Like Fanpage Bang Syaiha

Inilah Cara Mudah Menghasilkan Tulisan yang Baik (2)

By Bang Syaiha | Wednesday, 20 April 2016 | Kategori:

Bagaimana caranya menghasilkan tulisan yang bagus, tips dan trik menulis, dunia kepenulisan, Bang Syaiha, http://www.bangsyaiha.com/
Bagaimana caranya menghasilkan tulisan yang bagus? Menulis setiap hari!
Tulisan ini adalah lanjutan dari bahasan sebelumnya. Maka agar pemahamannya lengkap, silakan baca postingan terdahulu DISINI.
___________________

"Jika kita menuliskan apa yang kita pikirkan saja setiap hari, lalu apa yang akan saya dapatkan, Bang Syaiha? Bukannya jadi buku, yang ada, nanti malah jadi buku catatan harian yang nggak layak untuk dijual!" 

Oke, baik. Saya memang meminta siapapun yang ingin menjadi penulis untuk disiplin menulis setiap hari. Apapun itu, setiap hari harus ada catatan yang bisa dibuat. Awal-awal, saya akan minta setengah halaman dulu. Nanti, ketika sudah satu dua bulan, saya akan minta satu halaman atau lebih. 

Pokoknya satu tulisan utuh!

Dan kalian benar, jika seperti ini yang diterapkan, tulisan itu memang menjadi campur aduk, nggak jelas apa yang dihasilkan dan tentu saja nggak bisa dijadikan buku. 

Tapi tenang. Nggak apa-apa. Jalanin saya dulu. 

Untuk bisa menjadi penulis, hal pertama yang harus dibiasakan adalah menulis setiap hari dan disiplin. Ini adalah pondasi awal yang ingin saya bangun kepada siapapun yang kabarnya ingin menjadi penulis. Saya ingin kalian, orang-orang yang konon berniat sekali bisa menerbitkan buku, untuk menulis setiap hari. Apapun. 

Pembiasaan ini bukan untuk segera menghasilkan buku, tapi untuk menanamkan kedisiplinan. Ibarat membangun sebuah rumah, saya baru meletakkan pondasinya saja. Maka bersabarlah dan teruslah menulis. 

Nanti, ketika kalian sudah disiplin menulis setiap hari, maka akan ada keuntungan yang bisa diraih: 

Pertama, kalian akan merasakan bahwa menulis sudah menjadi kebutuhan dan gaya hidup. Sehingga ketika sehari saja ditinggalkan tanpa sengaja, maka akan ada rasa bersalah. Saya yakin, beginilah seorang penulis seharusnya. Ia rajin dan tidak mungkin malas-malasan. 

Apalagi jika menulisnya hanya mengandalkan mood saja. Alamak! Kapan naskah kalian akan selesai jika begini? 

Keuntungan yang pertama ini, terbiasa dan disiplin menulis adalah manfaat paling besar saat kalian sudah menerapkan gerakan menulis setiap hari. 

Keuntungan kedua: kecepatan mengetik kalian di laptop akan semakin meningkat. Saya misalnya, ketika belum membiasakan diri menulis setiap hari, berat sekali rasanya menghasilkan satu halaman tulisan A4. Bisa satu jam lebih mungkin. Selain karena idenya nggak ada, kadang juga karena saya belum terbiasa mengetik. Jemari saya kaku dan kadang bingung mencari letak huruf tertentu ada dimana. 

Saking bingungya, teman saya pernah nyeletuk begini, "Kenapa, Bang Syaiha, hurufnya ada yang hilang?" 

Sebuah ejekan yang benar-benar nggak indah!

Sekarang, ketika saya sudah membiasakan diri menulis setiap hari, mudah saja menelurkan satu dua halaman setiap malam. Seperti tulisan-tulisan saya di blog ini, percaya atau tidak, saya selalu menuliskannya tidak lebih dari setengah jam. Biasanya hanya 15 - 20 menit saja. 

Nah, kecepatan mengetik ini adalah hal penting jika kalian ingin menjadi penulis produktif. Karena semakin cepat kalian menulis, maka semakin cepat pula karya mentah kalian tercipta. Nanti, tinggal diendapkan dan dibaca lagi. Edit sendiri lalu dikirim ke penerbit. 

Ketiga, selain kecepatan mengetik yang meningkat pesat, kebiasaan menulis setiap hari juga memberikan saya kemudahan dalam menghasilkan coretan ringan. Sekarang, mudah saja bagi saya menghasilkan tulisan-tulisan yang (kata orang) enak dibaca dan mengalir. 

Walau saya merasa masih banyak yang harus dibenahi, tapi pujian dari beberapa pembaca yang bilang tulisan saya renyah, menjadi suntikan semangat tersendiri. Apalagi, beberapa kali ada satu dua pembaca yang secara pribadi menghubungi saya ketika satu hari tertentu saya tidak menulis. 

Seperti waktu itu, ketika istri saya melahirkan dan harus menjalani operasi, saya tidak menulis dalam beberapa hari. Hingga kemudian, ada orang yang tidak pernah saya kenal menghubungi. Ia mengucapkan salam dan bertanya, "Beberapa hari ini kok Bang Syaiha nggak nulis di blog? Sehat, kan, Bang? Atau lagi ada masalah?" 

Amboi, senang sekali rasanya ada pembaca yang loyal. Yang setiap pagi, katanya selalu datang kemari dan membaca tulisan-tulisan terbaru saya tanpa diminta. Ia datang secara sukarela dan sesekali membagikan tulisan saya. Terimakasih. 

Keempat, keuntungan yang didapat setelah membiasakan diri menulis setiap hari (selain tiga hal di atas) adalah, saya semakin mudah menghasilkan sebuah buku. Ide di kepala selalu ada dan siap dituangkan kapan saja. Seperti sekarang misalnya, ketika saya menuliskan tulisan ini, naskah novel kedua saya sudah di meja editor sebuah penerbitan. 

Saya berdoa, semoga novel kedua saya bisa terbit segera dan bisa dinikmati orang banyak seperti novel pertama, Sepotong Diam

Di kepala saya, sudah ada konsep yang matang untuk naskah novel berikutnya. Tapi belum mulai saya tulis (masih dalam coretan ringan di binder), karena tesis saya harus segera dikelarkan. Saya ingin wisuda tahun ini dan setelah itu semua, doakan saja saya bisa lebih leluasa menulis buku dan diterbitkan. 

"Oke, Bang Syaiha, ternyata banyak sekali keuntungan menulis setiap hari, ya? Semoga saya bisa deh menerapkannya juga." 

Benar, cobalah praktikkan. Menulislah setiap hari dan tunggulah, bahwa nanti pasti akan ada keajaiban-keajaiban yang terjadi. 

Bersambung KESINI.

4 komentar

avatar

Semoga saya bisa membiasakan menulis setiap hari seperti bang Syaiha.. Atau bila sedang sibuk minimal 3 hari sekali atau seminggu sekali.. :)

avatar

saya menjawab tantangan ODOP untuk membuat satu tulisan bisa sampai 2 - 3 jam Bang ... hehehe
mencoba tipsnya Bang Syaiha ah.

avatar

udah dapet feelnya nih bang, RASANYA ada yang kurang kalau belum nulis setiap hari heheh semoga bisa terus istiqomah

avatar

Sedang membiasakan disiplin menulis setiap hari. Memang betul Bang...meskipun berat tapi rasanya ada perasaan bersalah kalau belum menulis.


EmoticonEmoticon