Like Fanpage Bang Syaiha

Inilah Cara Mudah Menghasilkan Tulisan yang Baik (3)

By Bang Syaiha | Thursday, 21 April 2016 | Kategori:

Cara mudah menghasilkan tulisan yang bagus dan enak dibaca, tips dan trik menulis, Bang Syaiha, http://www.bangsyaiha.com/

Ini adalah tulisan ketiga dari pembahasan-pembahasan sebelumnya. Maka untuk melengkapi pemahaman, silakan baca tulisan sebelumnya DISINI
_____________________

“Oke, Bang Syaiha. Jadi kalau ingin bisa menghasilkan tulisan yang bagus, kita harus menulis setiap hari, kan?”

Benar.

“Mengapa demikian, Bang? Coba beri tahu saya alasannya apa?”

Begini, menulis itu adalah sebuah keterampilan. Dan sudah darisononya, bahwa keterampilan hanya bisa diasah dengan berlatih sesering mungkin. Bukan karena bakat atau keturunan. Sekeren apapun bakatnya, kalau tidak dilatih sering-sering, maka hasilnya nol besar. Sebaliknya, jika bakat sedikit, tapi selalu menulis setiap hari, maka tidak menutup kemungkinan ia akan lebih unggul dibandingkan orang yang pertama.

Bagi saya, menulis itu sama seperti melukis, memasak, menyanyi, dan keterampilan lainnya. Apakah semua keterampilan itu bisa menjadi hebat jika hanya banyak belajar dan membaca buku saja?

Ya Tuhan, tentu saja tidak!

Misal, kalian ingin bisa memasak makanan lezat di rumah. Ingin bisa memberikan hidangan terbaik untuk orang tua atau pasangan. Lalu sibuklah kalian ke toko buku dan membeli semua buku tentang resep dan pengetahuan tentang bagaimana cara memasak yang benar.

Kalian benar-benar seperti kesetanan, melahap semua bacaan yang ada tentang tata boga hingga tuntas. Tapi kalian lupa satu hal, kalian tidak segera memasak dan mempraktikkan apa yang sudah dipelajari.

Di benak kalian, mungkin berkata, “Nanti deh masaknya, nunggu ahli dulu di bidang ini. Mau baca-baca buku dulu dan baru kemudian akan mencobanya kelak (entah kapan!)”

Jika seperti ini yang dilakukan, apakah kalian akan menjadi koki yang handal? Yang kalau sedang memasak cekatannya bukan main, hebat luar biasa? Tentu saja tidak! Kalian memang berilmu, tapi ketika diminta mencoba membuat sepiring makanan enak, kalian mungkin kaku dan tidak fleksibel.

Melukis juga demikian. Ketika ada orang yang ingin bisa menghasilkan sebuah gambar indah dan menawan, apakah hanya cukup membaca buku tentang teknik-teknik melukis dan tetek bengeknya?

Amboi, tentu saja tidak, bukan? Semua jenis keterampilan, termasuk menulis, butuh latihan dan harus dikerjakan sesering mungkin. Makanya saya meminta siapapun yang ingin menjadi penulis untuk menghasilkan sebuah catatan setiap hari.

“Nah, itu dia masalahnya, Bang. Kalau saya ingin menghasilkan sebuah novel, misalnya, apakah teknik ini, menulis setiap hari bisa diterapkan?”

Bisa. Tentu saja bisa!

Caranya begini: pertama, biasakan dulu menulis setiap hari sebebas-bebasnya. Yah, minimal tiga empat bulanan lah. Selama masa-masa ini, kalian harus tegas pada diri sendiri dan jangan manja. Jangan mudah menyerah karena kesibukan dan kemudian permisif, “Duh, hari ini aku lelah banget. Besok deh menulisnya!”

Jangan demikian!

Kalian kan tahu jadwal setiap hari, maka cari jadwal yang memungkinkan untuk menulis. Jika memang setiap malam kelelahan, maka mungkin bisa dini hari, dari jam setengah empat sampai shubuh.

Atau jika agak berat juga, bisa dikerjakan setelah Shubuh sampai jam enam pagi. Sebentar nggak masalah, yang penting kalian menulis setiap hari. Tujuannya apa? Seperti yang saya bilang di tulisan sebelumnya. Pembiasaan ini hanya untuk menanamkan kedisiplinan. Membangun pondasi kepada diri sendiri agar bisa menulis setiap hari.

Kedua, selanjutnya, jika sudah berhasil menulis setiap hari tanpa henti, maka barulah berlatih sesuai jenis tulisan apa yang akan kalian hasilkan.

Misalnya, jika kalian ingin menulis sebuah novel, maka berlatihlah lagi, tiga empat bulan berikutnya, menghasilkan tulisan apapun setiap hari tapi dibuat seperti novel. Diksinya, alurnya, dan sebagainya. Rancang semuanya sebagaimana sebuah novel yang ciamik.

Kalian menulis tentang kejadian hari ini, buat ia seperti sebuah novel. Ada percakapannya, deskripsi tempat, atau apapun. Latihan tahap kedua ini, masih dalam rangka membuat kalian terbiasa menulis seperti yang kalian inginkan.

Ketiga, barulah ketika dua tahap latihan tadi (mennulis bebas setiap hari dan menulis seperti novel setiap hari) sudah terlewati, kalian bisa mulai menulis novel. Buat corat-coretannya di binder atau dimanapun, lalu mulailah mengerjakan naskah buku kalian.

Saat menulis novel, jangan lupa juga perbanyak bacaan kalian sesuai genre apa yang sedang digarap. Ini (membaca) penting sekali. Ia ibarat asupan makanan bagi tubuh. Menulis terus tanpa diimbangi membaca, hanya akan menghasilkan tulisan yang kering kerontang seperti orang yang busung lapar. 

Menulis novel itu berat. Tapi jika dua tahap latihan di awal tadi sudah diterapkan, insya Allah kalian bisa melewati segala macam rintangan yang dihadapi. Kalian akan lebih tangguh karena sudah delapan bulan mendisiplinkan diri menulis setiap hari.

Benar, pasti akan ada yang langsung protes, “Kalau saya mengikuti apa yang Bang Syaiha sarankan, berarti masih lama lagi dong buku saya akan tercipta?”

Memang. Masih lama. Tapi bagi saya, menghasilkan buku itu kan sama seperti melahirkan anak-anak kita ke dunia. Artinya, jauh lebih baik ia matang dulu dalam rahim dan keluar pada waktu yang tepat daripada lahir cepat tapi prematur dan kemudian tidak bertahan lama, toh?


Begitulah..

Masih bersambung.

7 komentar

avatar

Baiklah..dicoba utk istiqomah setiap hari..semoga berbuah Manis kelak.

avatar

Semoga saya juga istiqomah

avatar

Ya...disiplin itu kuncinya. Dan bukan sesuatu yang mudah Bang. Tetapi harus semangat! Semangaaattt...!!!

avatar

Semoga saya tetap disiplin Bang, enggak mau prematur :)

avatar

Semoga sy bisa istiqomah.
Trimakasih bang Syaiha 😊


EmoticonEmoticon