Like Fanpage Bang Syaiha

Imunisasi Saya Lengkap, Tapi Saya Kena Polio Juga!

By Bang Syaiha | Sunday, 17 April 2016 | Kategori:

Imunisasi Saya Lengkap Tapi Saya Kena Polio Juga, Imunisasi haram, Imunisasi atau tidak, Bang Syaiha, Polio, http://www.bangsyaiha.com/
Imunisasi Saya Lengkap Tapi Saya Kena Polio Juga
Kemarin malam, ada ibu-ibu yang mengirimi saya pesan singkat melalui fanpage. Katanya, “Bang Syaiha, mohon maaf sebelumnya. Ada yang ingin saya tanyakan. Begini, Bang, saya sedang galau apakah akan memberi imunisasi lengkap ke anak saya atau tidak.”

“Anak pertama saya kami beri imunisasi lengkap dan alhamdulillah sampai sekarang nggak ada masalah. Sehat-sehat semua. Tapi ketika ada info yang mengatakan bahwa imunisasi itu haram, maka anak kedua tidak saya beri imunisasi. Bagaimanapun, saya tentu tidak ingin ada benda haram masuk ke dalam tubuh anak saya. Masalahnya, anak kedua saya sekarang sering mengeluh capek setiap malam. Kakinya pegal-pegal.”

“Agak khawatir juga sih. Takut anak kedua saya kenapa-kenapa. Mohon doanya ya, Bang Syaiha. Semoga bukan masalah besar. Semoga memang hanya karena lelah saja.”

“Nah, kebetulan sekarang saya sedang mengandung anak ketiga. Saya masih bingung nih, apakah nanti anak ketiga ini harus diimunisasi atau tidak.”

Sampai pada titik itu, saya masih membaca pesan singkatnya pelan-pelan, mencoba mencerna apa yang sedang menjadi masalahnya.

“Yang ingin saya tanyakan, begini, Bang,” saya mulai serius mencermati, “kan Bang Syaiha ini (maaf), kakinya polio. Apakah dulu Bang Syaiha tidak diimunisasi lengkap? Lalu, bagaimana dengan anak Bang Syaiha sekarang, Alif, apakah diberi imunisasi? Terimakasih atas waktunya ya, Bang. Saya tunggu jawabannya.”

Baiklah, saya langsung jawab saja. Pertama, tentang apakah saya diimunisasi lengkap ketika kecil? Jawabannya adalah, iya! Dari empat bersaudara, saya adalah satu-satunya anak yang imunisasinya paling lengkap. Nggak ada satupun yang terlewat.

Almarhum bapak saya, ketika itu adalah lurah di kampung, sehingga ketika pemerintah mencanangkan program imunisasi, beliau menerapkannya dulu ke saya. Tujuannya? Agar semua warga kampung mau mengikuti apa yang bapak saya lakukan. Bapak saya adalah pemimpin, maka ia memberikan teladan kepada masyarakatnya.

Tapi malang, walau imunisasi saya paling lengkap di antara saudara-saudara yang lain, justru saya yang ditakdirkan tumbuh sebagai lelaki yang kaki kanannya jauh lebih kecil dibandingkan kaki kirinya. Jalan saya tak enak dilihat, tidak seperti kalian yang normal (Lihat video saya DISINI!)

Mengenai hal ini, bapak saya sampai marah-marah ke petugas kesehatan yang melakukan imunisasi ke saya. Tapi mereka bisa apa? Hanya berkata penuh penyesalan, “Maaf, Pak Lurah. Imunisasi ini kan sifatnya hanya mencegah. Artinya, walau sudah diberi imunisasi, bukan berarti peluang terkena virus polio menjadi nol persen. Tetap bisa saja.”

Alamak! Tentu kalian bisa membayangkan betapa murka dan marahnya bapak saya, bukan? Beliau adalah orang yang paling kencang berkoar-koar di kampungnya, bilang ke semua warga “Ayo, bawa anak-anak kalian ke puskesmas dan beri imunisasi selengkap-lengkapnya agar terhindar dari penyakit!”

Tapi justru saya, anaknya sendiri yang diimunisasi lengkap malah malang. Terserang virus polio. Dan hingga sekarang, ketika tulisan ini dibuat, kaki kanan saya lumpuh tidak bisa diapa-apakan.

Bapak saya dikhianati oleh program pemerintah. Kelak, ketika adik saya lahir (anak keempat bapak dan mamak saya), dia tidak lagi diberi imunisasi apapun. Sekarang, adik saya tumbuh sehat. Tinggi besar dan jarang sakit-sakitan. Dua kakak saya juga demikian. Jarang sakit dan sehat semua hingga sekarang, padahal nggak diimunisasi sama sekali.

Kesimpulannya, imunisasi atau tidak, bukan menjadi jaminan seorang bayi akan sehat-sehat terus. Ada Allah, Tuhan semesta alam yang lebih berkuasa. Dialah yang menentukan seorang anak manusia akan begini dan begitu. Kalau ada anak yang imunisasinya lengkap seperti saya lalu terkena polio, maka itu kehendak Allah.

Mudah saja bagi-Nya. Kalau Allah bilang, “Syaiha akan tumbuh dengan kaki kanan yang kecil. Ia akan terkena polio ketika usianya satu tahun!”

Maka walau benteng telah dibuat kuat dan tinggi-tinggi, saya akan terkena (polio) juga. Hanya Allah yang maha berkehendak. Jadi, gantungkan semua kejadian hanya kepada Allah. Imunisasi adalah ikhtiar pencegahan. Bukan jadi jaminan keselamatan.

Kedua, tentang apakah Alif sekarang diimunisasi? Jawabannya iya. Tapi sekarang baru hepatitis dan polio saja. Untuk urusan imunisasi, saya menyerahkan semuanya kepada istri saya. Walau benar, saya tetap menganjurkan untuk diimunisasi lengkap. Jaman sudah berubah dan ilmu pengetahuan berkembang. Maka melakukan imunisasi mudah-mudahan menjadi pencegah agar anak-anak kita terhindar dari segala penyakit dan mara bahaya.

“Tapi imunisasi kan katanya haram, Bang?”

“Siapa yang bilang haram?”

“Itu, ada berita-beritanya di dunia maya.”

“Kalau memang haram, masa pemerintah nggak mencegahnya, mbak?”

“Nggak tahu, Bang.”

Nah, mengenai hal ini (haram atau tidak), saya tidak punya jawaban yang memuaskan. Bagi saya, kalau ia sudah beredar di masyarakat (apalagi sampai ada pekan imunisasi nasional), maka pemerintah sudah memastikan semuanya. Dan jika ada yang tidak sesuai syariat Islam, maka merekalah yang akan menanggung dosa dan akibatnya kelak di akhirat.

Demikian. 

8 komentar

avatar

Ternyata novel sepotong diam beririsan dengan kisah Bang Syaiha. Saya lengkap imunisasi dan alhamdulilah Allah selalu memberikan nikmat sehat :)

avatar

Setuju bang!
Imunisasi tetap penting.

avatar

Saya jg ragu dg imunisasi.. Makanya,imunisasi anak saya bolong2.
Hehe
Thanks infonya bang..

avatar

Apapun itu apakah makanan, obat, vaksin kalau sudah beredar di masyarakat pasti sudah lolos sensor apakah itu BPOM ataupun MUI jika tidak pasti MUI sudah lama woro2 memfatwakan haram dengan berbagai dalil yang menguatkan.
Era Informasi dan kebebasan bersuara kadang justru membuat siapa saja berpeluang tersesat.
Ada baiknya dikroscek dulu dan gali banyak info sebelum mengikuti omongan orang.
Sebagai manusia kita wajib ihtiar setelahnya biarlah Allah yang menentukan.
Anak2 saya alhamdulillah keduanya imunisasi lengkap bahkan ada imunisasi lanjutan di sekolah dan mereka sehat2 saja

avatar

Sudah ada penjelasannya bang dari dr. Pimprim Basaro. Insyaallah... Kita manuia hany berikhtiar selebihnya kehendak Allah :)

avatar

terima kasih, Bang Syai. sedikit menjawab pertanyaan saya juga :)

avatar

Anak saya yang pertama dapat vaksin cacar, tetep kena cacar. Waktu sd seingat saya juga pernah kena vaksin cacar, setua gini juga akhirnya tetep ketularan saat merawat si kecil. Jujur saya pribadi setengah2 percayanya ma vaksin, jadi kalau harus ya di ikuti, tapi pas kelewat ya udah biarin aja.


EmoticonEmoticon