Like Fanpage Bang Syaiha

Tips dan Trik Menerbitkan Buku di Penerbit Indie!

By Bang Syaiha | Monday, 7 March 2016 | Kategori:

Tips dan Trik Menerbitkan Buku di Penerbit Indie, Menerbitkan buku sendiri, self publishing, Bang Syaiha, Kisah Inspiratif, One Day One Post, Menulis Setiap Hari, Blogger Aktif, Penderita Polio, Trainer, Guru Blogger, bangsyaiha.com
Tips dan Trik Menerbitkan Buku di Penerbit Indie
Kalau tidak salah, saya pernah berjanji akan membuat tulisan tentang: Kata siapa menerbitkan buku secara indie tidak bisa sukses? Janji itu ada di tulisan seluk beluk penerbitan indie: bagaimana memilih penerbitan indie yang berkualitas.

Sebelum lebih lanjut, saya bahas dulu, penerbitan indie itu apa sih?

Begini, penerbitan indie ini adalah penerbitan yang menyediakan jasa mencetak buku tanpa seleksi ketat, tanpa berlama-lama. Asal punya naskah dan uang, maka buku kita bisa jadi. Bayar sejumlah rupiah dan tunggu saja, sebulan dua bulan lagi, buku ada dan kita senang.

Sebagian penerbitan indie juga menyediakan ISBN, jasa editing, desain cover, lay out, dan sebagainya. Semakin banyak jasa yang digunakan, tentu saja akan berbanding lurus dengan uang yang akan dikeluarkan. 

Penerbitan seperti ini dibagi lagi menjadi dua bagian. Pertama adalah penerbitan yang menggunakan sistem Print on Demand (POD). Maksudnya adalah, penerbit hanya akan mencetak buku kita lagi jika dan hanya jika ada yang memesan. Jika tidak ada yang memesan ya berhenti.

Dengan sistem demikian, maka penerbit dan juga penulis tidak membutuhkan uang yang begitu banyak. Penulis, biasanya hanya mengeluarkan uang untuk satu eksemplar saja. Jika ada yang memesan, barulah penerbit akan mencetak lagi. 

Sistem ini, kata teman saya membutuhkan waktu lama. Jadi misalnya nih ya, ada teman yang mau beli buku karya kita, maka perlu waktu tunggu sampai buku selesai dicetak. Bisa seminggu dua minggu. Kan jadi tidak enak sama pembeli yang sudah menunggu. 

Jenis yang kedua adalah, penerbit yang mencetak dengan jumlah minimal. Tidak satu eksemplar. Penerbit semacam ini hanya melayani pencetakan buku kita jika dan hanya jika dicetak sekian eksemplar. Tidak bisa kurang, kalau lebih boleh.

Jenis kedua ini, jelas akan membutuhkan money yang lebih banyak dibandingkan jenis pertama. Tapi beruntungnya, jenis ini biasanya menghasilkan kualitas buku yang kurang lebih sama dengan buku-buku yang ada di toko ternama. Dan kabar baiknya lagi, jika kita mencetak dalam jumlah banyak, harga yang ditawarkan juga bisa sangat miring. Murah sekali.

Novel Sepotong Diam misalnya, pernah akan dicetak 1000 eksemplar dengan modal hanya 17 juta. Artinya, per bukunya hanya butuh modal 17 ribu. Padahal, di pasaran, buku Sepotong Diam itu dijual dengan harga 63 ribu loh! Bayangkan, berapa keuntungan yang akan saya dapatkan jika 1000 buku itu habis semua.

Modal awal yang hanya 17 juta, akan menjadi 63 juta jika laku dan ludes seketika.

Hanya saja, ketika itu, saya tidak punya uang 17 juta dan Sepotong Diam tidak jadi dicetak sebanyak itu. Saya cetak 300 buku, habis dalam dua minggu. Kemudian, saya cetak lagi 200 buku dan sekarang sudah tinggal 15 eksemplar saja. Alhamdulillah..

Oke, saya rasa teman-teman sudah mulai mengerti toh apa itu penerbitan indie? Jika sudah, sekarang kita akan mulai bahas, bisakah berhasil melalui penerbitan indie?

Jawaban simpelnya, tentu saja bisa. Sangat bisa. Asal beberapa hal di bawah ini diperhatikan.

Pertama, sebelum mengambil jalan ini, pastikan penerbitan indie yang teman-teman pilih adalah yang terbaik. Jangan asal-asalan memilih penerbit. Mengenai hal ini, saya sudah bahas DISINI

Kedua, dalam banyak hal, keberhasilan sebuah produk (termasuk buku), terletak dari marketing yang dilakukan penulis dan penerbit. Keduanya harus saling bantu membantu, saling mendukung memasarkan buku itu. Apalagi jika kita mengambil jalan penerbitan indie.

Mereka (penerbit indie) sih memang bilang bakal bantu memasarkan di media sosialnya, tapi lihat saja, lah wong liker dan followers nya saja tidak ramai. Bagaimana mungkin akan membantu banyak? Jangan terlalu berharap.

Makanya, sebagai penulis, kita sangat menentukan keberhasilan penjualan buku kita sendiri jika diterbitkan di penerbit indie. Bahkan penerbit mayor sekalipun, kalau kita pendatang baru dan tidak ikut berkoar-koar, akan kecil sekali kemungkinannya buku kita akan habis di pasar.

Intinya mah, kita sebagai penulis juga harus bekerja keras dan cerdas. 

Ketiga, buat siapa saja yang ingin menjadi penulis, maka mulailah melakukan ini: menulis setiap hari dan menyebarkan tulisan itu ke sebanyak-banyaknya orang. Mengapa ini penting? Agar orang-orang di luar sana mengenal kita dan percaya bahwa kita adalah penulis. 

Nanti, pada titik tertentu, ketika kita sudah menulis setiap hari dan membagikannya, kita mendapatkan dua keuntungan sekaligus. Satu, tulisan kita semakin baik dan enak dinikmati. Dua, orang-orang tidak akan kaget jika kemudian kita menerbitkan sebuah buku. Bahkan, boleh jadi mereka malah mencari dan hendak membelinya.

Mereka sudah percaya ke kita dan yakin bahwa tulisan kita di buku itu pasti menarik. Karena itulah mereka akhirnya membeli dengan senang hati. Nah, langkah ini, orang-orang sering menyebutnya dengan personal branding

Yang jadi pertanyaan berikutnya adalah, dimana kita harus menulis?

Di jaman yang serba canggih seperti sekarang, ketika dunia maya sudah ada di genggaman, maka saran saya adalah menulis disana. Teman-teman bisa menulis di blog, seperti yang dilakukan Hoeda Manis. Ia menulis di blog sejak enam tahun lalu dan sekarang, buku-bukunya selalu habis dan susah dicari.

Mengapa bisa demikian? Karena Hoeda Manis aktif ngeblog dan tulisannya disukai oleh banyak pembaca. Saking banyaknya orang yang datang ke blognya, ia bahkan sudah menerima ribuan email yang bertanya tentang banyak hal. Silakan baca tulisan itu DISINI.

Selain di blog, teman-teman juga bisa menulis di fanpage facebook seperti yang dilakukan Tere Liye. Ia aktif sekali disana. Statusnya bahkan selalu disukai dan disebarkan oleh ribuan penggemarnya. Terakhir, jumlah likernya menyentuh 1,3 juta orang.

Jika fanpage itu adalah sebuah tempat dan disana berkumpul 1,3 juta orang, bukankah itu pasar yang menggiurkan?

Selain dua contoh di atas, ada juga nama-nama seperti Raditya Dika dengan twitternya, Pahd Pahdepie dengan fanpage dan website inspirasi dot co nya, dan masih banyak nama-nama lain.

Menuju kesana, tentu saja berat dan penuh perjuangan. Tapi kita bisa pelan-pelan melakukannya dengan menulis setiap hari di blog dan membagikannya kepada sebanyak-banyaknya orang. Semakin cepat mengambil tindakan, maka semoga semakin cepat juga sampai tujuan.

Nah, teman-teman, setidaknya tiga hal ini bisa mengantarkan kita berhasil dalam penerbitan indie: memilih penerbitan yang tepat dan berkualitas; melakukan marketing yang benar; dan personal branding yang kuat.

Demikian. 

19 komentar

avatar

Pengetahuan baru nih. Makasih, bang...

avatar

Wahhh keren makasih tipsnya Bang sangat membantu. Bener nih yg pnting kita banyak nongol dulu di berbagai media sosial dan jika kita menerbitkan buku sudah banyak yg mengenal siapa kita.

avatar

Wahhh keren makasih tipsnya Bang sangat membantu. Bener nih yg pnting kita banyak nongol dulu di berbagai media sosial dan jika kita menerbitkan buku sudah banyak yg mengenal siapa kita.

avatar

Mksh y bang syaiha atas informasinya

avatar

Syukron jazilan bang
Jempol.

avatar

nambah ilmu..makasih bang..oh ya, novel dah sampe tadi..makasih

avatar

nambah ilmu..makasih bang..oh ya, novel dah sampe tadi..makasih

avatar

Marketing yang benar plus personal branding.. oke dicatat bang.. makasih bang..^_^

avatar

Sip bang Syaiha tips-tipsnya... ^_^

avatar

terimakasih sudah berbagi dapet ilmu bau hehehe salam dari www.dapurtips.com

avatar

Sama-sama, Uni..
Semoga kita bisa menjadi penulis nanti.. Aammiin..

avatar

Iya, itu namanya personal branding.. Biar orang lain kenal dan memudahkan kita marketing nanti..

avatar

Terimakasih kembali karena telah berkunjung..

avatar

Terimakasih kembali karena telah berkunjung..

avatar

Semoga novelnya bermanfaat...

avatar

Iya, mbak.. keduanya harus dilakukan dengan benar..

avatar

Terimakasih sudah mampir..

avatar

Terimakasih sudah berkunjung...


EmoticonEmoticon