Like Fanpage Bang Syaiha

Menikahlah Karena Kalian Memang Sudah Yakin!

By Bang Syaiha | Tuesday, 1 March 2016 | Kategori:

Menikahlah Karena Kalian Memang Sudah Yakin ,Bang Syaiha, Kisah Inspiratif, One Day One Post, Menulis Setiap Hari, Blogger Aktif, Penderita Polio, Trainer, Guru Blogger, bangsyaiha.com
Menikahlah Karena Kalian Memang Sudah Yakin
Seorang teman di dunia maya mengirimi saya sebuah pesan singkat, katanya: “Bang Syaiha, saya seorang perempuan yang sudah dewasa. Sudah cukup usia untuk menikah tapi belum juga menemukan jodoh yang tepat. Nah, belakangan ini, ada seorang lelaki yang getol sekali menghubungi saya, mengajak saya menikah.”

Saya pelan-pelan membacanya, mencoba memahami.

“Saya bingung. Apakah saya harus menerima pinangan dia, atau menolaknya? Soalnya, saya tidak memiliki perasaan apapun padanya. Terlebih lagi saya tahu, bahwa lelaki itu memiliki kekurangan (maaf, saya tak sebutkan kekurangan si lelaki) dan saya tak bisa menerimanya.”

Saya memang sering menulis tentang perasaan lelaki dan perempuan, sering menulis tentang hubungan pernikahan, juga tak jarang tentang dilarangnya pacaran. Karena hal inilah, mungkin, teman saya ini menganggap saya adalah orang yang bisa dimintai pendapat.

Menanggapi pertanyaan itu, saya kemudian berpikir sejenak, mencari jawaban yang tepat. Hingga saya sampai pada sebuah kesimpulan sederhana. Keyakinan.

“Mbak..” saya membalas pesan singkatnya, “menurut saya, untuk menikah itu nggak melulu harus saling cinta mencintai. Banyak kok pasangan suami istri di luar sana yang menjalani biduk rumah tangga mereka tidak diawali dengan cinta. Tapi mereka bahagia, beranak pinak, dan sejahtera. Hidup mereka diliputi keberkahan. Mengapa bisa demikian? Karena cinta itu bisa tumbuh subur justru setelah menikah.”

“Yang kedua, di dunia ini nggak ada yang sempurna, semua punya kekurangan. Dan kalau mbak mencari pasangan yang sempurna, kaya raya, ganteng, sholeh luar biasa, dan keturunan baik-baik, saya takutnya malah mbak tidak akan menemukan." 

"Dan lagi, maaf, jika pun ada, apakah lelaki itu akan memilih mbak? Belum tentu. Jadi, inti pernikahan itu adalah penerimaan. Bersyukur atas kelebihan yang ada di pasangan kita, dan bersabar menerima kekurangannya. Sabar dalam artian terus berbenah menjadi lebih baik, sekuat tenaga meminimalisir kekurangan itu.”

“Dan yang terakhir, apakah mbak harus menerima atau menolaknya? Tentu, semua keputusan ada di tangan mbak. Pernikahan adalah sebuah momen sakral yang terjadi sekali seumur hidup. Maka jangan gegabah memutuskannya. Pikirkan matang-matang, baik dan buruknya, dan lain-lain.”

“Menikah adalah tentang keyakinan sadar tanpa paksaan, bahwa mbak yakin mampu menghabiskan sisa hidup mbak bersama lelaki yang mbak pilih. Menikah adalah tentang keyakinan sadar tanpa paksaan, bahwa mbak pasti berbahagia jika menerima pinangannya. Menikah adalah tentang keyakinan sadar, tanpa paksaan, bahwa mbak dan calon suami pasti mampu membina bahtera rumah tangga yang tak melulu suka, ada duka juga disana. Menikah adalah tentang keyakinan.”

“Jadi, kalau mbak yakin, ya terima saja. Tapi kalau tidak yakin, ya ditolak saja. Dan untuk menemukan keyakinan itu, shalat istikharah lah mbak. Hanya Allah yang maha mengetahui baik dan buruknya urusan kita.”

Demikian. 

13 komentar

avatar

Setuju Bang. Pengalaman kemarin juga ada beberapa yg melamar lewat orang tua langsung. Itu juga saya gak kenal orangnya tapi orang tua menolak karena saya memang masih kuliah dan orang tua juga tahu saya masih ingin mewujudkan cita2.

Ya begitulah.

avatar

Setuju Bang. Pengalaman kemarin juga ada beberapa yg melamar lewat orang tua langsung. Itu juga saya gak kenal orangnya tapi orang tua menolak karena saya memang masih kuliah dan orang tua juga tahu saya masih ingin mewujudkan cita2.

Ya begitulah.

avatar

Yupz, kuliah aja dulu.. hehe
Nanti akan datang yang lebih baik..

avatar

Yupz, kuliah aja dulu.. hehe
Nanti akan datang yang lebih baik..

avatar

malah berkeluarga sambil kuliah tuh asyik kayaknya betul enggak bang?? heheh

avatar

Indahnya..
Bila menikah diniatkan untuk meraih ridlo-Nya, insya Allah cinta akan tumbuh subur setelah menikah.
Dan menikah tanpa niat itu, seberapa pun besarnya rasa cinta, bisa hilang musnah tak bersisa seiring berjalannya waktu.
#merenung

avatar

Aku pernah baca, kurang lebih gini, memang bahagia bila dapat menikah dengan yg dicintai. Tetapk lebih utama mencintai orang yg dinikahi. Hoho

avatar

Bisa benar bisa salah.. Hehe

avatar

Bener.. Yg penting diniatkan karena ingin ridho Allah..


EmoticonEmoticon