Like Fanpage Bang Syaiha

Hati-Hati Kalau Nulis Mimpi!

By Bang Syaiha | Saturday, 2 April 2016 | Kategori: |

Hati-Hati Kalau Nulis Mimpi, Bang Syaiha, Kisah Inspiratif, One Day One Post, Menulis Setiap Hari, Blogger Aktif, Penderita Polio, Trainer, Guru Blogger, bangsyaiha.com
Hati-Hati Kalau Nulis Mimpi
Sejak SMA, saya sudah tinggal sendiri. terpisah jauh dari orang tua. Mereka di kampung, sedangkan saya ada di kota Bengkulu. Delapan jam perjalanan dari rumah. Semua ini saya lakukan, tidak lain adalah demi masa depan. Merantaulah, maka kau akan menemukan hal-hal baru, pengalaman menarik, dan pelajaran hidup yang baik.

Saya ingat betul, kamar kontrakan saya adalah ruangan persegi yang tidak luas. Bahkan baru diisi kasur dan meja belajar saja sudah pengap. Baju saya letakkan di kardus yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa menjadi lebih baik.

Di dinding sebelah timur, tempat pandangan saya menatap ketika tidur, saya penuhi dengan poster bola. Hampir semuanya pemain AC Milan. Mulai dari Kaka, Shevchenko, Pirlo, Nesta, dan masih banyak lagi.

Mengapa saya lakukan demikian? Pertama, karena saya memang menyukai klub ini, AC Milan. Kedua, karena dinding kamar saya jelek. Semennya mudah berguguran seperti salju di akhir tahun. Juga karena cat disana yang kusam. Daripada tidak enak dipandang, bukankah lebih baik saya tempeli beragam gambar?

Kamar saya itu, tidak pernah saya isi kecuali ketika malam hari saja. Karena dari pagi sampai sore, saya memilih di sekolah. Pulang jam dua, tapi saya menetap di mushalla. Mengapa? Karena kamar itu tidak ada langit-langitnya dan atapnya seng. Sehingga jika siang, panasnya na’udzubillah. Kayak di tepi jurang api neraka (ini lebay).

Singkatnya, kamar kontrakan saya ketika SMA tidak ada bagus-bagusnya sama sekali. Benar-benar sangat sederhana. Tapi karena tidak ada biaya lebih dari orang tua, maka hanya disanalah saya selama tiga tahun menempuh pendidikan ketika SMA.

Kamar sederhana itu menjadi tempat saya melepas lelah, menanamkan mimpi-mimpi dan harapan.

Saya ingat, ketika kelas XI SMA, kelas dua, saya iseng menuliskan beberapa mimpi di selembar kertas dan menempelkannya tepat di depan meja belajar. Sehingga kertas itu selalu saya lihat setiap kali mengulang pelajaran dan membaca buku.

Bukan!

Saya melakukan hal itu semua bukan karena habis mengikuti pelatihan motivasi! Bukan! Nggak tahu kenapa, hari itu saya memang iseng saja menuliskan beberapa mimpi yang sampai sekarang saya bahkan masih mengingatnya.

Di kertas itu, yang paling atas adalah, “Menikah di tanggal 3 April 2014!”

Amboi. Nggak salah kan ya, anak kelas dua SMA menuliskan mimpi demikian? Saya sadar. Menghitung dengan cermat dan menganggap bahwa pada tanggal itu saya sudah matang dan mampu menanggung beban. Maka saya tuliskan demikian.

“Menikah di tanggal 3 April 2014!”

Silakan lihat, tanggal itu adalah hari kamis. Bukan akhir pekan. Tapi sekali lagi, saya benar-benar menginginkan momen sakral akad nikah itu saya ucapkan di hari itu.

Ketika menuliskannya, saya lupa dapat ide darimana. Yang saya ingat adalah, tanggal itu hari jadi saya yang ke-28 tahun. Dan di hari spesial itu, saya pun ingin sekali mendapatkan kado istimewa dari Allah, seorang bidadari, istri saya kelak. Begitu.

Buset, anak kelas dua SMA saja sudah kepikiran sedemikian romantisnya, kan? Kenapa nih saya? Kayaknya sih ya, karena saya doyan banget nonton film Meteor Garden! Serial ini saya ikuti dari awal hingga akhir. Keren dan manis sekali.

Balik ke mimpi saya itu ya. Jadi ceritanya, kertas itu saya lihat terus setiap malam. Saya berdoa, berharap kepada Allah, semoga dikabulkan.

Ajaib memang. Salah satu mimpi saya untuk menjadi pemenang pada olimpiade kimia tingkat propinsi berhasil dicapai. Itu prestasi yang luar biasa bagi saya yang hanya anak desa. Dan kalian tahu, saking senangnya, almarhum bapak saja sampai mengadakan syukuran, memotong kambing dua!

Sedangkan mimpi yang ingin menikah di tanggal 3 April 2014, tentu masih lama terwujud. Dan malangnya, saya melupakan itu semua. Saya kuliah, sibuk sekali. Ikut kajian di beberapa tempat dan ketika tahu bahwa pacaran tidak boleh, maka saya memutuskan untuk menikah segera. Tidak ingin berlama-lama. Apalagi sampai menunggu usia 28 tahun.

Mana tahan!

Umur 24 tahun, saya kesana kemari mencari jodoh. Buat biodata untuk ta’aruf selengkap mungkin. Semua saya jelaskan. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Saya serahkan biodata itu kepada seorang ‘alim dan memintanya untuk mencarikan seorang perempuan yang sudah siap menikah.

Setahun lewat, nggak ada hasil. Dua tahun kelar, masih nihil. Tiga tahun, sama saja. Empat tahun, saya sudah ditolak berkali-kali. Silakan lihat ceritanya DISINI.

Hingga ketika saya sudah hampir menyerah dan pasrah saja, Allah justru mempertemukan saya dengan seorang perempuan mungil dan manis sekali. Namanya Ella Nurhayati.

Kenal sudah beberapa bulan. Nggak pernah saling sapa, nggak pernah bercengkerama. Hingga di tanggal 24 November 2013, saya beranikan diri say hello. Coba-coba pendekatan. Bismillah.

“Mbak salam kenal..” mungkin begitu yang saya katakan, atau, “Lagi ngapain, mbak?”, atau apalah. Saya lupa.

Beruntungnya, sapaan saya itu disambut baik dan pendeknya kami mengobrol beberapa hal di pesan singkat hingga satu minggu. Kami sudah dekat melalui interaksi itu ketika dia bilang, “Kayaknya interaksi kita nggak boleh begini, Mas. Maka lebih baik, mulai sekarang, jangan sms saya jika tidak begitu penting.”

Wah, nggak bisa nih! Begitu batin saya dulu. Udah satu minggu coba-coba pedekate malah minta jangan hubungi lagi. Ini kan berabe!

Nekat saja saya balas, “Kalau begitu, agar semuanya menjadi baik dan tidak berdosa, bagaimana kalau kita menikah saja?”

Malah dia balas, “Mas, serius?”

Saya jawab deh, “Yap, saya serius.”

“Baik, kalau begitu, saya akan sampaikan ke orang tua. Kami sekeluarga akan shalat istikharah. Mohon jangan sms saya sampai saya beri jawaban kepastian. Jangan terlalu berharap, karena kemungkinannya bisa iya, bisa tidak.”

“Baik!”

Itu adalah seminggu terlama dalam hidup saya. Menanti sebuah jawaban. Hingga ketika tepat tujuh hari berikutnya, saat saya sedang duduk di angkot hendak mengajar di sebuah lembaga bimbingan belajar, pesan singkat dari Ella datang.

“Mas, Alhamdulillah jawaban dari keluarga saya sudah ada!”

“Apa?”

“Silakan buka Al Quran, surah Al Isro’ ayat 72 dan 73!”

Langsung saya buka, saya baca artinya tapi tidak paham. “Maksudnya apa? Diterima atau ditolak?”

Diam sejenak, lengang. Saya tidak mendengar apapun dan hanya menatap layar ponsel nanar. Beberapa menit kemudian, kalimat itu datang, “Alhamdulillah, orang tua saya menerima. Silakan datang ke rumah dan bicarakan semuanya.”

“Tunggu,” saya membalas pesan itu, “Apakah kamu sudah yakin? Kita baru kenal seminggu, loh?”

“Bagi saya, kalau sudah istikharah dan jawabannya iya, maka insya Allah saya siap. Dan lagi, orang tua saya sudah ridho. Bukankah ridho Allah juga ada di ridho mereka?”

Amboi, manis sekali, bukan?

Itu terjadi di tanggal 1 Desember 2013. Semuanya sudah oke. Maka mulailah saya dan calon istri memikirkan banyak hal. Tanggal, konsep walimahan, dan sebagainya. Pernah kepikiran akan menikah di bulan Januari saja. Tapi tidak jadi karena kesibukan masing-masing dan persiapan masih minim.

Akhirnya, entah karena apa, orang tua calon istri saya yang mengusulkan, “Ya sudah, menikah di bulan April saja, tanggal 3!”

Saya kaget dan langsung diam. Dalam benak saya berujar, “Tanggal 3 April? Kok kayaknya tanggal ini nggak asing ya? Ada apa di tanggal 3 April?”

Benar, saya memang amnesia ketika menghadapi calon mertua. Ngeri. Bahkan tanggal lahir sendiri saja sampai lupa.

Dan kalian tahu teman-teman, saya akhirnya benar-benar menikah di tanggal itu, 3 April 2014! Sesuai mimpi saya ketika SMA dulu. Padahal, saya bahkan sudah melupakannya. Tapi Allah tidak, DIA maha ingat dan maha pengabul segala harap dan doa yang telah diucapkan.

Lalu, apa pesan yang ingin saya sampaikan?

Nggak tahu. Saya dari tadi cuma ngetik dan tanpa sadar sudah jadi sepanjang ini. Kalian boleh mengambil pelajaran apapun dari sini. Monggo beri komentar apa yang kalian dapatkan setelah membacanya. Jangan cuma “nice share, Bang,” atau “ceritanya bagus..” apalagi jika hanya bilang, “mantap, gan!”

Gan gan gan gundulmu!


Udah ah, terimakasih ya sudah membaca dan mari sama-sama tersenyum. 

22 komentar

avatar

Saya sudah menuliskan impian menikah di saat usia 20 tahun. Saya ingin menikah di usia 23thn tapi Allah ngasih bonus smpai Semarang blm ketemu. Yakin dan prcya Allah lagi menyiapkan kejutan di "waktu yang tepat dan terbaik"

avatar

Allohuakbar. Kuasa Allah ya bang
Kisahnya inspiratif sekali.
Saya mau bangun mimpi mimpi saya lagi

avatar

Saya pernah menuliskan tanggal 11 November... tapi belum jelas tahunnya sampai sekarang..

Terkadang, merasa pernah salah dalam berdo'a dan saya baru menyadarinya sekarang... belum menikah juga...


Tapi Alhamdulillaah saya masih menikmati kesendirian saya, mungkin inilah yang terbaik menurut Allah bagi saya saat ini... ^____^

avatar

Wah, sesuai yang dikatakan ibuku bang. Berdo'a saja terus, nanti kalau kita setengah lupa. Nah giliran Allah mengabulkan...

kalo aku nikahnya umur 21 atau 22 aja deh haha....

avatar

Merinding bacanya bang.
Dari dulu, sejak belum mengenal buku-buku motivasi atau seminar-seminar motivasi apa pun sy selalu percaya pada kekuatan doa. Dan hari ini, setelah baca postingan ini, sy akan mulai dan selalu percaya pada kekuatan mimpi.

Hemh.. Semoga... Desember tahun depan ( eh ini doa atau maksa? Hehe 😄 Aamiin kan saja ya pemirsa 😊)

avatar

hemmmm mikir tanggal yg bagus..

avatar

Bang pas baca tulisan "gan gan gan gundulmi!!" malah saya cekikikan haha *gagal fokus*

Kalau urusan jodoh antara umur 23-24 an, amiinn, moga2 pas wisuda S2 udah ada pendampingnya haha, padahal s1 aja belum kelar. Eh tapi pengennya S1 juga ada pendampingnya si... Lha mbuh bang pasrah aja lah, bingung juga kalau ngomongin jodoh.

Berhubung tulisan tembok kos belum ada tanggal nikahnya, nanti bakal saya tambahin tulisan itu kayak miliknya bang syaiha. Thank's for idea :)))

avatar

Masya Allah ... luar biasa

avatar

Bang Syaiha ternyata nakal!!! Hayoo... pedekatenya begitu... kalau saya yg dipedekatein kayak gitu mah udah ngacir duluan saya... hehe. Satu hal yang saya tangkap dari kepribadian BangSyaiha adalah kepedean!!! Hehehe.. tapi sifat inilah kadang yang menjadi pendorong ikhtiar kita asalkan dasar "kepedean" kita adalah Alloh semata. Saya juga pernah bermimpi menikah di usia 20 tahun dan alhamdulillaah terkabul... dengan modal "kepedean".. akan kubalas ceritamu dengan ceritaku... Awas ya kau BangSyaiha..!!! Berani2nya mencuri hati mba Ella...

avatar

Masya Allah .. Allah selalu mengabulkan doa yang pernah diucapkan. semakin yakin dengan hal itu. inspiratif sekali bang.

avatar

Baca ini saya kagumnya bukan sama Bang Syaiha..tapi lebih ke Mbak Ella. Muslimah cantik dan sholehah itu banyak..tapi berkarakter dan TEGAS spt mbak Ella..hmm, jarang juga ya...Keren! Like this, ElSya

avatar

QS.Al-Isro':72-73..di sini langsung berenti baca, penasaran.. ada apa memang?pas buka qur'an, mencoba menerawang maksudx.. tp gagal paham, kembali lanjutin bacanya, eh.. Bang Syaiha jg gk paham ternyata.. lol.

Btw.. ini cerita hebat, kekuatan do'a yg pernah diikrarkan berulang kali dgn keyakinan setebal baja. Mungkin kita sdh lupa, tp Allah sdh terlanjur mengijabahnya. Beberapa kali pernah mengalami hal yg sama, tp dgn konteks berbeda, saat kejadian sy baru sadar klo dulu pernah b'doa demikian.. Allahu akbar..
Yang penting sungguh2 klo do'a..😉

avatar

Cerita cari jodoh itu...
Halah, kenapa saya malah keringetan pas dirimu pengen omelet tapi nggak bisa bikin ya...?
Nggak penting. Sekarang kan udah ada yang mau bikinin...
Btw selamat milad ya De... Semoga barokah semua yang melekat pada dirimu. Ilmu, rizki, kesehatan, semua.
Selamat Ulang Tahun Pernikahan juga. Semoga selalu rukun, sakinah, mawaddah wa rahmah. Amiin. Salam untuk Jeng Ella sama Bang Alif ya...

Eh... Ada yang kurang... mantan Gan! :D

avatar

Kerennn bang, ah jadi ingat mimpi saya dulu.. mayan neh bahan buat tulisan entar :D

avatar

Duh salah ketik... Mantab Gan.... Maap...

avatar

kerennn bang syaiha , Saya Kagum dengan kekuatan DOA, Bismillah NIKAH Setelah LULUS KULIAH

Aamiin
heheh

avatar

Allahu Akbar...

Maha Besar Allah.... the best bang syaiha

avatar

merinding dan mberebes mili saya mbacanya bang..
SUbhanallah yaa...

avatar

Wahh wahh... pernah sih Bang berdoa tapi setelah sekian lama lupa tapi Allah mengabulkannya. Sungguh indah hadiah dari Allah.

avatar

Wahh wahh... pernah sih Bang berdoa tapi setelah sekian lama lupa tapi Allah mengabulkannya. Sungguh indah hadiah dari Allah.


EmoticonEmoticon