Like Fanpage Bang Syaiha

Sudahlah, Berangkat Saja!

By Bang Syaiha | Friday, 11 March 2016 | Kategori:

Sudahlah berangkat saja, Jangan malas, Bang Syaiha, Kisah Inspiratif, One Day One Post, Menulis Setiap Hari, Blogger Aktif, Penderita Polio, Trainer, Guru Blogger, bangsyaiha.com
Sudahlah berangkat saja, Jangan malas
Kemarin sore, sebenarnya saya sudah malas berangkat ke gym untuk latihan fisik. Penyebabnya: satu, saya lelah karena kebetulan kemarin mengajar dari pagi hingga sore. Dua, langit mendadak mendung setelah sebelumnya panas menyengat.

Maka menjelang berangkat olah raga itu, hati saya berbisik, lembut sekali, “Sudah, besok-besok saja latihannya. Bukankah hari ini melelahkan? Dan lagi, lihat, langit gelap sekarang. Bagaimana nanti jika hujan deras turun? Susah pulangnya, bukan?”

Saya hampir saja mengamini bisikan itu. Hendak diam di rumah dan tiduran. Apalagi ketika istri saya juga mengirimi saya pesan singkat, “Abi jadi olah raga? Agak mendung loh?”

Sesimpel itulah pesan darinya. Tapi tentu kalian tahu, bukan? Bahwa perempuan, penuh dengan misteri dan kode-kode rahasia yang kadang susah dipecahkan (yang ini lebay!).

Jika kalian bepergian ke pusat perbelanjaan dan istri kalian bilang, “Baju itu kayaknya bagus, deh.” Itu maksudnya, ia minta dibelikan. Bukan sekedar perkataan kosong. Maka lebih peka lah sedikit.

Atau, ketika lewat di tempat makan dan dia bilang, “Itu rumah makan baru ya? Ramai sekali yang makan disana,” itu maksudnya, boleh jadi adalah, dia ingin sesekali diajak kesana. Ingin mencicipi makanan yang disajikan.

Bisa juga, ketika malam hari ia mengeluh, “Ayah, kaki aku pegal nih. Tadi soalnya jalan ke warung sana. Jauh. Belum lagi belanjaan yang dibawa berat.” Itu artinya, dia minta dibelikan motor agar bisa melakukan aktivitasnya lebih mudah. Atau, mungkin itu kode bahwa ia minta dipijit kakinya. Biar agak mendingan.

Dan ketika istri saya mengirimi pesan singkat seperti di atas, “Abi jadi olah raga? Agak mendung loh?” maka maksudnya adalah, kira-kira, “Abi besok-besok saja olah raganya. Mau hujan.”

Lihat, godaan untuk jadi berangkat ke gym semakin berat. Saya, sekali lagi, hampir saja tidak jadi pergi dan memilih bermalas-malasan di rumah saja.

Nah, di saat itulah, ketika bisikan dan rayuan seperti bergelayut di hati saya, teman yang biasa mengantarkan saya ke gym bilang, “Bang Syaiha, hari ini jadi fitness kan? Sekalian bareng sama saya saja, kebetulan saya mau keluar dan lewat sana.”

Maka dengan tekad yang setengah-setengah, saya pergi juga. Ingat akan sebuah ayat dalam Al Quran, “..Berangkatlah kamu dalam keadaan ringan dan berat...

Beruntungnya, sesampainya saya di gym, suasana ramai. Penuh gelak tawa dan riang. Sehingga semangat saya yang awalnya nyaris hilang, sedikit demi sedikit naik dan singkatnya saya berolah raga, mengangkat beban hingga nyaris dua jam. Saya berkeringat dan yakin bahwa kalori yang terbakar juga pasti banyak.

Ketika latihan, saya amat senang karena teman-teman yang datang benar-benar enak diajak mengobrol banyak hal. Mulai dari tentang perkuliahan mereka –kebetulan banyak mahasiswa yang jadi member disana, tentang gerakan yang salah ketika mengangkat beban, hingga saling mengusuli kawan lain yang sedang berkonsentrasi olah raga.

Kejadian seperti ini, berangkat malas-malasan tapi kemudian pulang dan mendapatkan hal berkesan, sering saya alami.

Dulu, ketika masih mengabdi di pedalaman Kalimantan, saya malas sekali ngaji pekanan di kota kabupaten yang jaraknya jauh. Untuk kesana, saya harus menyeberangi sungai, mendaki gunung, dan melewati lembah. Belum lagi dengan kenyataan jalanan yang hanya setapak dan becek bukan main jika hujan. Maka seharusnya, lengkap sudah alasan saya untuk tidak datang, bukan?

Tapi beberapa kali, ketika sedang malas sekali pergi dan saya paksakan, justru saya mendapatkan banyak pelajaran berharga. Seperti tentang kebersamaan, ilmu baru yang bermanfaat, dan kesenangan. Ada rasa puas tersendiri yang tiba-tiba menyembul begitu saja di dada saya.

Di lain waktu, pernah saya diundang ke sebuah pelatihan gratis. Malangnya hari itu hujan dan saya malas bergerak dari kamar. Beruntungnya, panitia mengirimi pesan singkat dan meminta datang. Maka jadilah saya berangkat.

Saya berjalan dengan langkah gontai, persis seperti kesatria yang baru saja kalah perang. Tapi, toh saya tetap sampai di tempat tujuan dan duduk di salah satu kursi yang telah disediakan.

Nah, entahlah karena pematerinya yang menarik atau apa, sekali lagi, saya mendapatkan banyak kesan berarti dari pertemuan itu. Saya mengikuti semua kegiatan dengan baik, memperhatikan apa yang disampaikan secara antusias. Padahal, sebelumnya, saya berangkat saja seperti mainan yang sudah hampir mati. Luar biasanya, saya pulang dengan semangat yang hidup kembali.

Teman-teman sekalian, apa yang ingin saya sampaikan melalui tulisan ini?

Pertama, sepertinya sudah menjadi hal yang lumrah, bahwa dalam menjalankan kebaikan –entah itu pengajian, seminar gratis, atau olah raga­– banyak sekali godaannya. Musuh tidak kasat mata kita, setan, pasti membisiki banyak rayuan dan kita hampir saja tergoda jika tidak teguh iman dan keinginan.

Mau kuliah, sakit sedikit, gerimis roamntis, dan dingin, kita ringan sekali bilang, “Gue kayaknya nggak masuk hari ini. Lagi nggak enak badan. Lagian juga hujan. Gue mau istirahat dulu deh.”

Sudah bertekad ingin menulis setiap hari demi kualitas diri, tapi pekerjaan banyak dan kayaknya kita sibuk sekali. Dirayu oleh kemalasan begini, “Sudah, besok saja menulisnya. Bukankah kamu lelah sekali? Lebih baik istirahat, nonton televisi, atau mendengarkan musik saja.”

Habis berjam-jam. Terbuang percuma.

Setiap kali hendak melakukan kebaikan, kita pasti digoda untuk tidak mengerjakan. Beragam alasan muncul, mulai dari yang paling serius sampai yang paling mengada-ngada dan konyol.

Kedua, lalu bagaimana kita mengatasi semuanya? Kalau dalam kasus saya di atas, saya melawannya dengan berangkat saja! Lakukan saja!

Lagi malas kuliah karena cuaca sepertinya mendung sekali. Maka berangkat saja. Ambil payung dan mulailah mengayunkan langkah pertama. Lagi malas menulis karena kelelahan, maka segera ambil laptop dan buka. Hidupkan dan mulailah mengetik. Kita harus melatih diri sendiri agar disiplin.

Sedang tidak ingin menghadiri seminar di kampus, maka segera beranjak. Jangan diam. Ikut kesana dan dengarkan materi yang disampaikan.

Saya yakin, jika hal ini yang dilakukan, maka kalian pasti akan mendapatkan banyak hal baru. Banyak ilmu dan juga, boleh jadi, teman baru. Barangkali juga, ada kisah dan pengalaman yang menarik dan memberikan banyak pelajaran penting dalam kehidupan.

Begitulah.. Jadi intinya, ketika godaan jelek datang, lawan saja dengan langsung bergerak dan berangkat.


Demikian. 

20 komentar

avatar

Iya sih. Kadang memang berat sekali mau melangkah dan memulai sesuat. Aaahh...jadi semangat. Semangaaaat...!!!

avatar

Hehe, jika ada godaan buat tidak belajar harus dilawan ya?

Masalahnya saya lebih semangat nulis daripada belajar.

Ayo Bang, pecahkan kode saya. Bang Syaiha kan ahli memecahkan kode perempuan.

avatar

semangat..selallu..Bang..

avatar

semangat..selallu..Bang..

avatar

Bener banget, bang..jalan menuju kebaikan memang penuh duri..hehehe..

avatar

penyakit banyak alasan karena kondisi yg memaksa. harus dilawan dengan lakukan saja, jalan saja...

hasilnya dibelakang yg penting jalan saja, insyaAllah kalau itu kebaikan hasilnya pun akan baiak...


itu ksimpulan yg sy dapat bang,...


smoga makin bisa disiplin menulis, kalau lg sibuk yah tulis saja, kalau lagi miskin idw yah tulis saja...

pesan paling dalem.

belajr mendisiplinkan diri....

tulisannya brisi, MasyaAllah dah...

avatar
This comment has been removed by the author.
avatar

Mari kita bentuk komunitas #GerakanTanpaMalas hehe...

avatar

bukankah lelah didunia ini tak seberapa jika dibanding nikmatnya hidup diakhirat sana? jadi istirahatnya ditunda yaa... ;-)
#menyemangati hari


bang syaiha blom pernah ninggal jejak di gubuk,,
sakifah88.blogspot.co.id

ayo semangat bang :-D

avatar

Nanti insya Allah saya kunjungi yaa.. hehehe
Terimakasih sudah mampir..

avatar

Kalau gitu, nulisnya tentang pelajaran aja, Drey.. hehe

avatar

Salah satu tujuan ODOP adalah itu, mendisiplinkan diri.. Sisanya hanya bonus..

avatar

Berasa ada yang tersirat secara halussss... ayoo yg 'ngodop' semangat lagi..

avatar

Nyess.. Anloginya keren abiss

avatar

wahh..dapat suntikan semangat dari sini^^

avatar

tadi sempat ada yang berbisik, "sudaaah, gak usah dibaca, ngantuk kaaan..."
tapi link sudah dibuka, dengan tekad kuat berkata pada diri sendiri, "sudahlah, baca saja!"
haha... akhirnya membaca dan jadi semangat deh!

avatar

wahh, bener bgt..sering kejadian nih pas mau kuliah mendung , tapi ngalahin males memang harus langsung action bang


EmoticonEmoticon