendaraan berpendingin, sehingga udara panas yang menyengat di luar tak sampai menyapa kulitnya yang bersih. Di saat orang-orang di kendaraan lain, terlihat olehnya sedang mengibas-ngibaskan tangan mengusir gerah, Ia hanya duduk santai, termenung, menatap keluar jendela.

Ia berada tepat di kursi keempat dari depan, duduk berdua dengan sahabat karibnya, Aya. Nay duduk di dekat jendela, memandangi setiap kejadian dan orang-orang yang ada di jalanan. Tadi, Ia sempat melihat ke luar, ke arah bapak-bapak penjaja makanan ringan yang mendapatkan keuntungan dari kemacetan yang sedang terjadi.

Lihatlah, telaten sekali, bapak penjaja makanan itu mengedarkan senyum ke setiap kendaraan yang lewat, mendekati angkot yang berjalan pelan bak keong merangkak, menawarkan makanan yang rapi terbungkus plastik transparan. Satu dua orang ada yang membeli, kebanyakan yang tidak.

Saat sedang merenung memikirkan sesuatu itulah, Aya berujar, membuyarkan lamunannya, “Setidaknya, kita jauh lebih baik dari mereka, Nay.”

“Hidup ini keras.” Aya melanjutkan, sambil tetap memandang ke depan.

Nay kembali mengalihkan pandangannya keluar. Seorang Bapak-bapak yang lain, yang juga menjinjing dagangan pada sebuah kayu penyangga yang dibuat berdiri vertikal dengan beberapa kawat, sedang duduk berisitirahat di pinggir jalan. Ia melepaskan topi hitamnya yang lusuh, dan menjadikannya kipas dadakan. Di tangannya, ada mangga yang sepertinya menggiurkan, ada tahu beserta tiga biji cabai yang hijau, ada telur puyuh yang menggoda, dan masih banyak lainnya.

“Cari kerja itu susah, Nay.” Aya kembali berkata –masih tidak memandang ke arah Nay. “Karena itulah, ketika kau tanya, apakah aku bersedia menikah dengan lelaki –maaf, cacat, maka aku menjawabnya tidak.”

Nay menarik napas perlahan, Aya ada benarnya juga.

“Jika mereka yang normal dan berpendidikan saja, kelimpungan mencari pekerjaan, apalagi jika lelaki yang..” Aya tidak melanjutkan kalimatnya –takut menyinggung Nay.

Beberapa menit sebelumnya, Aya memang bertanya demikian, “Misalnya nih ya, ada lelaki yang punya kekurangan, cacat misalnya, memintamu menjadi istrinya, tanggapanmu apa, Aya?”

Sekonyong-konyong –tanpa berpikir panjang, Aya langsung menjawab, “Aku nggak mau, Nay. Pasti aku tolak.”

Sejak jawaban itulah, Nay lebih tertarik memandang keluar jendela. Melihat siapa saja yang ada di sekitar busnya. Matanya menyaksikan banyak kejadian di luar, tapi otaknya mendesing kencang, berpikir dan mencerna saran sahabatnya barusan.

Semenit kemudian, kendaraan yang mereka naiki mengerem mendadak, membuat tubuh-tubuh yang ada di dalamnya terdorong ke depan. Aya melongo, dilihatnya, ada pengendara motor yang ugal-ugalan, menyelinap ke kiri dan ke kanan, mencari celah keluar dari kemacetan.

Pooong...

Klakson bus melenguh panjang, disertai beberapa umpatan dari sopir bus.

“Memangnya,” ujar Aya bertanya, “Ada lelaki yang lagi dekat dengan kau, Nay?”

Nay diam, tak menjawab apapun. Tapi itu cukup bagi Aya untuk mengetahui bahwa jawaban dari pertanyaannya barusan adalah iya.

“Dia cacat?”

Kali ini Nay mengangguk –sambil membenarkan posisi kacamatanya.

“Kau suka?”

“Well..” Nay mulai buka suara, “Belum ada rasa apa-apa hingga sekarang, Aya. Lah wong kami baru kenal seminggu yang lalu. Bagamanalah jadinya bisa tumbuh cinta sedemikian singkat.”

“Dia suka sama, kau?”

Nay mengangguk, “Setidaknya, begitulah yang Ia sampaikan. Kalau nggak suka, mana mungkin dia mengajakku menikah.”

“Orang-orang seperti kalian ini memang membingungkan,” ujar Aya –kali ini Ia kembali tak memandang ke arah Nay. “Bagaimana bisa menikah dengan seseorang yang bahkan baru kalian kenal dalam waktu seminggu? Kalian belum saling mengenal, belum tahu karakter dan sifat masing-masing, tidak mengerti baik dan buruknya dia, eh sudah bicara pernikahan.”

Nay tidak ingin menjelaskan panjang lebar, Ia hanya mengangkat bahu. Kembali memandang keluar. Kali ini, tak jauh dari bus yang ia naiki, ada sepasang suami istri berboncengan berdua, mesra di atas roda dua. Lihatlah, jilbab si perempuan berkibar-kibar diterpa angin siang. Ia memeluk erat lelakinya, tersenyum manis sekali.

“Tapi, kalau kau emang yakin, ya silakan saja menikah dengannya.”

“Eh.” Nay menoleh ke arah Aya.

“Jika aku jadi kau, aku pasti menolak.” Aya melnajutkan, “Tapi aku yakin kau tidak seperti aku. Kau perempuan hebat, Nay. Perempuan dengan tekad yang kuat, mengakar, dan tak pernah goyah.”

Nay diam, memandang sahabatnya penuh penghargaan.

Aya meninju pundak Nay pelan, bilang, “Maka menikahlah dengannya. Lagian yang akan menjalani pernikahan itu kan kau, bukan aku.”

Sambil tersenyum, Nay berujar pelan, “Insya Allah.”

“Oh iya,” Aya berkata lagi, ingin tahu, “Siapa nama lelaki beruntung itu, Nay?”

Sambil menyembunyikan pipinya yang memerah seperti cumi-cumi rebus, Nay berujar pelan, “Orang-orang biasa memanggilnya Bang Syaiha, Aya.”

Poooong...

Lagi, klakson kendaraan mereka berteriak lantang.

*****

Sepuluh bulan kemudian, pada sebuah malam yang masih muda. Dua orang lelaki perempuan, suami istri, Bang Syaiha dan Nay, duduk berdua di teras rumah kontrakan mungil mereka. Itu adalah malam yang dingin. Rinai hujan bahkan baru lima menit lalu reda. Aroma tanah-tanah basah menusuk-nusuk hidung, khas. Desir angin malam yang dingin, membelai pipi mereka. Lembut.

“Kamu hebat, Sayang.” Bang Syaiha yang bilang, “Bisa menikah dengan seseorang tanpa rasa cinta di dada.”

Sambil tersenyum, Nay yang lekat di tubuhnya berujar lebih yakin, “Mas jauh lebih hebat.”

Kini Bang Syaiha memandang istrinya heran, bertanya penasaran, “Mas Lebih hebat?”

“Iya, bisa numbuhin cinta di hatiku, buat Mas.”

“Oh, itu kan gampang.” Kata Bang Syaiha yakin, “Tinggal disebarkan benihnya, dipupuk dengan kasih sayang, disiram dengan kesabaran, lalu dijaga dengan ketulusan.”

Aih, amboi, lihat dua sejoli yang sedang dilanda cinta ini, saling berpelukan erat, tersenyum, dan hangat. Ah, kadang pernikahan memang tak butuh cinta! Karena toh nanti juga bisa ada jika diusakan dengan iman dan takwa.


Demikian. 

26 komentar

avatar

Romantis syekali bang Syaiha....
Dan syar'i, hehe..

avatar

Keren Bang 👍.
Pernikahan 2 orang hebat ini semoga bisa melahirkan generasi-generasi hebat yang bermanfaat untuk umat.
Salam buat mba Ella Bang.

Yang Jomblo mesti pada baper kan baca ini ? Hiks 😭

avatar

Apa yang ada dalam benak laki" hingga bisa langsung memutuskan dan yakin mau menikah dalam waktu singkat Bang?

avatar

Cie eheenmn romansa sekaliiiii

avatar

Mantap nih bang syaiha ....benar2 pria sejati, inilah bukti Alloh sudah menyiapkan tulang rusuk buat kita, dan itu tidak akan tertuka.......jd g perlu ngumbar perasaan cinta kita sama orang lain.....umbar aja sama Alloh biar ntar Alloh yg nentuin.......

avatar

Semoga Sakinah Mawaddah Wa Rohmah terus Bang Syaiha.. ^___^ aamiin...

avatar

Maa syaa Allah, keren bgt

avatar

Baper baca carita abNg syiha

avatar

Subhanalloh, apik, bagus banget cerita inspiratif ini.
Semoga bisa menginspirasi yang lain, aamiin :-)

avatar

Trenyuh aku. Mengharukan...

avatar

Keren bang...jika Pernikahan hanya karena Allah semata..Allahlah yang akan memberikan keajaiban...

avatar

So sweet. :D

Pertanyaan saya sama seperti Mbak Lia Kurniawati, Bang.

avatar

Wah yang udah tua mau jadi nenek nenek aja baper nih baca cerita bang syaiha. Hemhh selamat buat bang syaiha dan istri

avatar

Jadi, Nay itu panggilan mesra Bang Syaiha untuk Mbak Ella (dapat informasi baru lagi, nih).

avatar

Subhanallah.. Semoga selalu sakinah mawaddah wa rohmah

avatar

Waawwww. . .romatis sekali bang syaiha.aku jadi baper he he

avatar

ceritanya membuat masuk kedalam, inpiratif bg saiful

avatar

Bukan, Audrey. Nay itu nama pena saya sejak SMP-Menjelang kuliah. Saat kuliah, dosen saya melarang menggunakan nama Nay untuk karya yang diterbitkan (sosmed or media cetak). Jadilaaaah skrng pake nama asli aja.. ELLA

avatar

Berkali-kali baca tulisan ini, selalu ada senyum, Haru, ikut senang. Sebab hampir mirip dengan pengalaman pribadiku dengan suami :)

avatar

Aku juga baru kenal 3 hari dia sudah mengajak menikah, ternyata perkataan itu adalah tanda serius. Sekarang kami akan menjalani hubungan ini bila cocok dan jodoh januari nanti kami akan segera menikah


EmoticonEmoticon