Like Fanpage Bang Syaiha

Keperawananku Direnggut Pacar Lalu Ditinggalkan

By Bang Syaiha | Tuesday, 8 March 2016 | Kategori: |

Keperawananku Direnggut Pacar Lalu Ditinggalkan, pacaran dan zina, Bang Syaiha, Kisah Inspiratif, One Day One Post, Menulis Setiap Hari, Blogger Aktif, Penderita Polio, Trainer, Guru Blogger, bangsyaiha.com
Keperawananku Direnggut Pacar Lalu Ditinggalkan
Hari masih pagi, ketika seorang perempuan muda mengirimi pesan singkat ke saya melalui jendela chatting di facebook. Saya tahu, dia pastilah salah satu pembaca setia tulisan-tulisan saya –ini saya lagi kepedean, jangan ditiru yaa–, dan pesan singkat di facebook kemarin, adalah sebuah curahan hati darinya.

“Bang Syaiha, perkenalkan, nama saya Sakura –bukan nama sebenarnya.” Ia membuka pesan itu demikian, “Begini, Bang. Ada hal yang ingin saya sampaikan. Tentang permasalahan yang sedang saya hadapi saat ini. Permasalahan yang membuat saya bimbang, bingung hendak mengambil sikap bagaimana.”

“Silakan, mbak. Ceritakan selengkap-lengkapnya. Agar saya bisa mencerna dengan baik duduk permasalahannya dimana.” Kata saya mempersilakan.

Sakura lalu melanjutkan, “Saya seorang perempuan yang baru saja beranjak dewasa, berusia 20 tahun dan sedang kuliah. Sebulan lalu, saya baru saja putus cinta, Bang. Pacar saya memutuskan hubungan kami yang sudah berjalan lama, empat tahun. Kami sudah pacaran terlalu jauh, Bang. Bukan hal yang wajar.”

Saya paham maksud kalimatnya. Empat tahun pacaran, pasti sudah banyak yang dilakukan. Tapi demi memastikannya, saya bertanya, “Maksudnya bagaimana, mbak?”

“Pokoknya kami sudah terlalu jauh, Bang.” Awalnya Sakura menjawab demikian. Enggan menjabarkan lebih dalam, “Saya sendiri malu jika mengingat-ngingatnya.”

“Saya benar-benar merasa dicampakkan, Bang. Sudah bertahun-tahun bersama, eh malah dianggap biasa-biasa saja. Seperti tidak berharga. Apalagi coba yang kurang? Semua saya berikan ke dia. Nggak ada yang tersisa.”

“Maksud kalimat, ‘Semua sudah saya berikan ke dia’ apa, mbak? Kalian sudah melakukan hubungan badan?” tanya saya, masih penasaran. Dan saya yakin sekali, pasti dugaan saya benar.

Pasalnya, Sakura bukanlah perempuan pertama yang telah terenggut keperawanannya dan dicampakkan. Sudah ada beberapa perempuan yang mengadu demikian. Menangis-nangis, menyesali masa lalu yang kelam. Terlena oleh rayuan gombal si lelaki yang kalian sebuat pacar.

Jendela chatting facebook saya sempat lengang beberapa jenak, hingga kemudian Sakura menjawab, “Iya, Bang, kami pernah melakukan hubungan badan. Selama empat tahun kami pacaran, tak terhitung lagi sudah berapa kali kami melakukannya. Dia yang selalu meminta duluan.”

Jelas saja. Bagi lelaki, cinta memang melampiaskan. Maka jangan heran, ketika berpacaran, mereka akan minta macem-macem. Dimulai coba-coba menggenggam tangan, lalu merangkul, kemudian memeluk. Jika ada kesempatan dan sedang berdua, dia nyosor, minta berciuman. Tangannya akan menggerayangi, piknik.

Jika mengajakmu jalan-jalan, si lelaki pasti akan mencari tempat-tempat sepi dan gelap. Di pojok-pojok kursi penonton bioskop, di semak-semak yang tak terlihat orang, dan dimana saja. yang penting sepi, tersembunyi, dan aman. Si lelaki akan menjalankan aksinya disana, membuka kancing bajumu pelan-pelan, menyelusup masuk dan memegang-memegang.

Sudah! Ngeri jika diceritakan semua disini.

“Nah, saya merasa seperti mainan, Bang. Seperti nggak ada artinya sama sekali. Sudah saya berikan semua yang saya punya, jiwa dan raga, eh malah ditinggalin begitu saja.”

Tuh, sudah beberapa kali kan saya sampaikan di tulisan-tulisan sebelumnya (tulisan-tulisan itu ada di fanpage). Bahwa dalam pacaran, yang rugi selalu perempuan. Laki-laki mah gampang, bosen ya tinggal dilepaskan saja. Kabur entah kemana. Selesai. Yang menderita perempuan.

Dipegang-pegang, sebenarnya kalian sedang direndahkan.

Dipeluk-peluk, kalian sejatinya sedang dilecehkan.

Dicium-cium, eh kalian malah diam menyerahkan. Pasrah, mengikhlaskan.

Di benak kalian –perempuan, tingkah itu mungkin dianggap bukti cinta dan keromantisan. Simbol kehangatan dan kedekatan. Omong kosong! Kalian terlalu banyak nonton drama korea murahan, menjadikan nilai keromantisan dan kehangatan di kehidupan menjadi rendahan.

Berbeda sekali, di benak laki-laki, setelah berhasil menggenggam tangan, maka dia akan menagih lebih. Besok-besok minta berpelukan. Naik lagi, menuntut ciuman. Ujung-ujungnya, Ia akan melampiaskan hasrat kelelakiannya kepada kalian.

Di benak lelaki yang pacaran, yang ada hanya memikirkan cara terbaik dan teraman agar bisa memangsa kalian.

Dan satu kali saja berhasil, maka berkali-kali Ia akan datang lagi, menagih jatah. Dibawanya kalian jalan-jalan, berbelok ke tempat sepi dan berzina disana seperti hewan.

Yang rugi siapa?

Perempuan! Keperawanan kalian hilang, dan jadilah kalian seperti tawanan, susah melepaskan. Terkerangkeng oleh lelaki hidung belang.

Seperti Sakura yang kemudian bilang, “Sekarang dia datang lagi, Bang Syaiha. Meminta maaf ke saya dan mengajak balikan. Saya bingung, Bang. Di satu sisi, saya kecewa dan sakit hati. Tapi di sisi lain, ada rasa sayang yang masih tertinggal.”

Amboi, saya bingung, sebenar-benarnya bingung.

Lihatlah, sudah direnggut keperawanannya, berulang-ulang entah berapa kali, lalu ditinggalkan sendiri, eh sekarang datang lagi. Kemudian bingung dan bilang masih sayang? Alamak! Kurang apa lagi buktinya, bahwa dia adalah lelaki yang tak bertanggung jawab? Apa nunggu sampai hamil dulu dan dibiarkan begitu saja? Menanggung malu sendiri. Menjadi aib bagi keluarga?

“Kalau tidak saya terima lagi, apakah nanti ada lelaki lain yang mau menerima saya? Saya kotor, tidak perawan, dan bergelimang dosa, Bang.”

Tentu. Akan ada lelaki yang benar-benar menyayangimu nanti. Tidak seperti dia yang hanya ingin melampiaskan nafsu birahinya saja. Lelaki yang menyayangimu nanti, akan menerimamu apa adanya. Merangkulmu untuk melangkah bersama menyongsong masa depan.

Jika kau mengkhawatirkan masa lalumu yang kelam, dia pasti akan dengan bijak sekali berujar, “Aku mencintaimu sepenuh hati, Sakura. Dan sekarang aku memintamu menjadi pendamping hidupku, bukan untuk mengenang masa lalu, tapi untuk mengisi masa depan yang jauh lebih cemerlang.”

“Setiap orang punya masa lalu. Dan jika kau memang sudah menguburnya dalam-dalam, membuangnya sejauh mungkin ke belakang, buat apa kita menoleh lagi memperhatikan? Biarlah ia hilang di telan jaman.”

Akhirnya, untuk menutup catatan ringan ini, sekali lagi saya sampaikan, bahwa dalam aktivitas pacaran, yang rugi selalu perempuan. Keperawanan kalian bisa hilang. Seperti Sakura dan beberapa perempuan lain yang telah lebih dulu menceritakan keluh kesahnya ke saya.

Silakan, jika kalian ingin bilang saya terlalu kampungan. Atau beranggapan, saya terlalu mendramatisir dan menakut-nakuti. Tidak mengapa. Bagi saya, adalah kewajiban, menyampaikan nasihat yang baik dan berguna.

Silakan jika tak percaya dan masih memilih tetap berkubang dalam dosa bernama pacaran. Monggo-monggo saja. Toh jika kejadian seperti Sakura menimpa kalian, saya tak rugi apa-apa. Justru kalian sendiri yang menanggung dan mengalami. Menyesali kebodohan diri sendiri.  

Dan untuk Sakura, ingatlah satu hal, bahwa Allah maha menerima taubat. Maka mendekatlah pada-NYA. Minta ampunannya dengan sebenar-benarnya penyesalan. Perbanyak istighfar, lalu isi hari-hari ke depan dengan gemar menuntut ilmu, dekati orang-orang shalih dan shalihah. Sibukkan juga diri dengan amal surga dan perbuatan baik lainnya.


Ingat, lelaki yang baik, hanya akan mencari perempuan yang baik pula, maka berbenahlah menjadi demikian. 

18 komentar

avatar

Audzubillah min dzalik...harus diperhatikan oleh semua perempuan.

avatar

setuju bang, sudah banyak juga baca cerita seperti ini...
miris...
sedih juga karena yang jadi korban adalah bangsa saya, bangsa perempuan

avatar

Oleh karena itu dari sekian banyak temanku memang berpacaran dan hanya aku sendirilah yg tak mempunyai paccar. Apalah artinya pacar jika lelaki yg bersamamu bukan seseorang yg halal untukmu. Lebih baik tanpa pacar dan memperbaiki akhlak agar kelak menjadi wanita yg pantas utk lelaki yg pantas juga.

Amiin semoga.

avatar

Oleh karena itu dari sekian banyak temanku memang berpacaran dan hanya aku sendirilah yg tak mempunyai paccar. Apalah artinya pacar jika lelaki yg bersamamu bukan seseorang yg halal untukmu. Lebih baik tanpa pacar dan memperbaiki akhlak agar kelak menjadi wanita yg pantas utk lelaki yg pantas juga.

Amiin semoga.

avatar

Saya merinding baca tulisan bang Syaiha yang ini. Semoga kita terlindung dari perilaku maupun niat buruk orang lain. Semoga kita senantiasa diberi petunjuk mengikuti jalan yg lurus. Semoga kita masih dibukakan pintu taubat. Amin

avatar

Innalilah...

kalau mba sabrina merinding, sy kok geram dan jengkel sm keduanya...

tapi mereka tidak bisa disalahkan sepenuhnya...

ada andil orang tua,teman,keluarga, lingkungan dan tentu pemerintah...

smoga Allah mengampuni dosa kita, baik yang kita lakukan dengan sadar maupun karena kelalaian kita...

avatar

hmm dalem banget pembahasannya.Ayo wanita jgn menjadi rugi! Jagalah diri baik-baik

avatar

Membaca ini miris... mungkin bukan 1 atau 2 sakura... indah bersemi di musimnya tapi gugur lantak di waktunya... ada nilai2 yang mulai hambar dan seolah menjadi penobatan diri... Alloh menciptakan manusia untuk mulia bukan untuk tercela... wahai sakura jangan menyerah, karena musim akan selalu berganti...

avatar

Harusnya setiap anak yg pacaran mbaca ini. Bang Syaiha nulisnya ngalir, nggak menggurui.

avatar

Semoga saja banyak perempuan yang sadar..

avatar

Iya, semoga saja ke depan bisa menurun kasus2 seperti ini..

avatar

Aamiin..
Semoga kita terlindungi dari hal demikian..

avatar

Yup, jangan mau dirugikan..

avatar

Iya, musim akan berganti.. Yang penting bertaubat dan berjanji tidak akan mengulangi..

avatar

Terimakasih sudah mampir, mbak..

Selamat pagi..

avatar

@bang saiha
mau nanya ni...
klo cowok yg pernah gituan sma pacarnya..apa itu membawa petanda bahawa sicowok gak seriusan sama sicewek..walaupun sdh ngejalanin hubungan yg agak lama...
sekedar nanya aja sihh..gimana klo pendapat bang saiha...tp yg ngebaca komen aku ini juga..bisa ngasi pendapat juga...


EmoticonEmoticon